Apa Benar Diet Golongan Darah Efektif?

Diet golongan darah (blood type diet) merupakan sebuah pengaturan pola makan menurut jenis golongan darah. Diet ini bertujuan untuk membentuk pola hidup sehat disetiap golongan darah dan dapat menurunkan risiko penyakit tertentu. Ternyata, diet ini tidak boleh sembarangan diterapkan lho! Terlebih bagi Sahabat Dietela yang memiliki kondisi khusus. Lalu, apakah memang benar diet golongan darah efektif? Mari kita bahas!

Sumber gambar: Freepik

Sejak kapan diet golongan darah mulai ada?

Diet golongan darah diciptakan oleh seorang naturopath yaitu Peter J.D’Adamo dalam bukunya yang berjudul Eat Right 4 Your Type : The Individualized Blood Type Diet Solution yang mengklaim bahwa makanan yang dikonsumsi dapat memberikan reaksi kimiawi terhadap golongan darah seseorang. Buku tersebut dipublikasikan pada tahun 1996. Dalam buku tersebut, D’Adamo menyatakan bahwa setiap jenis makanan dapat mempengaruhi metabolisme tubuh serta komposisi darah yang berpengaruh pada daya tahun tubuh atau imunitas. Selain itu diet golongan darah dapat memberikan efek fisiologis dari lektin. Lektin merupakan protein yang terdapat pada makanan yang masuk kedalam tubuh dan jika lektin tidak cocok atau sesuai dengan tipe darah menyebabkan terjadinya penggumpalan sel darah merah. Sehingga berakibat pada gangguan pencernaan, gangguan metabolisme makanan terhadap insulin serta gangguan hormon.1

Seperti apa bentuk diet golongan darah?

Menurut D’Adamo, setiap kelompok golongan darah memiliki aturan atau prinsip terhadap asupan makanan yang akan dikonsumsi berdasarkan pada prevalensi penyakit yang banyak menyerang setiap golongan darah. Hal ini dilakukan untuk memaksimalkan pencernaan makanan dalam tubuh sehingga tubuh lebih cepat dalam meningkatkan atau menurunkan berat badan serta mencegah terjadinya penyakit tertentu. Sehinga diet golongan darah ini dipercaya lebih efisien dalam mencerna makan. Pemilihan karakteristik dan jenis makanan dibagi menjadi 4 golongan sesuai dengan golongan darah yaitu A, B, AB, dan O.1

1.      Golongan Darah A

Pada golongan darah A pola makan yang disarankan adalah makanan bebas atau menghindari daging (daging sapi, bebek, ayam), mentega, susu dan produk olahannya. Makanan yang dianjurkan meliputi buah dan sayur (bayam, brokoli, wortel, jamur blueberry), kacang-kacangan dan polong-polongan (kacang tanah, kacang hijau, kacang kedelai, tahu, tempe)

2.      Golongan Darah B

Pada golongan darah B pola makan yang disarankan adalah membatasi hingga menghindari makanan atau minuman produk olahan susu, bebek, daging ayam dan daging sapi. Selain itu menghindari makanan yang mengandung jagung, tomat, kacang-kacangan dan wijen. Makanan yang direkomendasikan seperti susu rendah lemak, sayuran hijau.

3.      Golongan Darah AB

Pada golongan darah AB biasanya cenderung memiliki asam lambung sehingga disarankan untuk membatasi dan menghindari alkohol, kafein serta daging merah dan produk olahan daging lainnya. Makanan dan minuman yang disarankan adalah memperbanyak konsumsi makanan laut seperti ikan, tahu, tempe, susu, yogurt, sayuran hijau, kacang-kacangan dan biji-bijian.

4.      Golongan Darah O

Pada golongan darah O pola makan yang disarankan adalah makanan rendah karbohidrat serta makanan tinggi protein. Contohnya daging tanpa lemak, ikan, unggas (ayam, bebek, angsa), buah dan sayuran. Selain itu mengurangi kacang-kacangan, biji-bijian, roti, cake, pastry, susu dan produk olahannya.

Dalam diet golongan darah, ada juga pengaturan jenis olahraga yang direkomendasikan. Aktivitas fisik khususnya berolahraga merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kebugaran pada setiap orang. Setiap golongan darah memiliki rekomendasi jenis olahraga yang dapat diterapkan seperti :2,3

  1. Golongan Darah A
    Disarankan untuk melakukan jenis olahraga yang memberikan efek relaksasi karena rentan merasa pegal dan nyeri otot pada saat berolahraga berat. Jenis olahraga low impact cocok dilakukan oleh golongan darah A, seperti: yoga, pilates, aerobic dan Tai chi
  2. Golongan Darah B
    Rekomendasi jenis olahraga pada golongan darah B adalah olahraga yang memiliki intensitas sedang dan seimbang seperti tenis, jalan cepat, bulu tangkis, tenis dan aerobic
  3. Golongan Darah AB
    Pilihan olahraga yang baik untuk golongan darah AB yaitu low impact dan keseimbangan. Karena olahraga yang berat seperti kardio dengan intenistas tinggi dapat menyebabkan terjadinya kram otot.
  4. Golongan Darah O
    Pilihan olahraga yang tepat untuk golongan darah O adalah olahraga yang intens. Semakin tinggi intensitas olahraga makan semakin berenergi dan bersemangat. Jenis olahraga yang cocok diantaranya jogging, bersepeda, berenang.

Teori utuma golongan darah berkaitan dengan lektin atau protein yang terdapat pada makanan yang masuk kedalam tubuh. Lektin ini bagian dari protein yang dapat mengikat gula dan zat ini dianggap sebagai antinutrien dan dapat memberikan efek negatif pada lapisan usus hingga memicu terjadinya penggumpalan sel darah merah.4 Misalkan dengan mengonsumsi kacang mentah atau belum dimasak dianggap dapat berinteraksi dengan sel darah merah pada golongan darah A.5 Namun, sebenarnya masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk melihat aktivitas aglutinasi (penggupalan darah) yang spesifik pada golongan darah tertentu. Misalnya pada kacang-kacangan mentah yang juga mengandung lektin, namun ketika dilakukan perendaman terlebih dahulu sebelum dimasak atau dikonsumsi dapat menghilangkan lektin berbahaya bagi tubuh.

Apakah diet golongan darah efektif?

Penelitian terhadap golongan darah A,B, dan O berkembang dengan pesat beberapa tahun terakhir. Dijelaskan bahwa seseorangan dengan golongan darah tertentu memiliki risiko lebih tinggi terhadap penyakit tertentu, misalkan pada golongan darah O memiliki risiko penyakit jantung lebih rendah, namun risiko maag yang lebih tinggi.7 Pada sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2013 dengan tinjauan sekala besar oleh para peneliti tidak menemukan efek kesehatan dari diet golongan darah.8 Penelitian oleh Wang et al, pada tahun 2018 untuk melihat kevalidan diet golongan darah menyimpulkan bahwa teori dibalik diet tersebut tidak valid.9 Namun, pada penelitian lainnya yang mengidentifikasi adanya hubungan diet golongan darah (A,B,O) dengan kesehatan dengan rancangan penelitian kurang baik ditemukan hubungan antara alergi dan golongan darah yang bertentangan dengan diet yang dianjurkan.10,11 Dapat disimpulkan bahwa untuk saat ini belum ada bukti untuk memvalidasi manfaat diet golongan darah bagi kesehatan, karena masih timbul banyak perdebatan dan baiknya dilakukan penelitian lanjutan untuk melihat efektifitasnya.

Pada dasarnya setiap diet atau pengaturan makan yang dilakukan  akan berdampak positif jika didasarkan pada bukti ilmiah yang kuat dan dilakukan dengan cara yang benar. Sementara Diet golongan darah  Belum memiliki bukti ilmiah yang kuat apalagi jika diterapkan pada orang dengan kondisi khusus seperti penderita DM, penyakit jantung atau kondisi medis lainnya.  Sehingga pada orang dengan kondisi khusus, pengaturan diet sebaiknya tetap mengikuti panduan diet sesuai kondisi khusus tersebut, misalnya diet DM, diet jantung, diet PCOS. Hal tersebut karena dalam melakukan pengaturan makan atau diet pada setiap orang, perlu mempertimbangkan berbagai hal, seperti aktivitas fisik, usia, jenis kelamin, preferensi makan, faktor stress, dan pola tidur yang cukup. Sehingga, pada setiap orang akan berbeda penerapannya begitu juga hasil yang akan didapatkan. Jika saat menjalankan diet golongan darah mendapatkan hasil yang positif atau memberikan hasil yang baik untuk tubuh kita, maka bisa saja disebabkan oleh beberapa faktor seperti menemukan diet yang cocok untuk metabolisme tubuh, pembatasan bahkan menghilangkan jenis makanan dan minum tertentu yang tidak sehat, peningkatan aktivitas fisik khususnya berolahraga yang rutin.

Sebaiknya, kamu konsultasi dengan Ahli Gizi untuk mengetahui jenis diet yang tepat untukmu agar hasil yang didapat lebih maksimal serta sesuai dengan kondisi kesehatanmu saat ini.

Editor: Wahyu Kurnia Yusrin Putra, SKM, MKM

Dietela Quiz

Referensi

  1. D’Adamo P. 4 Blood Types 4 Diets, Eat Right 4 Your Type. GP Putnam’s Sons; 1996
  2. Gracia, A.Maino., Jovelito, A. Canillas. 2023. Blood types and Fitness Capability of Physical Education Students: A Non-Parametric Analysis. PEDAGOGY of Physical Culture and Sports. doi:10.15561/26649837.2023.0209.
  3. Body and Mind Studio Internasional.2021. Are You Exercising Right For Your Blood Type? (Diakses, Juli 2023)
  4. Vasconcelos IM, Oliveira JT. Antinutritional properties of plant lectins. Toxicon. 2004 Sep 15;44(4):385-403. doi: 10.1016/j.toxicon.2004.05.005. PMID: 15302522.
  5. Nathan Sharon , Halina Lis, History of lectins: from hemagglutinins to biological recognition molecules, Glycobiology, Volume 14, Issue 11, November 2004, Pages 53R–62R, https://doi.org/10.1093/glycob/cwh122
  6. Lajolo FM, Genovese MI. Nutritional significance of lectins and enzyme inhibitors from legumes. J Agric Food Chem. 2002 Oct 23;50(22):6592-8. doi: 10.1021/jf020191k. PMID: 12381157.
  7. He, Meian., et.al. ABO Group and Risk of Coonary Heart Disease in Two Prospective Cohort Studies. https://doi.org/10.1161/ATVBAHA.112.248757Arteriosclerosis, Thrombosis, and Vascular Biology. 2012;32:2314–2320
  8. Cusack L, De Buck E, Compernolle V, Vandekerckhove P. Blood type diets lack supporting evidence: a systematic review. Am J Clin Nutr. 2013 Jul;98(1):99-104. doi: 10.3945/ajcn.113.058693. Epub 2013 May 22. PMID: 23697707
  9. Wang J, Jamnik J, García-Bailo B, et al. ABO Genotype Does Not Modify the Association between the “Blood-Type” Diet and Biomarkers of Cardiometabolic Disease in Overweight Adults. J Nutr 2018; 148: 518–525.
  10. Langman MJ, Leuthold E, Robson EB, Harris J, Luffman JE, Harris H. Influence of diet on the “intestinal” component of serum alkaline phosphatase in people of different ABO blood groups and secretor status. Nature. 1966 Oct 1;212(5057):41-3. doi: 10.1038/212041a0. PMID: 6001349.
  11. Mäkivuokko H, Lahtinen SJ, Wacklin P, Tuovinen E, Tenkanen H, Nikkilä J, Björklund M, Aranko K, Ouwehand AC, Mättö J. Association between the ABO blood group and the human intestinal microbiota composition. BMC Microbiol. 2012 Jun 6;12:94. doi: 10.1186/1471-2180-12-94. PMID: 22672382; PMCID: PMC3485159.