Apa Itu Diet Detoks dan Perlukah Diikuti?

Beberapa waktu terakhir, diet detoks mulai hype kembali. Mungkin beberapa Sahabat Dietela juga tertarik mencobanya. Namun sebelum itu, kita cari tahu lebih lanjut dulu yuk tentang diet detoks! Setelah membaca artikel ini, Sahabat Dietela akan dapat menentukan apakah perlu mengikuti diet detoks atau tidak.

Sumber gambar: Freepik

Apa itu detoks atau detoksifikasi?

Sebelum banyak digunakan dalam dunia diet, istilah detoks sebenarnya mengacu pada prosedur medis yang mengeluarkan alkohol, obat, atau racun yang kadarnya berbahaya dan mengancam jiwa untuk keluar dari tubuh. Pasien yang menjalani detoksifikasi biasanya ditangani di rumah sakit atau di klinik. Penanganan yang diberikan umumnya melibatkan pemberian obat maupun terapi medis lainnya tergantung jenis dan tingkat keparahan toksisitas yang terjadi.1

Namun sekarang, program detoks seringkali berkaitan dengan prosedur yang dapat dilakukan sendiri untuk mengeluarkan toksin dari dalam tubuh yang menyebabkan berbagai gejala, misalnya pusing, perut kembung, nyeri sendi, kelelahan, dan depresi.1

Apa itu diet detoks?

Diet detoks adalah pola makan restriktif (dengan pembatasan) terhadap bahan makanan tertentu dan hanya mengonsumsi beberapa bahan makanan dengan klaim untuk “membersihkan (mengeluarkan racun) dari tubuh.” Diet detoks dapat berlangsung selama 1 hari sampai sekitar 1 bulan. Diet detoks dapat melibatkan beberapa pendekatan, termasuk 2,3:

  1. Berpuasa selama durasi tertentu
  2. Hanya mengonsumsi buah dan sayuran
  3. Hanya mengonsumsi jus atau minuman serupa lainnya
  4. Hanya mengonsumsi makanan tertentu
  5. Menghindari konsumsi gandum dan produk olahannya serta susu dan produk olahannya
  6. Mengonsumsi makanan dengan variasi yang terbatas
  7. Mengonsumsi suplemen atau produk komersial lainnya
  8. Mengonsumsi herbal
  9. Membersihkan usus besar menggunakan laksatif (obat untuk membantu pengosongan usus besar) atau enema (memasukkan cairan untuk menstimulasi pengosongan usus besar)
  10. Menghindari kafein dan alkohol

Beberapa klaim seputar diet detoks adalah dapat 2:

  1. Menurunkan berat badan
  2. Memperlancar pencernaan
  3. Meningkatkan kualitas rambut, kuku, dan kulit
  4. Meningkatkan level energi
  5. Meningkatkan sistem imun

Namun, penelitian mengenai dampak diet detoks terhadap kesehatan masih minim dan belum dapat dipastikan manfaatnya secara ilmiah.

Beberapa contoh diet detoks

Terdapat beragam jenis diet detoks yang memberi saran berbeda-beda, namun tujuannya sama, yaitu mengklaim dapat membantu pengeluaran racun dari tubuh. Berikut adalah beberapa contoh diet detoks:

a. Diet master cleanse

Diet master cleanse merupakan salah satu diet detoks yang populer. Orang yang melakukan diet tersebut akan meminum 1 liter air garam hangat di pagi hari; ramuan seberat 60 ons yang berisi air, air lemon, sirup maple, dan cabai merah sepanjang hari; dan diakhiri dengan 1 cangkir teh pencahar di sore hari. Pendukung diet tersebut merekomendasikan untuk menjalankan diet master cleanse selama setidaknya 10 hari.1

b. Diet detoks jus mentah

Diet detoks jus mentah dilakukan selama 3-7 hari diikuti detoks makanan matang selama 3-7 hari tergantung lamanya fase diet detoks jus mentah (total diet detoks ini 10 hari). Jus dipilih dengan sejumlah pertimbangan berikut4:

  • Menjadi cara yang baik untuk konsumsi sayur dan buah
  • Jus blender tetap memiliki serat (dibanding juicer) untuk memperlambat pencernaan karbohidrat, sehingga mengontrol karbohidrat
  • Sumber vitamin, mineral, enzim terkonsentrasi
  • Membantu orang yang memiliki gangguan pencernaan untuk menyerap zat gizi lebih baik
  • Meningkatkan kadar vitamin C dan kalium dalam tubuh
  • Menetralkan pH tubuh, membuatnya menjadi lebih basa (alkali)

Dalam diet ini, ada berbagai ramuan jus yang dipercaya memiliki khasiat tertentu. Berikut adalah contoh pola diet detoks jus mentah 4:

Jam Hari 1
07.00 Teh jahe
08.00 Jus pemberi energi pada pagi hari (the morning energizer)
11.00 Jus pemberi energi pada pagi hari (the morning energizer)
14.00 Jus pencerah (the glow giver)
17.00 Jus yang membuat basa (the alkalizer)
20.00 Jus anti-inflamasi (the anti-inflammatory power juice)
21.00 Minuman sebelum tidur (nightcap)

Setelah itu, dilanjutkan diet makanan matang. Fase tersebut dinamakan diet detoks regenerasi. Contoh pola diet detoks regenerasi 4:

Waktu Hari 1
Sarapan Teh lemon jahe, sup sayuran berdaun hijau dengan tambahan 1 sdt pasta miso
Makan siang Salad, sauerkraut
Selingan 1 porsi buah yang sudah dimasak menggunakan sedikit air (stewed fruit)
Makan malam Sup dengan miso dan dicampur 2 sdm millet, sayuran yang sudah di-blanch, acar mentimun (pickle)

Catatan tambahan dalam diet tersebut adalah dapat terjadi gejala, seperti batuk, sakit kepala, bau badan ketika melakukan detoks. Diet detoks tersebut juga menyarankan untuk meningkatkan jumlah asupan sayuran berdaun hijau jika merasakan lelah dan terlihat pucat.4

c. Diet detoks mono

Dalam diet mono, seseorang hanya akan mengonsumsi satu jenis makanan saja selama beberapa waktu tertentu, misalnya hanya makan kentang, anggur, bubur kitchari (bubur yang dibuat dari beras basmati, kacang hijau, ghee, sayuran, dan rempah-rempah), atau makanan lainnya.

Apakah diet detoks perlu diikuti?

Perlu diketahui dahulu bahwa klaim soal detoksifikasi di awal saja sudah salah. Tubuh punya mekanisme detoksifikasi sejak alami melalui paru-paru, hati, ginjal, usus besar dan pori-pori kulit (keringat). Selama tubuh kita masih bisa bernafas, buang air kecil, buang air besar dan berkeringat, artinya tubuh masih bisa melakukan proses detoksifikasi dengan baik. Maka dari itu yang perlu dilakukan adalah menjaga organ-organ detoksifikasi tersebut dapat berfungsi baik, salah satu caranya adalah dengan punya pola makan yang sehat dan seimbang.

Tapi, kenapa klaimnya detoks bisa bikin pencernaan makin enak, tubuh makin segar?

Segala hal dalam tubuh tentu dapat dipengaruhi oleh gizi. Jika sehari-hari kita banyak mengonsumsi makanan yang digoreng, makanan dan minuman manis, kurang asupan serat, vitamin, dan mineral lalu kita mengikuti “diet detoks” yang anjurannya minum jus buah dan sayur, makan buah & sayur, bikin bubur oat, kitchari (bubur dari beras dan kacang hijau), dan sebagainya yang tinggi serat, vitamin, dan mineral maka tentu akan terasa bedanya. Tapi, kalau sehari-hari kita sudah menerapkan pola makan bergizi seimbang, percayalah, tubuh akan selalu terasa lebih segar, pencernaan lebih lancar, dan terasa beragam dampak baik lainnya.

Tapi, kenapa ada yang bisa turun berat badannya setelah menjalani diet detoks?

Ketika melakukan diet detoks dengan hanya mengonsumsi buah dan sayur, bisa dipastikan dalam sehari asupan energi dan zat gizi tidak lebih dari 1000 kkal. Sebagai gambaran 100 gram sayur hanya mengandung 25-50 kkal, sedangkan rata-rata 100 g buah mengandung 50 kkal. Untuk individu dewasa, basal metabolic rate (BMR) atau energi yang digunakan untuk membuat organ-organ tetap aktif saja butuh sekitar 1000-1200 kkal. Maka efek samping dari diet detoks adalah rasa lemas, tidak berenergi dan pusing.

Ketika asupan makan terlalu rendah dari kebutuhan kita yang seharusnya, maka tubuh akan menggunakan cadangan energi berupa lemak yang disimpan sebagai sebagai bahan bakar utama. Hal inilah yang menyebabkan penurunan berat badan apabila diet detoks dilakukan terus-menerus.

Jadi, apakah diet detoks perlu diikuti?

Sangat tidak disarankan mengikuti diet detoks. Pada orang-orang dengan asupan sayur dan buah yang kurang atau rendah sehari-harinya, biasanya akan merasakan manfaat seperti buang air besar lebih frekuensinya lebih lancar (sering) atau kulit lebih cerah dan segar setelah diet detoks, sehingga merasa perlu untuk melakukan detoks setiap hari. Padahal diet ini tidak boleh dilakukan dalam jangka waktu panjang.

Angka di timbangan mungkin saja turun, tetapi risiko malnutrisi (kurang gizi) juga menjadi lebih besar karena tidak seimbangnya komposisi makan sehari. Apabila cadangan lemak dan protein dari otot digunakan sebagai bahan bakar utama tubuh dalam jangka waktu panjang, maka tubuh akan mulai memunculkan gejala kekurangan gizi, seperti:

  1. Rambut rontok
  2. Kulit kering
  3. Anemia
  4. Darah rendah (hipotensi)
  5. Siklus menstruasi berantakan

Selain gejala kekurangan gizi, penerapan diet detoks juga bisa membuat hubungan kita dengan makanan menjadi tidak baik karena menganggap sayur dan buah lebih superior dibandingkan dengan bahan makanan lain seperti bahan makanan sumber karbohidrat (nasi, kentang, ubi, gandum), bahan makanan sumber protein (daging, ayam, telur, tahu, tempe) dan takut dengan bahan makanan sumber lemak baik (alpukat, kacang-kacangan, dll).

Selain itu, pemakaian laksatif dan enema pada beberapa diet detoks dapat menyebabkan dehidrasi dan gangguan keseimbangan air dan elektrolit dalam tubuh.7

Pada intinya, kita tidak perlu diet detoks. Asalkan kita menjaga tubuh kita dengan baik melalui pola makan sehat dan seimbang, tubuh akan secara rutin melakukan detoksifikasi alami dengan baik.

Editor: Wahyu Kurnia Yusrin Putra, SKM, MKM

Dietela Quiz

Referensi

  1. Harvard Health. The dubious practice of detox, https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/the-dubious-practice-of-detox (2008, accessed 30 May 2023).
  2. Johnson A. TheTruth About Detox Diets, https://www.nhs.uk/livewell/tiredness-and-fatigue/documents/truthdetoxdiets.pdf (2006, accessed 30 May 2023).
  3. National Center for Complementary and Integrative Health. “Detoxes” and “Cleanses”: What You Need To Know, https://www.nccih.nih.gov/health/detoxes-and-cleanses-what-you-need-to-know (2019, accessed 30 May 2023).
  4. Sabherwal S. The Detox Diet. London: Ebury Press, 2017.
  5. Westen R. The yoga-body cleanse : a 7-day Ayurvedic detox to rejuvenate your body and calm your mind. California: Ulysses Press, 2021.
  6. Weis-Bohlen S. Ayurveda beginner’s guide : essential Ayurvedic principles & practices to balance and heal naturally. California: Althea Press, 2018.
  7. Nemours KidsHealth. Are Detox Diets Safe? (for Teens), https://kidshealth.org/en/teens/detox-diets.html (2021, accessed 31 May 2023).