Seperti yang kita tahu, Indonesia dikenal sebagai negara maritim karena 70% wilayahnya berupa lautan. Kekayaan laut pun berlimpah, bahkan Indonesia berhasil menduduki peringkat kedua sebagai negara penghasil ikan laut terbesar di dunia. Dengan demikian, masyarakat Indonesia tidak perlu takut kekurangan asupan protein karena ikan yang kita miliki dapat menjadi alternatif sumber protein pengganti daging dan telur.(1)
Selain ikan laut, Indonesia juga memiliki beragam ikan air tawar yang dapat dikonsumsi loh. Lantas, apa saja perbedaannya dan mana yang lebih bagus? Yuk, simak artikel berikut ini untuk mengetahui jawabannya!
Perbedaan Ikan Laut dan Ikan Air Tawar
Perbedaan ikan laut dan ikan air tawar dapat dilihat dari beberapa komponen di antaranya perbedaan habitat, ciri fisik, aroma, rasa, kandungan gizi, dan harga. Berikut adalah penjelasan tiap komponen yang dapat kamu simak!
A. Habitat
Umumnya, jenis ikan dibedakan oleh habitatnya, yakni laut dan air tawar. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), habitat adalah tempat hidup organisme tertentu atau lingkungan kehidupan asli. Adapun habitat laut adalah perairan yang memiliki kadar garam tinggi dan arus deras seperti samudra atau lautan, terumbu karang, kolam garam, bakau, laut dalam, padang lamun, dan lainnya. Sementara itu, habitat air tawar adalah perairan yang memiliki kadar garam rendah (kurang dari 0,05%) dan arus tenang seperti danau, sungai, tambak, atau lahan basah dangkal.(2,3)
B. Ciri Fisik
Perbedaan ciri fisik ikan dapat dilihat dari bentuk duri atau tulang dan panjangnya. Berdasarkan habitat yang telah dijelaskan di atas, dapat diketahui bahwa ikan laut terbiasa hidup di laut dengan kondisi arus deras atau kuat. Sehingga, ikan jenis ini memiliki duri yang lebih besar, tebal, kuat, dan jarang dibandingkan ikan air tawar. Sementara itu, ikan air tawar memiliki duri yang lebih kecil, halus, tajam dan banyak dibandingkan ikan laut karena hidup di kondisi arus tenang. Adapun panjang ikan laut dan ikan air tawar sangat beragam. Ikan laut memiliki panjang sekitar 1 cm – 12,5 m, sedangkan ikan air tawar memiliki panjang sekitar 3 cm – 6000 m.(3–7)
C. Aroma
Selanjutnya, perbedaan dapat diketahui dari aroma. Umumnya, ikan laut cenderung lebih amis dibandingkan ikan air tawar. Sementara itu, ikan air tawar cenderung beraroma lumpur atau bau tanah.
Namun, kamu tidak perlu khawatir. Bau pada ikan dapat dihilangkan dengan cara memberikan air perasan lemon atau jeruk nipis pada ikan yang telah dicuci bersih. Lemon dan jeruk nipis mengandung asam sitrat yang dapat menetralkan bau.(3–8)
D. Rasa
Kemudian, ikan laut dan ikan air tawar dapat dibedakan melalui rasa. Ikan laut cenderung lebih gurih dan segar dibandingkan ikan air tawar. Sementara itu, ikan air tawar identik memiliki rasa manis dan muddy karena adanya senyawa geosmin.(3–7,9)
E. Kandungan Gizi
Kedua ikan memiliki kandungan gizi yang dibutuhkan oleh tubuh seperti protein, zat besi, fosfor, niacin, folat, dan lainnya. Tetapi ikan laut dan ikan air tawar memiliki beberapa zat gizi yang lebih tinggi, seperti ikan laut mengandung vitamin D, asam lemak omega-3 khususnya DHA dan EPA, serta yodium lebih tinggi dibandingkan ikan air tawar. Sementara itu, ikan air tawar mengandung kalsium, vitamin A, dan kalium yang lebih tinggi dibandingkan ikan laut.(7,10)
F. Harga
Umumnya, ikan laut lebih mahal dibandingkan ikan air tawar. Perbedaan harga ditentukan oleh kandungan zat gizi yang lebih baik, tingkat kesulitan dalam menangkapnya, serta cara budidaya ikan. Seperti yang kita tahu, ikan air tawar lebih murah karena lebih mudah dibudidayakan dibandingkan ikan laut yang harus ditangkap langsung di laut.(3–7)
Contoh Ikan Laut
Setelah mengetahui perbedaan ikan laut dan ikan air tawar, berikut ini adalah beberapa contoh ikan laut yang umum kita temui di antaranya:
1. Ikan Bawal Laut
Ikan bawal laut atau pomfret kaya akan zat gizi seperti asam lemak tidak jenuh, niasin, vitamin B6, vitamin B12, fosfor, selenium, yodium, dan omega-3. Ciri dari ikan ini adalah memiliki gigi taring yang berukuran kecil dan melengkung pada kedua rahangnya, berat sekitar 2,2 – 11,3 kg, serta panjang mencapai 60 cm.(11)

2. Ikan Kakap
Ikan kakap merah dan putih adalah jenis ikan yang umum kita temukan di restoran. Ikan ini dapat tumbuh sepanjang 150 cm dan berat mencapai 8,7 kg, dagingnya banyak, serta mengandung kalsium, zat besi, natrium, kalium, niasin, dan fosfor.(12)

3. Ikan Sarden
Ikan sarden adalah ikan yang hidup secara berkelompok, memiliki kulit berwarna perak dengan bintik hitam di punggungnya, serta dapat tumbuh hingga 41 cm. Ikan ini kaya akan zat gizi seperti EPA, DHA, protein, asam lemak omega-3, vitamin D, dan vitamin B12. Umumnya, ikan sarden ditemukan dalam bentuk kemasan kaleng.(13)

4. Ikan Salmon
Bagi pecinta sushi dan sashimi, ikan salmon pasti sudah tidak asing. Ikan yang dikenal dengan dagingnya yang berwarna oranye atau merah tua ini mengandung protein, kalsium, magnesium, fosfor, kalium, natrium, selenium, folat, vitamin C, vitamin A, dan niacin.(14)

5. Tuna
Ikan tuna terdiri atas beberapa jenis, yaitu albacore tuna, yellowfin tuna, blackfin tuna, southern bluefin tuna, bigeye tuna, skipjack tuna, dan bonito. Misalnya, yellowfin tuna mengandung kalsium, zat besi, vitamin C, vitamin B6, niacin, protein, kalium, dan selenium.(15)

6. Ikan Teri
Selanjutnya adalah ikan teri. Ikan yang memiliki ukuran kecil ini umum digunakan dalam masakan, seperti tumis, sayur, dan keripik. Meski berukuran kecil, ikan teri kaya akan zat gizi seperti zat besi, kalsium, dan fosfor yang baik untuk kesehatan tubuh.(16)

7. Ikan Tenggiri
Bagi pecinta pempek, siomay, dan makanan sejenis pasti sudah tidak asing dengan ikan tenggiri. Ikan ini memiliki ciri khas daging berwarna putih dan citarasa khas.(17,18)

8. Ikan Tongkol
Ikan tongkol umum ditemukan di seluruh wilayah Indonesia. Ikan ini memiliki daging yang banyak, duri yang besar, serta mudah diolah dan dikonsumsi.(17,18)

Contoh Ikan Air Tawar
Berikut ini adalah beberapa contoh ikan air tawar yang umum kita temui di antaranya:
1. Ikan Lele
Ikan lele adalah salah satu jenis ikan air tawar yang dapat kita temukan di seluruh wilayah Indonesia. Ikan ini mudah dibudidayakan, sehingga harganya pun sangat terjangkau, serta mudah diolah. Ikan lele mengandung protein, kalsium, magnesium, fosfor, kalium, natrium, folat, dan kolin.(19)

2. Ikan Gabus
Ikan gabus dikenal juga dengan snakehead (Channa striata) dan dapat ditemukan di sungai atau waduk. Ikan ini kaya zat gizi protein, seng, zat besi, asam amino, dan albumin. Albumin bermanfaat untuk mempercepat penyembuhan luka khususnya setelah operasi dan bagus untuk pertumbuhan anak.(20)

3. Ikan Nila
Ikan nila dikenal juga dengan nile tilapia (Oreochromis niloticus). Ikan ini kaya zat gizi protein, kalsium, asam lemak oleat, palmitat, linoleat, asam stearate, dan asam amino seperti asam aspartat, asam glutamat, lisin, arginin, serta leusin.(21)

4. Ikan Bawal Air Tawar
Jenis ikan air tawar yang umum dikonsumsi berikutnya adalah ikan bawal. Ikan ini memiliki bentuk badan yang agak membulat, berukuran sedang, duri besar, daging kenyal, dan harga terjangkau. Ikan bawal air tawar mengandung asam lemak tidak jenuh, niasin, vitamin B6, vitamin B12, fosfor, selenium, yodium, dan omega-3.(11,17)

5. Ikan Gurami
Ikan gurami adalah salah satu jenis ikan yang sering kita temui di restoran. Ikan ini memiliki ukurang sedang hingga besar, bentuknya bulat pipih, dan duri berukuran sedang yang terletak di tengah. Ikan gurami mengandung kalsium, zat besi, protein, omega 3, selenium, vitamin A, dan seng.(17,22)

6. Ikan Mas
Meskipun banyak duri halus dan kecil, tetapi ikan mas menjadi salah satu ikan air tawar yang umum dikonsumsi masyarakat Indonesia. Hal ini dikarenakan dagingnya memiliki tekstur yang lembut dan rasa yang manis. Umumnya, ikan mas diolah dengan cara digoreng, dijadikan pepes, atau dimasak dengan santan. Ikan ini mengandung zat gizi protein, kalsium, magnesium, fosfor, kalium, folat, kolin, vitamin A, dan vitamin D.(17,23)

7. Ikan Patin
Ikan patin adalah ikan air tawar yang memiliki ukuran cukup besar dan harga yang lebih mahal dibandingkan ikan air tawar lainnya. Ikan patin mengandung tinggi zat gizi EPA, DHA, dan protein.(24)

Jadi, Mana yang Lebih Bagus?
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa kedua jenis ikan merupakan sumber protein dan memiliki kandungan gizi tinggi yang dapat saling melengkapi, terlepas dari mahal dan murahnya harga ikan. Dengan demikian, baik ikan laut maupun ikan air tawar, semuanya sama bagus dan dapat kamu konsumsi secara bergantian agar kandungan gizi yang diperlukan tubuh dapat terpenuhi.
Editor: Wahyu Kurnia Yusrin Putra, SKM, MKM
Referensi
- Rudianto A. Indonesia Peringkat Kedua Negara Penghasil Ikan Laut Terbesar Dunia [Internet]. 2023 [cited 2023 Oct 4]. Available from: https://finance.detik.com/foto-bisnis/d-6763746/indonesia-peringkat-kedua-negara-penghasil-ikan-laut-terbesar-dunia
- KBBI. Habitat [Internet]. 2023 [cited 2023 Aug 14]. Available from: https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/habitat
- Gilani N. What Is the Different Between Freshwater Vs Saltwater Fish? [Internet]. 2019 [cited 2023 Oct 4]. Available from: https://sciencing.com/different-freshwater-vs-saltwater-fish-6307253.html
- Sendari AA. Cara Membedakan Ikan Air Laut dan Ikan Air Tawar [Internet]. 2023 [cited 2023 Oct 4]. Available from: https://www.liputan6.com/hot/read/5308023/cara-membedakan-ikan-air-laut-dan-ikan-air-tawar?page=7
- City Market Fish. Lake vs. Ocean Fish: What You Need to Know – City Fish Market [Internet]. 2023 [cited 2023 Oct 4]. Available from: https://cfishct.com/blog/lake-vs-ocean-fish-need-know/
- Jehaman Y. Inilah Beberapa Perbedaan Ikan Air Laut dan ikan Air Tawar [Internet]. 2023 [cited 2023 Oct 4]. Available from: https://www.floreseditorial.com/tips-trick/pr-3973227982/inilah-beberapa-perbedaan-ikan-air-laut-dan-ikan-air-tawar?page=2
- Sugarwala L. Freshwater Fare – Food & Nutrition Magazine [Internet]. 2014 [cited 2023 Oct 4]. Available from: https://foodandnutrition.org/march-april-2014/freshwater-fare/
- Graham V. The Most Natural Tools to Remove Smells in the Home [Internet]. 2023. Available from: https://molekule.com/en-ca/blogs/all/the-most-natural-tools-to-remove-smells-in-the-home
- Erungan A. Geosmin sebagai Penyebab Citarasa Lumpur pada Ikan serta Kemungkinan Penanggulangannya. Bul Teknol Has Perikan. 1997;IV(2).
- Rifat MA, Wahab MA, Rahman MA, Nahiduzzaman M, Mamun A-A. Nutritional value of the marine fish in Bangladesh and their potential to address malnutrition: A review. Heliyon. 2023 Feb;9(2):e13385.
- Sea Grant California. Sickle Pomfret [Internet]. 2023 [cited 2023 Oct 30]. Available from: https://caseagrant.ucsd.edu/seafood-profiles/sickle-pomfret
- Santhanam R. Nutritional Marine Life. Boca Raton: CRC Press; 2015.
- Sea Grant California. Pacific Sardine [Internet]. 2023 [cited 2023 Oct 30]. Available from: https://caseagrant.ucsd.edu/seafood-profiles/pacific-sardine
- USDA. Fish, salmon, chinook, raw [Internet]. 2019. [cited 2023 Oct 30]. Available from: https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/173688/nutrients
- Sea Grant California. Yellowfin Tuna [Internet]. 2023 [cited 2023 Oct 30]. Available from: https://caseagrant.ucsd.edu/seafood-profiles/yellowfin-tuna
- USDA. Fish, anchovy, european, canned in oil, drained solids [Internet]. 2019. [cited 2023 Oct 30]. Available from: https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/174183/nutrients
- Amira K. Jenis-jenis Ikan Laut yang Enak untuk Dikonsumsi dan Rekomendasi Masakannya [Internet]. 2023 [cited 2023 Oct 4]. Available from: https://www.gramedia.com/best-seller/jenis-jenis-ikan-laut-yang-enak-untuk-dikonsumsi/
- Orami. 15 Jenis Ikan Konsumsi, Ada Ikan Air Tawar dan Air Laut! [Internet]. 2023 [cited 2023 Oct 4]. Available from: https://www.orami.co.id/magazine/jenis-ikan-konsumsi?page=all
- USDA. Fish, catfish, channel, farmed, raw [Internet]. 2019. [cited 2023 Oct 30]. Available from: https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/175165/nutrients
- Karnila R, Edison, Suharman I, Sidauruk SW, Mahardika N. Nutritional Characteristics of Protein Isolated from Snakehead (Channa striata) Using the pH-Shift Method. IOP Conf Ser Earth Environ Sci. 2020;430(1).
- Nuryanto N, Afifah DN, Sulchan M, Martosuyono P, Ihsani K, Kurniastuti PL. Potential of Nile Tilapia (Oreochromis niloticus) as an Alternative Complementary Food Ingredient for Stunting Children. Open Access Maced J Med Sci. 2022;10(A):1170–7.
- Hicks CC, Cohen PJ, Graham NAJ, Nash KL, Allison EH, D’Lima C, et al. Harnessing global fisheries to tackle micronutrient deficiencies. Nature [Internet]. 2019;574(7776):95–8. Available from: https://doi.org/10.1038/s41586-019-1592-6
- USDA. Fish, carp, raw [Internet]. 2019. [cited 2023 Oct 30]. Available from: https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/171952/nutrients
- Sokamte TA, Mbougueng PD, Mohammadou BA, Tatsadjieu NL, Sachindra NM. Proximal composition and fatty acid profile of fresh and smoked fillets of Pangasius hypophthalmus. Sci African [Internet]. 2020;9:e00534. Available from: https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2468227620302726
