Pada saat hari raya, makanan dihidangkan dalam porsi besar. Tidak jarang, makanan tersebut tidak langsung habis dan menyebabkan adanya sisa makanan. Ketika akan dikonsumsi, makanan sisa akan dipanaskan kembali (reheat). Namun, memanaskan makanan kembali tidak sesimpel kedengarannya. Jika tidak dilakukan dengan benar, maka dapat terjadi pertumbuhan kuman berbahaya pada makanan. Di artikel kali ini, Dietela mau kasih tips untuk memanaskan makanan dengan aman!

Sebelum cari tahu tips memanaskan makanan, tonton dulu yuk, cara menyimpan makanan sisa dengan aman!
Memasak dan memanaskan makanan kembali merupakan cara paling efektif untuk menghilangkan bahaya dari bakteri pada makanan. Sebagian besar bakteri dan virus pada makanan dapat dibunuh ketika makanan dimasak atau dipanaskan dengan durasi dan suhu yang tepat.4
Namun, makanan sisa yang dipanaskan dengan cara yang kurang tepat dapat membuat tumbuhnya bakteri Clostridium perfringens dan Salmonella spp. toksin bakteri Clostridium perfringens dapat menimbulkan berbagai gejala seperti diare, nyeri hebat, dan mual. Sementara itu, gejala yang ditimbulkan oleh infeksi Salmonella spp. adalah diare, demam, mula, dan muntah.3
Maka dari itu agar makanan yang dihangatkan tetap aman dan terhindar dari cemaran bakteri, mari kita simak tips berikut ini!
A. Lakukan pemanasan sesegera mungkin
Pemanasakan makanan perlu dilakukan sesegera mungkin dalam kurun waktu 2 jam setelah makanan dikeluarkan dari kulkas atau di-thawing (dilelehkan).6–8
Ada beberapa cara untuk melakukan thawing makanan sisa yang dibekukan 5,6:
- Diletakkan di chiller kulkas
Proses thawing makanan dapat dilakukan dengan memindahkan makanan dari freezer ke chiller. Metode ini memakan waktu paling lama dibandingkan metode lainnya, namun makanan sisa akan tetap pada suhu aman (di luar suhu yang mendukung kuman berkembang pesat/danger zone). Saat melakukan thawing menggunakan kulkas, pastikan untuk meletakkan wadah makanan sisa di bagian paling bawah kulkas untuk mencegah menetesnya cairan dari makanan sisa yang sedang di-thawing ke makanan lainnya. - Direndam air dingin
Metode thawing lainnya adalah dengan merendah makanan sisa di dalam air dingin. Metode tersebut lebih cepat dibandingkan thwaing di chiller kulkas. Namun, perlu dipastikan bahwa makanan sisa dimasukkan ke dalam kemasan atau plastik anti-bocor. Jika pembungkus makanan bocor, maka cairan dapat mengenai makanan dan bakteri dari udara atau lingkungan sekitar bisa masuk ke makanan. - Dipanaskan dengan microwave
Pemanasan makanan sisa dengan microwave merupakan metode thawing paling cepat. Pastikan terus memanaskan makanan hingga mencapai suhu 74 °C.
B. Panaskan makanan dengan suhu yang tepat
Panaskan makanan sisa minimal pada suhu 70 °C untuk membunuh kuman berbahaya.2,9 Berikut adalah suhu minimal yang aman dalam memanaskan kembali sesuai golongan makanan 10:
- 74°C: unggas dan olahannya; masakan yang mengandung unggas, telur, daging, ikan, atau bahan makanan berisiko lainnya
- 71°C: daging giling selain unggas
- 70°C: ikan, daging sapi, daging kambing, nasi, hidangan laut, makanan berisiko lainnya
Gunakan termometer makanan untuk memastikan makanan telah mencapai suhu pemanasan yang aman.4,6 Jika termometer makanan tidak tersedia, maka pastikan memanaskan makanan sisa hingga mendidih.4
C. Panaskan makanan dengan merata
Pastikan untuk memanaskan makanan sisa secara merata, hingga seluruh bagian makanan sisa telah dipanaskan. Hal tersebut untuk mematikan kuman yang mungkin berkembang biak selama proses penyimpanan makanan sisa.2,9 Aduk makanan yang sedang dipanaskan agar suhu pemanasan merata.6
D. Panaskan makanan hingga keluar uap panas
Pastikan makanan dipanaskan hingga mengeluarkan uap panas. Hal tersebut akan mematikan bakteri yang mungkin tumbuh pada makanan ketika disimpan di kulkas. Jika makanan hanya dipanaskan hingga hangat saja, kemungkinan makanan tersebut tidak aman untuk dimakan.11,12
Panaskan makanan sisa sambil ditutup untuk mempertahankan cairan dalam makanan dan memastikan seluruh bagian makanan telah dipanaskan. Uap yang panas dapat membantu mematikan bakteri berbahaya dan memastikan pemasakan merata.5
E. Panaskan makanan berkuah dan bersaus sampai mendidih
Panaskan makanan berkuah dan bersaus dengan dipanaskan hingga mendidih.5,6
F. Gunakan peralatan yang bersih dan aman
Gunakan peralatan yang bersih untuk memanaskan makanan. Selain itu, pastikan gunakan peralatan untuk memasak atau memanaskan makanan yang aman dan sesuai cara pemakaiannya.13 Contohnya, gunakan microwave dengan benar jika akan memanaskan masakan menggunakan microwave.
G. Perhatikan proses pemanasan menggunakan microwave
Pemanasan makanan dengan microwave cenderung kurang merata, sehingga makanan perlu ditata secara merata dalam wadah tertutup yang aman untuk microwave. Selain itu, makanan juga perlu diaduk sesekali agar pemanasan matang merata. Jika perlu, tambahkan cairan pada makanan yang akan dipanaskan. Setelah makanan dipanaskan, tetap tutup wadah makanan dan biarkan selama 2 menit sebelum dimakan.7,13,14
H. Panaskan oven dan grill terlebih dahulu
Jika memanaskan makanan menggunakan oven atau panggangan (grill), panaskan oven dan grill terlebih dahulu.13
I. Segera konsumsi masakan setelah dipanaskan kembali
Setelah dipanaskan kembali, segera konsumsi makanan agar makanan tidak menjadi dingin dan bakteri dapat tumbuh pada makanan.13
J. Panaskan makanan kembali sekali saja
Hindari memanaskan makanan kembali lebih dari sekali. Pada suhu 63 °C, bakteri berhenti bertumbuh dan akan mulai mati pada suhu lebih tinggi. Namun, tidak semua bakteri dapat dihancurkan dengan pemanasan kembali. Mungkin saja, beberapa bakteri akan bertahan, terutama yang mampu membentuk spora (lapisan luar yang keras untuk melindungi bakteri). Spora bisa bertahan dalam proses memasak. Jika suhu makanan turun kembali ke zona suhu bahaya (antara suhu 4°C dan 60°C) yang mendukung pertumbuhan bakteri, maka bakteri bisa tumbuh kembali.11,15 Setiap kali makanan dipanaskan, akan terjadi penurunan kualitas gizi dan bisa terjadi pembentukkan toksin yang mungkin berdampak bagi kesehatan.1 Memanaskan makanan berulang kali dapat menurunkan kandung vitamin dalam makanan.2
I. Panaskan hanya makanan yang akan dikonsumsi saja
Untuk mencegah pemanasan makanan berulang, maka bagi dan simpan makanan dalam porsi yang dapat dihabiskan setelah dihangatkan kembali. Seringkali ketika kita memasak dalam jumlah besar, makanan tersebut tidak langsung habis. Untuk menghindari pemanasan kembali makanan yang berulang-ulang, simpan makan dalam beberapa porsi di wadah terpisah. Thawing dan panaskan kembali sesuai dengan jumlah yang kira-kira dapat dihabiskan.
Pada intinya, memanaskan makanan kembali boleh dilakukan, asalkan caranya tepat! Kamu butuh dampingan dalam menentukan pola makan sesuai kondisi tubuh, kesukaan, dan kesibukan kamu? Yuk, .
Editor: Wahyu Kurnia Yusrin Putra, SKM, MKM
Artikel terkait:
Referensi:
- Grumezescu AM, Holban AM (eds). Food Safety and Preservation: Modern Biological Approaches to Improving Consumer Health. Massachusetts: Academic Press, 2018.
- Wardlaw GM. Contemporary nutrition: a functional approach. 2nd ed. New York: McGraw-Hill Education, 2012.
- Mann J, Truswell AS (eds). Essentials of human nutrition. 4th ed. Oxford: Oxford University Press, 2012.
- Centre for Food Safety. Food safety is in your hands critical control points are your friends (7 food safety tips), https://www.cfs.gov.hk/english/programme/programme_haccp/programme_haccp_tips05.html (accessed 6 April 2023).
- United States Department of Agriculture. Leftovers and Food Safety , https://www.fsis.usda.gov/food-safety/safe-food-handling-and-preparation/food-safety-basics/leftovers-and-food-safety (accessed 6 April 2023).
- Government of Canada. Food safety tips for leftovers, https://www.canada.ca/en/health-canada/services/general-food-safety-tips/food-safety-tips-leftovers.html (2020, accessed 6 April 2023).
- South Carolina Department of Health and Environmental Control. Food Safety – Proper Cooking & Reheating Temperatures, https://scdhec.gov/food-safety-proper-cooking-reheating-temperatures (2019, accessed 6 April 2023).
- Food Standards Australia & New Zealand. Cooling and reheating food, https://www.foodstandards.gov.au/foodsafety/standards/Pages/Cooling-and-reheating-food.aspx (2021, accessed 6 April 2023).
- PAHO/WHO. WHO ‘Golden Rules’ for Safe Food Preparation, https://www.paho.org/en/health-emergencies/who-golden-rules-safe-food-preparation (accessed 6 April 2023).
- The Windsor-Essex County Health Unit. Cooking and Reheating Temperatures, https://www.wechu.org/food-safety/cooking-and-reheating-temperatures (2022, accessed 6 April 2023).
- Food Standards Scotland. Guide to cooking food safely at home, https://www.foodstandards.gov.scot/consumers/food-safety/at-home/cooking-food (accessed 6 April 2023).
- Government of South Australia. Thawing, cooking, cooling and reheating food, https://www.sahealth.sa.gov.au/wps/wcm/connect/public+content/sa+health+internet/conditions/food+safety/keeping+your+food+safe/thawing+cooking+cooling+and+reheating+food (accessed 6 April 2023).
- Food Standards Agency. Reheating, https://www.food.gov.uk/sites/default/files/media/document/reheating.pdf (accessed 6 April 2023).
- University of Minnesota Extension. Storing and reheating leftovers, https://extension.umn.edu/preserving-and-preparing/storing-and-reheating-leftovers (2021, accessed 6 April 2023).
- London Borough of Bromley. Temperature control: hot food, https://www.bromley.gov.uk/leaflet/261478/12/751/d (accessed 6 April 2023).

