
Sebelum mengenal lebih lanjut terkait makanan lokal atau sering juga disebut pangan lokal, alangkah baiknya untuk mengetahui definisinya terlebih dahulu. Pangan lokal adalah bahan pangan atau makanan yang tumbuh atau ditanam dan diproduksi oleh suatu wilayah tertentu dengan tujuan untuk dikonsumsi. Pangan lokal diantaranya adalah kelompok umbi-umbian, jagung, kacang-kacangan, sayuran, serta buah.(1) Indonesia merupakan negara dua musim yang memungkinkan segala jenis tanaman dapat tumbuh di berbagai wilayah. Selama ini, kita mengenal dengan nasi, jagung, dan singkong sebagai makanan pokok asli Indonesia. Faktanya tidak hanya itu. Masih banyak makanan pokok lokal yang tersebar dipenjuru Indonesia. Yuk kenalan dengan tujuh pangan lokal Indonesia yang dapat menjadi alternatif pengganti nasi sebagai makanan pokok!
Jali-jali
Siapa yang tidak mengenal jail-jali? Jail-jali atau hanjeli adalah salah satu sumber karbohidrat yang mudah tumbuh di Indonesia. Tanaman ini memiliki berbagai penyebutan di berbagai daerah, diantaranya adalah jail watu, jelei, jangle, luwong, karisi dan klumba (Nasrulloh). Biji jail dihasilkan oleh tanaman padi-padian (Poaceae). Biji jali memiliki warna putih, berbentuk oval, dan menyerupai manik-manik. Tanaman jail dapat ditemukan di berbagai lahan seperti lahan basah dan lahan kering yang tersebar di Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, dan Jawa. Sebagian masyarakat Indonesia mengonsumsi hanjeli layaknya beras yang dimasak menjadi nasi ataupun bubur. Oleh sebab teksturnya yang kenyal dan tidak lengket, biji jail juga dimanfaatkan untuk membuat beranekaragam makanan seperti bubur tape, dan dodol. Selain itu, biji dapat diolah menjadi tepung dan digunakan sebagai substitusi tepung terigu. Produk olahan yang dapat dibuat dari tepung jail diantaranya adalah kukis, kue, brownies, dan biskuit . (2–4)
Gembili
Gembili merupakan umbi-umbian yang memiliki penampakan menyerupai singkong. Umbi ini biasanya digunakan sebagai makanan pokok pengganti nasi di daerah Papua. Gembili memiliki tekstur yang unik. Kandungan amilopektin (zat yang memberikan tesktur lengket) pada gembili membuat umbi ini mudah rekat ketika dihancurkan. Pada beberapa daerah, seperti di Jawa Tengah dan Jawa Timur, gembili digunakan sebagai substitusi singkong untuk membuat gethuk. Disamping itu, gembili juga diolah menjadi tepung. Tepung gembili memiliki kandungan inulin yang merupakan serta larut air sebesar 14,77%. Konsumsi inulin dalam jumlah cukup dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan. Oleh karena itu, banyak penelitian yang menggunakan tepung gembili sebagai bahan baku pembuatan kukis ataupun es krim.(5,6)
Sorgum
Beberapa orang pasti sudah tidak asing lagi dengan sorgum. Sorgum adalah kelompok serealia yang memiliki kandungan gizi yang tidak kalau dengan jagung ataupun beras cokelat. Sorgum mulanya berasal dari Afrika yang kemudian menyebar ke berbagai daerah, salah satunya Indonesia. Selain dari Afrika, Indonesia ternyata juga memiliki sorgum lokal yang tumbuh secara liar. Sorgum ini banyak ditemukan di daerah Jawa Timur seperti Bojonegoro, Probolinngo, Pasuruan, Jombang, dan Tuban. Secara garis besar, sorgum berbentuk biji-bijian yang bergerombol.(7) Tanaman ini dibedakan berdasarkan karakteristik pelepahnya, ada pelepah putih, pelepah hijau, dan pelepah cokelat.(8) Sorgum dapat digunakan sebagai substitusi beras. Biji sorgum dapat diolah menjadi sirup, tepung ataupun pati. Tidak sedikit makanan yang diolah dengan substitusi tepung sorgum, diantaranya adalah roti tawar dan kue. (7)
Kimpul
Kimpul atau talas adalah salah satu umbi-umbian yang cukup sering dijumpai dalam bentuk keripik. Umbi yang juga disebut sebagai mbote atau talas Belitung ini hampir dijumpai diseluruh kepulauan Indonesia. Umbi talas berwarnah putih dan memiliki kulit luar kecoklatan. Di beberapa daerah, kimpul digunakan sebagai pengganti nasi ataupun sebagai bahan baku pembuatan gethuk. Disamping itu, sebuah penelitian menggunakan kimpul sebagai bahan dasar gula karena tergolong dalam indeks glikemik yang rendah. Pada beberapa kasus, konsumsi talas dapat menyebabkan efek gatal pada tenggorokkan. Hal tersebut disebabkan oleh kandungan kalsium oksalat di dalam kimpul. Senyawa kalsium oksalat dapat diturunkan dengan cara merendam kimpul menggunakan air atau air asam. Semakin lama perendaman maka semakin banyak pula kalsium oksalat yang terlarut. (9,10)
Gadung
Tidak hanya kimpul yang ditemukan di seluruh pulau Indonesia, Gadung juga terdapat di berbagai wilayah tanah air. Umbi yang satu ini kerap ditemukan di tempat yang teduh atau sekitaran aliran sungai. Gadung memiliki warna putih kekuningan. Olahan dari umbi gadung biasanya berbentuk keripik. Namun tak jarang juga masyarakat yang mengonsumsi gadung dalam keadaan direbus atau dikukus. Pati dari umbi gadung tergelatinisasi pada suhu tinggi yang kemudian berpotensi untuk digunakan sebagai pengental. Tidak hanya itu, tepung gadung dapat digunakan untuk mengurangi ketergantungan terhadap tepung terigu dalam pembuatan mie. (11) Meskipun demikian ada satu hal yang perlu diperhatikan sebelum mengolah gadung, yaitu kandungan asam sianida yang ada pada umbi ini terutama dibagian dekat kulit. Pengolahan yang tepat dapat menurunkan dan bahkan menghilangkan asam sianida pada gadung. Asam sianida pada gadung dapat diturunkan dengan merendam gadung pada abu sekam padi. Selain itu, proses perebusan juga membantu menghilangkan asam sianida pada umbi. (12)
Ganyong
Ganyong tergolong sebagai salah satu umbi-umbian khas Indonesia. Tanaman ini memiliki bentuk herba berumpun. Secara sekilas, ganyong berbentuk menyerupai lengkuas dengan ukuran yang lebih besar. Ganyong atau Canna edulis Kerr tumbuh di daerah tropis dan banyak ditemukan di pekarangan ataupun tumbuh liar di hutan. Tanaman ini dibudidayakan di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Umumnya, ganyong diolah dengan cara digoreng, dikukus, dibakar, atau sebagai bahan makanan campuran. Ganyong memiliki amilopektin yang cukup tinggi, sehingga memungkinkan terbentuknya tekstur kenyal pada produk turunannya. Tepung dari umbi ganyong berpotensial besar untuk digunakan sebagai penganti terigu dalam pembuatan mie. Selain itu, ganyong juga diprediksi dapat dimanfaatkan dalam pembuatan minuman prebiotik, biskuit, makanan bayi, bihun, sohun, bahan pengental, jeli, dan makanan tradisional.(13,14)
Garut
Pernahkah mendengar istilah pati mberut? Ya pati mberut merupakan produk turunan dari umbi garut. Pati ini terkenal akan seratnya yang halus dan mudah dicerna, sehingga sebagian orang menggunakannya ketika memiliki masalah pencernaan. Tepung atau pati dari umbi garut banyak dimanfaatkan sebagai substitusi dari beras dan gandum. Tepung garut dapat diolah menjadi kue cubit, substitusi tepung pada pembuatan biskuit, dan juga bubur. Umbi garut berwarna putih dan memiliki ruas-ruas yang mirip dengan lengkuas. Tanaman garut biasanya tumbuh di daerah yang memiliki iklim panas dan tanah basah. Mayoritas tanaman garut dapat dijumpai di Pilau Jawa, Maluku, dan Sulawesi. (15,16)
Ternyata banyak bukan makanan pokok lokal kita? Setelah mengetahui informasi terkait hanjeli, kimpul, garut dan teman-temannya, mari kita lihat berbandingan nilai gizi pangan-pangan lokal tersebut dengan nasi!
Tabel Nilai Gizi Pangan Lokal Sumber Karbohidrat dalam 100 g Bahan Mentah(17,18)
| Komposisi Gizi | Beras | Jali-jali | Gembili | Sorgum | Talas | Gadung | Ganyong | Garut |
| Air (g) | – | 23 | 66,4 | 11 | 63,1 | 74,4 | 79,9 | 11,37 |
| Energi (kal) | 369 | 324 | 131 | 366 | 145 | 100 | 77 | 357 |
| Protein (g) | 9,5 | 11 | 1,1 | 11 | 1,2 | 0,9 | 0,6 | 0,3 |
| Lemak (g) | 1,4 | 4 | 0,2 | 3,3 | 0,4 | 0,3 | 0,2 | 0,1 |
| Karbohidrat (g) | 77,1 | 61 | 31,3 | 73 | 34,2 | 23,5 | 18,4 | 88,15 |
| Serat (g) | 0,4 | 3,1 | 1,1 | 1,2 | 1,5 | 2,1 | 0,8 | – |
| Abu (g) | 0,6 | 1 | 1 | 1,7 | 1,1 | 0,9 | 0,9 | – |
| Kalsium (mg) | 68 | 213 | 14 | 28 | 26 | 79 | 15 | 40 |
| Fosfor (mg) | 171 | 176 | 56 | 287 | 54 | 66 | 67 | 5 |
| Besi (mg) | 1,4 | 11 | 0,6 | 4,4 | 1,4 | 0,9 | 1 | 0,33 |
| Natrium (mg) | 34 | 24 | 10 | 7 | 6 | 8 | – | – |
| Kalium (mg) | – | – | 200 | 249 | 536,1 | 687,2 | – | – |
| Tembaga (mg) | 0 | 0,10 | 0,2 | – | 0,20 | 0,20 | – | – |
| Seng (mg) | 0 | 0,4 | 0,3 | – | 0,9 | 0,2 | – | |
| Thiamin (mg) | 0,26 | 0,14 | 0,08 | 0,09 | 0,10 | 0,23 | 0,1 | 0,0001 |
| Riboflavin (mg) | 0 | 0,08 | 0 | 0,14 | 0,10 | 0 | – | – |
| Niasin (mg) | 0 | 1,8 | 0,9 | 2,8 | 2,3 | 0,5 | – | – |
| Vitamin C (mg) | 0 | 0 | 4 | 0 | 2 | 2 | 9 | – |
Dari Tabel diatas dapat kita simpulkan bahwa dalam 100 gram bahan mentah dari jail-jali, sorgum, dan garut memiliki energi yang hampir setara dengan 100 gram beras. Sementara, dalam 100 gram gembili, talas, gadung, dan ganyong memiliki mentah memiliki kandungan kalori yang lebih rendah dari pada beras. Berdasarkan table tersebut, jail-jali dan sorgum memiliki kandungan protein yang paling tinggi, bahkan lebih tinggi daripada beras. Disamping itu, semua sumber makanan pokok diatas memiliki kandungan serat yang lebih tinggi dari beras. Terlebih, pada beberapa makanan pokok seperti jail-jali, gembili, sorgum, dan talas mengandung lebih banyak mineral dan vitamin. Kesimpulannya adalah pangan-pangan lokal diatas berpotensi besar untuk mengantikan nasi ataupun tepung terigu yang biasa kita konsumsi sehari hari.
Alasan mengapa kita perlu mengenali dan mengonsumsi makanan lokal kita?
Bahan makanan atau pangan lokal merupakan makanan khas Bangsa Indonesia. Oleh karena itu, dengan mengonsumsi makanan lokal Indonesia, secara tidak langsung kita juga ikut melestarikan makanan tersebut. Setiap pangan lokal Indonesia memiliki kandungan gizi yang bervariasi. Mengonsumsi berbagai macam pangan lokal menyebabkan asupan zat gizi kita menjadi lebih lengkap. Sebagai contoh, ketika kita sesekali mengganti nasi yang biasa kita konsumsi menjadi talas, maka kita telah mengkonsumsi berbagai macam vitamin dan mineral yang tidak terkandung di nasi seperti kalium, tembaga, seng, niasin, dan vitamin C yang tentunya bermanfaat untuk tubuh kita.
Selain faktor kandungan gizi , konsumsi pangan lokal yang bervariasi juga bermanfaat bagi kesehatan. Umpamakan kita mengonsumsi jail-jali atau sorgum sebagai pengganti nasi sesekali, kita akan mendapatkan asupan serat yang lebih banyak dalam satu kali makan. Konsumsi serat yang cukup dapat memperlancar pencernaan, memperlama rasa kenyang, dan mencegah kanker usus. Selain itu, serat pangan juga dapat mengurangi kadar kolesterol dalam darah dan menurunkan tekanan darah. Mencoba mengonsumsi beragam makanan pokok selain nasi akan meningkatkan diversifikasi atau keberagaman pangan, Hal tersebut tentunya mendukung tercapainya ketahanan pangan nasional. Di kemudian hari, kita dapat mengurangi import bahan makanan pokok dari luar karena sejatinya Indonesia memiliki banyak bahan makanan pokok yang bisa dieksplorasi, kaya zat gizi, dan tentunya bermanfaat untuk kesehatan. (19,20)
Setelah mengetahui beragam makanan pokok lokal Indonesia, kira-kira teman-teman mau mencoba konsumsi yang mana?
Editor: Mayesti Akhriani, S.Gz, MSc

Referensi
- Gening FL. Survey Pemanfaatan Pangan Lokal Untuk Mencegah Anemia Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Alak Wilayah Kerja Kota Kupang. CHMK Midwifery Sci J. 2018 Sep 21;1(3):29–29.
- Masyitha NF, Efrina E. (Coix lacryma-jobi L) Terhadap Daya Terima Fetuccine Sukun. 2021;
- Nasrulloh N, Amar MI, Simanungkalit SF. Proximate Composition, Crude Fiber and Organoleptic Evaluation of Mixed Tempeh from Soybean and Jali-jali. J Ilmu Pangan Dan Has Pertan. 2021 Jul 29;5(1):93–105.
- Tanaman Jali Sumber Pangan Alternatif [Internet]. [cited 2022 Dec 23]. Available from: https://pustaka.setjen.pertanian.go.id/index-berita/tanaman-jali-sumber-pangan-alternatif
- Koir RI, Devi M, Wahyuni W. Analisis Proksimat Dan Uji Organoleptik Getuk Lindri Substitusi Umbi Gembili (Dioscorea Esculenta L). Teknol Dan Kejuru J Teknol Kejuru Dan Pengajarannya. 2017 Feb 13;40(1):87–98.
- Sabda M, Wulanningtyas HS, Ondikeleuw M, Baliadi Y. Characterization of Potential Local Gembili (Dioscorea esculenta L) from Papua as Alternative of Staple Food. Bul Plasma Nutfah. 2019 Mar 28;25(1):25.
- Sulistyawati S, Dyah Roeswitawati, Jabal Tarik Ibrahim, Maftuchah. Genetic diversity of local sorghum (Sorghum bicolor) genotypes of East Java, Indonesia for agro-morphological and physiological traits. Biodiversitas J Biol Divers [Internet]. 2019 Aug 15 [cited 2022 Dec 22];20(9). Available from: https://smujo.id/biodiv/article/view/3958
- Wahyono T, Sugoro I, Jayanegara A, Wiryawan KG, Astuti DA. Nutrient Profile and In vitro Degradability of New Promising Mutant Lines Sorghum as Forage in Indonesia. Adv Anim Vet Sci [Internet]. 2019 Aug [cited 2022 Dec 22];7(9). Available from: http://nexusacademicpublishers.com/table_contents_detail/4/1218/html
- Agustin R, Estiasih T, Krisna A. Penurunan Oksalat Pada Proses Perendaman Umbi Kimpul (Xanthosoma Sagittifolium) Di Berbagai Konsentrasi Asam Asetat. J Teknol Pertan. 2017 Dec 5;18(3):191–200.
- View of Kimpul (Xanthosoma sagitifolium) liquid sugar with low glycemic index [Internet]. [cited 2022 Dec 23]. Available from: https://www.ijfsab.com/index.php/fsab/article/view/84/116
- Kumoro AC, Widiyanti M, Ratnawati R, Retnowati DS. Nutritional and functional properties changes during facultative submerged fermentation of gadung (Dioscorea hispida Dennst) tuber flour using Lactobacillus plantarum. Heliyon. 2020 Mar 1;6(3):e03631.
- Pramitha AR, Wulan SN. Dengan Kombinasi Perendaman Dalam Abu Sekam Dan Perebusan. 2017;
- Hasanah F, Hasrini RF. Pemanfaatan Ganyong (Canna edulis KERR) sebagai Bahan Baku Sohun dan Analisis Kualitasnya. War Ind Has Pertan. 2018 Dec 31;35(2):99.
- Rosalina L. Kadar Protein, Elastisitas , Dan Mutu Hedonik Mie Basah Dengan Substitusi Tepung Ganyong. J Pangan Dan Gizi. 2018 Apr 12;8(1):1–10.
- Handayani T, Wijayanto N, Wulandari AS. Analisis Pertumbuhan Mindi (Melia Azedarach L) Dan Produktivitas Umbi Garut (Maranta Arundinacea Dan Maranta Linearis L) Dalam Sistem Agroforestri Growth Analysis of Mindi (Melia azedarach L) and Productivity of Arrowroot…. J Trop Silvic. 2018;9(2):144–50.
- Saputri NAI, Wijanarka A, Widiany FL. Variasi Pencampuran Tepung Okra Dan Tepung Garut Terhadap Sifat Fisik, Aktivitas Antioksidan Dan Kandungan Makronutrien Kue Cubit. J Teknol Pangan [Internet]. 2021 Dec 31 [cited 2022 Dec 24];15(2). Available from: http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/teknologi-pangan/article/view/2948
- Data Komposisi Pangan Indonesia – Beranda [Internet]. [cited 2022 Dec 24]. Available from: https://www.panganku.org/id-ID/semua_nutrisi
- Latifah E, Rahmawaty S, Rauf R. Biskuit Garut-Tempe Tinggi Energi Protein sebagai Alternatif Snack untuk Anak Usia Sekolah; Analisis Kandungan Energi Protein dan Daya Terima. Darussalam Nutr J. 2019 Jun 15;3(1):19–29.
- Coritama C, Pranata FS, Swasti YR. Manfaat Bekatul Beras Putih dan Angkak dalam Pembuatan Cookies dan Roti. Muhammadiyah J Nutr Food Sci MJNF. 2021 Jul 30;2(1):43–57.
- Afriansyah SS, Indra Irjani Dewijanti Sp. Persepsi Masyarakat Terhadap Perubahan Pola Konsumsi Pangan Lokal Ke Pangan Beras Di Papua Barat. J Berbas Sos. 2020 Dec 31;1(2):1–9.
