Daging merah merupakan daging dari otot hewan mamalia, misalnya sapi, kambing, domba, babi, kuda, dan rusa.1 Konsumsi daging merah sering dikatakan dapat meningkatkan penyakit jantung. Tapi apakah benar? Mari kita bahas!

Beberapa penelitian memang membuktikan adanya hubungan antara konsumsi daging merah dan olahannya dengan kesehatan jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular). [Perlu diperhatikan bahwa penelitian-penelitian berikut dilakukan di berbagai negara dan pada berbagai orang dengan karakteristik yang bervariasi jika dengan orang Indonesia. Oleh karena itu, dampak yang dialami dari konsumsi daging merah terhadap kesehatan kardiovaskular mungkin saja sama ataupun berbeda dengan hasil penelitian berikut untuk konteks orang Indonesia]
Penelitian Al-Shaar et al.
Penelitian tersebut menunjukkan bahwa asupan daging merah total, daging merah non-olahan (unprocessed red meat), dan daging merah olahan (processed red meat) berhubungan dengan risiko penyakit jantung koroner yang lebih tinggi.2
Penelitian Zhong et al.
Penelitian tersebut menunjukkan bahwa asupan daging olahan dan daging merah non-olahan berhubungan dengan kejadian penyakit kardiovaskular.3
Penelitian Papier et al.
Tinjauan sistematis tersebut menunjukkan bahwa asupan daging merah non-olahan dan olahan yang lebih tinggi berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit jantung iskemik.4 Penyakit jantung iskemik adalah ganguan jantung yang disebabkan oleh penyempitan pembuluh arteri koroner jantung yang menyuplai darah ke otot jantung.5
Terdapat beberapa alasan yang membuat daging merah dianggap tidak baik untuk kesehatan jantung.
Daging merah mengandung lemak jenuh
Lemak jenuh secara alami ada di dalam berbagai makanan. Sebagian besar lemak jenuh berasal dari bahan makanan hewani, termasuk daging merah.6 Secara umum, daging merah memiliki lebih banyak lemak jenuh dibandingkan ayam tanpa kulit dan ikan. Lemak jenuh dapat meningkatkan kolesterol darah dan risiko penyakit jantung.7
Konsumsi banyak lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah yang kemudian meningkatkan risiko penyakit jantung koroner (PJK).8 Penelitian menunjukkan jika dibandingkan dengan konsumsi sumber protein nabati, konsumsi daging merah menyebabkan peningkatan kadar kolesterol LDL sedikit hingga sedang.9 Metode memasak daging merah juga memengaruhi kandungan kolesterol hidangan daging. Penelitian Keklik et al. menunjukkan bahwa kandungan lemak dan kolesterol dalam daging domba dan sapi meningkat setelah digoreng.10 Ketahui selengkapnya di Garam dan Lemak Menyebabkan Darah Tinggi, Kenapa?
Daging merah mengandung lemak trans
Bahan makanan hewani, termasuk daging merah mengandung sedikit lemak trans.11 Lemak tersebut diproduksi secara alami dalam usus hewan.12 Namun, lemak trans dalam bentuk alami tersebut belum terbukti kuat dapat menyebabkan masalah kesehatan.11 Webb menyatakan bahwa bagian daging sapi dan domba yang sedikit lemak (lean) mengandung sedikit lemak trans. Lemak trans yang terkandung adalah vaccenic acid, rumenic acid, dan isomer conjugated linoleic acid (CLA). CLA pada daging merah bermanfaat karena sifat antioksidan dan anti-karsinogenik (anti zat penyebab kanker).13
Sebagian besar lemak trans berasal dari bahan makanan olahan.11 Oleh karena itu, lemak trans yang berdampak buruk bagi kesehatan merupakan lemak dari pengolahan daging merah seperti corned beef, sosis, dan sebagainya.
Daging merah mengandung sodium
Secara alami, kandungan sodium (zat dalam garam) dalam daging merah segar tergolong rendah.14 Namun, sodium dalam bentuk garam akan ditambahkan ke dalam produk olahan daging merah, misalnya sosis, smoked beef, atau corned beef. Di dalam daging olahan, garam memiliki beberapa fungsi. Pertama, garam membantu “mengikat” protein dalam daging dan berperan juga sebagai agen pengikat antara daging dan lemak. Garam juga membantu meningkatkan citarasa daging olahan.15 Garam juga ditambahkan untuk menurunkan aktivitas air dalam beberapa produk olahan daging. Hal tersbeut dilakukan untuk mencegah pertumbuhan kuman penyebab penyakit.14 Webster et al.melakukan survey sistematik pada makanan olahan di Australia. Hasil survey tersebut menunjukkan bahwa daging olahan menjadi kelompok dengan kandungan sodium tertinggi kedua.16 Oleh karena itu, kandungan sodium yang perlu menjadi perhatian adalah dari daging olahan maupun dari proses mengolah daging di rumah (menambahkan garam, margarin, mentega, atau sumber sodium lainnya). Asupan sodium berlebihan dapat menyebabkan tekanan darah tinggi yang kemudian meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.17 Baca selengkapnya di Garam dan Lemak Menyebabkan Darah Tinggi, Kenapa?
Daging merah mengandung zat penyebab inflamasi (peradangan tubuh)
Daging merah dan olahannya dianggap sebagai makanan yang menyebabkan inflamasi.18 Berbagai penelitian memperlihatkan bahwa daging merah memang dapat meningkatkan inflamasi. Penelitian Wang et al. menunjukkan bahwa asupan daging merah total (daging merah dan olahannya) yang lebih banyak menyebabkan konsentrasi CRP dalam darah lebih tinggi.19 CRP adalah singkatan dari c-reactive protein yang merupakan protein dalam tubuh yang dihasilkan oleh hati. Dalam keadaan normal, kadar CRP dalam darah rendah. Namun, hati akan melepaskan lebih banyak CRP ke dalam darah jika tubuh sedang mengalami inflamasi.20 Hasil yang sama juga didapatkan oleh Wu et al. dalam sebuah penelitian yang menemukan bahwa asupan daging merah non-olahan (unprocessed red meat) memiliki hubungan positif dengan CRP dan trigliserida pada mantan perokok. Hubungan positif artinya semakin banyak asupan daging merah non-olahan, semakin tinggi konsentrasi CRP dan trigliserida.21 Trigliserida merupakan salah satu bentuk lemak dalam tubuh. Inflamasi kronis merupakan penyebab banyak kondisi jantung dan pembuluh darah, termasuk kondisi ateherosclerosis (penumpukkan plak lemak pada pembuluh darah arteri) yang dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke.22
Penelitian Chai et al. tidak hanya menunjukkan bahwa asupan daging merah dan olahan yang lebih tinggi pada perempuan berhubungan denagn CRP yang lebih tinggi, namun juga berhubungan dengan kadar adiponektin yang lebih rendah.23 Adiponektin dikeluarkan oleh sel penyimpanan lemak dalam tubuh (adiposit) untuk mengatur metabolisme lemak, kadar gula darah, dan sensitivitas insulin melalui sifat anti-inflamasi dan antioksidan yang dimilikinya.24 Kadar adiponektin merupakan faktor risiko penyakit kardiovaskular.25
Sebaliknya, penelitian Mazidi et al. memperlihatkan bahwa asupan daging merah yang lebih rendah berhubungan dengan profil (kondisi) resistensi insulin dan inflamasi dalam tubuh yang dapat melindungi jantung.26
Daging merah menyebabkan bakteri usus menghasilkan senyawa trimethylamine N-oxide
Beberapa tahun terakhir ini, mulai bermunculan penelitian yang menunjukkan bahwa proses pencernaan daging merah akan menghasilkan senyawa trimethylamine N-oxide (TMAO) yang berhubungan dengan penyakit kardiovakular. TMAO merupakan produk hasil metabolisme karnitin dan kolin oleh bakteri usus. Karnitin dan kolin terkandung banyak di dalam daging merah. Kadar TMAO yang tinggi dalam darah berhubungan denagn peningkatan risiko penyakit kardiovaskular.27 Penelitian Wang et al menunjukkan bahwa asupan daging merah jangka panjang meningkatkan kadar TMAO dalam darah dan urin.28 Penelitian Wang et al. menunjukkan bahwa asupan daging merah yang lebih tinggi berhubungan dengan risiko penyakit kardiovaskular aterosklerosis yang lebih tinggi. TMAO menjadi salah satu penyebab hubungan tersebut.29 Aterosklerosis merupakan kondisi saat pembuluh darah arteri menjadi menyempit, sehingga darah menjadi lebih sulit lewat. Hal tersebut meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.30
Maka, apakah daging merah tidak baik untuk kesehatan jantung?
Telah kita ketahui bahwa daging merah segar maupun olahan memang mengandung zat yang dapat berdampak buruk untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah. Namun, dampak burut tersebut lebih mungkin terjadi jika daging merah segar atau olahan dikonsumsi secara berlebihan. Oleh karena itu, jika konsumsi daging merah kita masih sesuai porsinya dan menerapkan Pedoman Gizi Seimbang, manfaat kesehatan yang akan diperoleh lebih besar jika dibandingkan risiko untuk menyebabkan penyakit jantung dan pembuluh darah. Seberapa banyak porsi daging merah yang baik untuk kita makan? Konsultasikan langsung dengan Ahli Gizi Dietela yuk!
Tips konsumsi daging merah
- Pilih daging merah segar, minimalkan konsumsi daging merah olahan.
- Pilih potongan daging yang lebih sedikit lemaknya (lean).
- Olah daging merah tanpa penambahan lemak terlalu banyak, misalnya dipanggang, rebus, atau kukus. Hindari menggoreng daging atau mengolah daging dengan banyak santan, mentega, atau margarin.
- Batasi penambahan sumber sodium tinggi, misalnya garam, mentega, butter, kaldu bubuk, dan sebagainya.
- Pastikan mengolah daging dengan aman. Pilih tingkat kematangan daging yang aman, cari tahu di Daging medium rare yang masih merah apakah aman?
- Minimalkan konsumsi daging merah dalam bentuk olahan (corend beef, daging asap, sosis dll)
- Variasikan lauk hewani dengan daging putih (ikan dan ayam) agar mencukupi kebutuhan asam lemak tidak jenuh dan menurunkan asupan lemak total
- Konsumsi sayur dan buah segar dalam jumlah yang cukup untuk mendapatkan antioksidan yang cukup untuk membantu memelihara kesehatan jantung dan pembuluh darah
Editor: Wahyu Kurnia Yusrin Putra, SKM, MKM

Referensi
- Whitney E, Rolfes SR. Understanding Nutrition. 16th ed. Boston: Cengage Learning, Inc., 2022.
- Al-Shaar L, Satija A, Wang DD, et al. Red meat intake and risk of coronary heart disease among US men: prospective cohort study. BMJ; 371. Epub ahead of print 2 December 2020. DOI: 10.1136/BMJ.M4141.
- Zhong VW, Van Horn L, Greenland P, et al. Associations of Processed Meat, Unprocessed Red Meat, Poultry, or Fish Intake With Incident Cardiovascular Disease and All-Cause Mortality. JAMA Intern Med 2020; 180: 503–512.
- Papier K, Knuppel A, Syam N, et al. Meat consumption and risk of ischemic heart disease: A systematic review and meta-analysis. Crit Rev Food Sci Nutr 2023; 63: 426–437.
- Criteria I of M (US) C on SSCD. Ischemic Heart Disease, https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK209964/ (2010, accessed 22 May 2023).
- American Heart Association. Saturated Fat, https://www.heart.org/en/healthy-living/healthy-eating/eat-smart/fats/saturated-fats (2021, accessed 15 May 2023).
- American Heart Association. Picking Healthy Proteins, https://www.heart.org/en/healthy-living/healthy-eating/eat-smart/nutrition-basics/meat-poultry-and-fish-picking-healthy-proteins (2021, accessed 22 May 2023).
- National Health Service. Meat in your diet , https://www.nhs.uk/live-well/eat-well/food-types/meat-nutrition/ (2021, accessed 15 May 2023).
- Schoeneck M, Iggman D. The effects of foods on LDL cholesterol levels: A systematic review of the accumulated evidence from systematic reviews and meta-analyses of randomized controlled trials. Nutr Metab Cardiovasc Dis 2021; 31: 1325–1338.
- Keklik NM, Bozkurt H, Tekin AR. Effect of different cooking procedures on cholesterol and fat contents of selected meat products. Food Sci Technol 2018; 38: 683–690.
- MedlinePlus Medical Encyclopedia. Facts about trans fats, https://medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000786.htm (2022, accessed 15 May 2023).
- American Heart Association. Trans Fats, https://www.heart.org/en/healthy-living/healthy-eating/eat-smart/fats/trans-fat (2017, accessed 15 May 2023).
- Webb EC. Cis/Trans-Fatty Acid Content of Red Meats and the Related Effects on Meat Quality and Human Health. Meat Nutr. Epub ahead of print 28 July 2021. DOI: 10.5772/INTECHOPEN.96726.
- American Meat Institute. Salt Use in Meat and Poultry Products, http://www.meatami.com (2009, accessed 22 May 2023).
- Canadian Meat Council. Canadian Meat Council Fact Sheet on Sodium in Processed Meat Products Sodium in Processed Meat Products, www.healthcanada.gc.ca/foodguide (accessed 22 May 2023).
- Webster JL, Dunford EK, Neal BC. A systematic survey of the sodium contents of processed foods. Am J Clin Nutr 2010; 91: 413–420.
- Nilson EAF, Metlzer AB, Labonté ME, et al. Modelling the effect of compliance with WHO salt recommendations on cardiovascular disease mortality and costs in Brazil. PLoS One 2020; 15: e0235514.
- Harvard Health. Foods that fight inflammation, https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/foods-that-fight-inflammation (2021, accessed 16 May 2023).
- Wang Y, Uffelman C, Hill E, et al. The Effects of Red Meat Intake on Inflammation Biomarkers in Humans: A Systematic Review and Meta-Analysis of Randomized Controlled Trials. Curr Dev Nutr 2022; 6: 994.
- National Library of Medicine. C-Reactive Protein (CRP) Test, https://medlineplus.gov/lab-tests/c-reactive-protein-crp-test/ (2022, accessed 16 May 2023).
- Wu T, Sonoda S, Liu H. Unprocessed red meat intakes are associated with increased inflammation, triglycerides and HDL cholesterol in past smokers. Nutr Diet 2020; 77: 182–188.
- British Heart Foundation. Inflammation: what is it, and how does it affect the heart?, https://www.bhf.org.uk/informationsupport/heart-matters-magazine/research/what-is-inflammation#Heading3 (2021, accessed 16 May 2023).
- Chai W, Morimoto Y, Cooney R V., et al. Dietary Red and Processed Meat Intake and Markers of Adiposity and Inflammation: The Multiethnic Cohort Study. J Am Coll Nutr 2017; 36: 378.
- Nguyen TMD. Adiponectin: Role in Physiology and Pathophysiology. Int J Prev Med 2020; 11: 136.
- Hui X, Lam KS, Vanhoutte PM, et al. Adiponectin and cardiovascular health: an update. Br J Pharmacol 2012; 165: 574.
- Mazidi M, Kengne AP, George ES, et al. The association of red meat intake with inflammation and circulating intermediate biomarkers of type 2 diabetes is mediated by central adiposity. Br J Nutr 2021; 125: 1043–1050.
- Juneau M. Association between red meat consumption and the risk of cardiovascular disease: An important role of L-carnitine metabolites, https://observatoireprevention.org/en/2022/09/13/association-between-red-meat-consumption-and-the-risk-of-cardiovascular-disease-an-important-role-of-l-carnitine-metabolites/ (2022, accessed 22 May 2023).
- Wang Z, Bergeron N, Levison BS, et al. Impact of chronic dietary red meat, white meat, or non-meat protein on trimethylamine N-oxide metabolism and renal excretion in healthy men and women. Eur Heart J 2019; 40: 583–594.
- Wang M, Wang Z, Lee Y, et al. Dietary Meat, Trimethylamine N-Oxide-Related Metabolites, and Incident Cardiovascular Disease Among Older Adults: The Cardiovascular Health Study. Arterioscler Thromb Vasc Biol 2022; 42: E273–E288.
- National Health Service. Atherosclerosis, https://www.nhs.uk/conditions/atherosclerosis/ (2023, accessed 22 May 2023).
