Kenali Jenis-jenis Cokelat

Cokelat merupakan makanan yang banyak disukai oleh orang-orang. Cokelat dibuat dari biji pohon kakao yang dikeringkan, dicincang, dan dipanggang sebelum diproses lebih lanjut untuk menghasilkan chocolate liquor. Dalam pembuatan cokelat, berbagai bahan baku dicampurkan dengan olahan biji kakao sehingga menghasilkan produk cokelat yang beragam. Tahukah kamu kalau coklat memiliki banyak jenis? Ini dia jenis-jenis cokelat

Sumber gambar: Freepik

A. Unsweetened chocolate

Unsweetened chocolate terkadang disebut juga baking chocolate. Cokelat ini mengandung 47% padatan kokoa dan 53% butter kokoa (lemak dari biji kakao). Unsweetened chocolate berwarna gelap dan memiliki rasa pahit karena tidak dicampur pemanis apapun. Oleh karena itu, unsweetened chocolate kurang enak jika dimakan langsung. Cokelat jenis ini biasanya ditambahkan ke dalam resep yang mengandung gula, misalnya brownies, cake, dan cookies.

B. Dark chocolate

Dark chocolate merupakan cokelat dengan kandungan padatan kokoa yang tinggi dengan sedikit atau tanpa padatan susu (maksimal 12%). Cokelat jenis ini dibuat dengan menambahkan lemak dan gula ke dalam kakao.

C. Bittersweet chocolate

Bittersweet chocolate memiliki warna gelap dan tetap memiliki rasa pahit. Cokelat jenis ini sebagian besar mengandung chocolate liquor (setidaknya 35%), namun dapat ditambakan padatan susu maupun pemberi rasa (misalnya gula dan vanilla), emulsifier.

D. Semisweet chocolate

Semisweet chocolate sering digunakan untuk membuat chocolate chip cookies. Cokelat jenis ini mengandung lebih banyak padatan susu dan perisa lain dibandingkan bittersweet chocolate, sehingga rasanya juga lebih manis. Namun, kandungan gula pada cokelat jenis ini tetap rendah.

E. Milk chocolate

Milk chocolate merupakan jenis cokelat yang paling manis. Cokelat jenis ini memiliki warna cokelat terang dan memiliki rasa cokelat yang ringan. Milk chocolate mengandung 10-20% padatan kakao (kakao dan butter kakao) dan lebih dari 12% padatan susu. Cokelat jenis ini dapat mengandung susu bubuk atau susu kental manis. Cokelat jenis ini jarang digunakan untuk resep masakan, kecuali untuk isian cookies. Hal tersebut karena rasa dan saat dipanggang, padatan susu (yang kandungannya lebih banyak pada milk chocolate) lebih cenderung menjadi gosong. Milk chocolate sering dikonsumsi sebagai produk chocolate bar yang dicampur kacang-kacangan (almon, mete), buah kering (kismis, berry kering), rice crispy, dan sebagainya.

F. White chocolate

White chocolate tidak mengandung padatan biji kakao, namun mengandung butter kakao, sehingga memiliki tekstur creamy. Pada cokelat jenis ini, butter kakao dicampur dengan padatan susu, gula, dan lemak sayur. Cokelat jenis ini terkadang dianggap bukan benar-benar cokelat. White chocolate sering dimanfaatkan untuk membuat mousse, permen, atau saus manis. Cokelat ini jarang digunakan untuk membuat kue.

G. Couverture

Couverture merupakan cokelat berkualitas tinggi yang mengandung setidaknya 32% butter kakao. Para pembuat cokelat profesional umumnya lebih menyukai cokelat jenis ini karena lebih encer dibanding cokelat lain ketika dilelehkan. Couverture juga memiliki tampilan yang mengkilap (glossy).

H. Dutched atau alkalized cocoa

Dutched atau alkalized cocoa merupakan produk biji kakao yang telah diolah dengan zat alkali (basa) bernama potassium carbonate. Zat tersebut menetralisir keasaman kokoa, sehingga memengaruhi komposisi kimiawi. Hasilnya, rasa cokelat ini akan berubah, lebih basa, lebih ringan, dan warnanya lebih gelap.

I. Cocoa powder

Cocoa powder atau bubuk kakao merupakan bubuk coklat yang tertinggal setelah butter kakao dihilangkan dari biji kakao. Bubuk kakao tidak mengandung pemanis atau perisa apapun, sehingga lebih sering digunakan dalam membuat kue.

Jenis cokelatPadatan kokoaButter kakaoGula
Unsweetened chocolate
Dark chocolate
Bittersweet chocolate
Semisweet chocolate
Milk chocolate
White chocolate
Couverture
Dutched atau alkalized cocoa
Cocoa powder

Itu dia beragam jenis cokelat Umumnya, cokelat yang bisa langsung dikonsumsi dan lebih rendah lemak serta gula adalah dark chocholate. Sekarang kamu jadi tahu juga fungsi setiap cokelat tersebut. Saat diet, kita masih boleh kok makan cokelat, asalkan porsinya diatur dengan tepat ya. Ingat batas maksimal asupan gula adalah 50 g atau setara 4 sdm per hari. Untuk mengatur seberapa banyak cokelat yang dapat dikonsumsi agar asupan gula tidak berlebih, konsultasi dengan ahli gizi ya! Jangan lupa juga untuk mengecek informasi nilai gizi dari produk cokelat yang akan kamu konsumsi!

Editor: Wahyu Kurnia Yusrin Putra, SKM, MKM

Referensi

Experts from Mayo Clinic, Experts from University of California Los Angeles and Experts from Dole Food Company (eds) (2002) Encyclopedia of foods : a guide to healthy nutrition. Massachusetts: Academic Press.

Labensky, S. R., Martel, P. A. and Hause, A. M. (2019) On Cooking: A Textbook of Culinary Fundamentals. 6th edn. New York: Pearson Education, Inc. Marcus, J. B. (2013) Culinary Nutrition: The Science and Practice of Healthy Cooking, Culinary Nutrition: The Science and Practice of Healthy Cooking. London: Elsevier Inc.