Saat ini, sirup jagung tinggi fruktosa (High Fructose Corn Syrup/HFCS) marak digunakan oleh berbagai industri makanan dan minuman karena dianggap lebih ekonomis dan mudah digunakan dibandingkan gula pasir. Maka tidak mengherankan jika makanan dan minuman di sekitar kita banyak yang mengandung HCFS. Padahal, asupan HFCS berlebih dapat memberi dampak buruk bagi tubuh. Kira-kira apa saja dampak buruk HFCS untuk tubuh? Simak di artikel ini ya!
HFCS merupakan sirup yang bahan bakunya adalah pati jagung. Pati jagung tersebut kemudian diubah oleh enzim yang dapat mengubah glukosa menjadi fruktosa (keduanya merupakan bentuk gula paling sederhana).1–4 Cari tahu lebih lanjut mengenai sirup jagung tinggi fruktosa di artikel Apa itu Sirup Jagung Tinggi Fruktosa (High Fructose Corn Syrup/HFCS)?

Meningkatkan risiko obesitas dan peningkatan berat badan
Asupan minuman berpemanis HFCS berlebih berhubungan dengan obesitas.1 HFCS merupakan salah satu pemanis yang memiliki kalori. Kalori yang terkandung dalam HFCS sama dengan kalori gula pasir, yaitu 4 kkal per gram.2 Jenis karbohidrat yang terkandung dalam HFCS adalah karbohidrat sederhana yang lebih cepat dicerna dalam tubuh. Sama seperti pemanis berkalori lainnya, konsumsi HFCS dalam makanan dan minuman secara berlebih dapat membuat asupan kalori melebihi kebutuhan dalam sehari.3 Akibatnya, kalori tersebut disimpan sebagai lemak dan meningkatkan risiko obesitas serta peningkatan berat badan.
Cari tahu salah satu pemanis alternatif yang tidak mengandung kalori di Benarkah Gula Stevia Berguna untuk Kontrol Gula Darah?
Penelitian Meyers et al. membuktikan bahwa HFCS dapat menganggu fungsi dopamin. Berkurangnya fungsi dopamin tersebut berhubungan dengan perilaku kompulsif, penurunan pemakaian energi, dan gangguan pengaturan insulin yang dapat meningkatkan risiko obesitas. HFCS juga dapat memicu gangguan pengaturan glukosa tubuh. Perubahan pengaturan glukosa dan fungsi dopamin yang dipicu oleh HFCS dapat berkontribusi pada obesitas dalam jangka panjang.4 Sementara itu, pada penelitian Wang et al, HFCS dapat memicu obesitas dengan memengaruhi suatu kelompok bakteri usus bernama Christensenellaceae R-7.5 Christensenellaceae R-7 berhubungan dengan metabolisme lemak, indeks massa tubuh, dan obesitas.6,7
Selain itu, tidak seperti glukosa, fruktosa tidak mestimulasi sekresi (pelepasan) hormon insulin atau produksi hormon leptin. Hormon insulin dan leptin berperan sebagai pemberi sinyal penting dalam pengaturan asupan makan dan berat badan. Maka dari itu, asupan fruktosa dianggap dapat berkontribusi terhadap peningkatan asupan energi dan peningkatan berat badan.3
Meningkatkan risiko perlemakan hati
Seperti yang kita tahu, sekitar separuh bagian dari HFCS adalah fruktosa, berbeda dengan sirup jagung alami yang kandungannya 100% glukosa. Metabolisme fruktosa berbeda dengan glukosa. Pada manusia, 70% metabolisme fruktosa terjadi di hati. Pola makan tinggi fruktosa (fruktosa buatan pabrik, seperti yang berasal dari HFCS) memicu pembentukkan dan penumpukkan lemak di hati.8–11
Bagaimana caranya?
Metabolisme fruktosa berawal di usus. Fruktosa dan zat hasil metabolismenya (metabolit) dapat memengaruhi bakteri usus. Hal tersebut berkontribusi pada peningkatkan penyerapan dan penyaluran bahan baku pembentukkan lemak ke hati. Banyaknya fruktosa dan metabolitnya memicu pembentukkan lemak di hati.12
Maka dari itu, asupan fruktosa yang tinggi dapat meningkatkan risiko non-alcoholic fatty liver disease (NAFLD), yaitu kondisi saat lemak terlalu banyak disimpan di sel hati. Kemudian, penyakit perlemakkan hati dapat menyebabkan terjadinya peradangan dan kerusakan hati, sehingga terjadi penyakit hati yang lebih agresif, bernama non-alcoholic steatohepatitis (NASH). NASH dapat berkembang menjadi sirosis, kanker hati, dan gagal hati (liver failure).9,13
Meningkatkan risiko diabetes
Penelitian Sigala et al. menunjukkan bahwa asupan minuman yang diberi pemanis HCFS maupun sukrosa sama-sama memicu penurunan sensitivitas insulin pada orang dewasa dalam waktu 2 minggu.14 Begitu pula penelitian Hattori et al. yang menyatakan bahwa asupan HFCS berlebih menyebabkan gangguan toleransi glukosa (impaired glucose tolerance/IGT) akibat kerusakan sekresi insulin.15 Penelitian Meyers et al. juga membuktikan bahwa HFCS dapat menganggu fungsi dopamin. Berkurangnya fungsi dopamin tersebut berhubungan dengan gangguan pengaturan insulin.4
Hasil tersebut berkaitan kandungan fruktosa yang ada dalam HFCS. Penelitian Aeberli et al. menunjukkan bahwa asupan fruktosa secara sedang (moderate) dapat mengubah sensitivitas insulin di hati secara signifikan.16
Insulin merupakan hormon yang membantu gula darah masuk ke sel untuk diubah menjadi energi. Sensitivitas insulin penting untuk memastikan tubuh kita dapat merespon kinerja hormon tersebut dan mencegah terjadinya diabetes. Informasi selengkapnya dapat dibaca di Seberapa Penting Hormon Insulin Buat Kita?
Penelitian Goran et al. menunjukkan bahwa prevalensi diabetes lebih besar 20% di negara yang lebih tinggi ketersediaan HFCS-nya dibandingkan yang ketersediaan HFCS-nya rendah.17
Secara ringkas dapat ditarik kesimpulan bahwa berbagai penelitian menunjukkan konsumsi HFCS yang berlebihan dapat memberi dampak buruk bagi tubuh, mulai dari peningkatan berat badan dan obesitas, perlemakan hati, resistensi insulin dan sampai pada diabetes mellitus. Konsultasi dengan ahli gizi untuk tahu cara mengurangi asupan HFCS yang marak digunakan oleh industri makanan dan minuman saat ini!
Editor: Wahyu Kurnia Yusrin Putra, SKM, MKM

Referensi
- Goncalves MD, Lu C, Tutnauer J, et al. High-fructose corn syrup enhances intestinal tumor growth in mice. Science 2019; 363: 1345.
- Marcus JB. Culinary Nutrition: The Science and Practice of Healthy Cooking. London: Elsevier Inc., 2013.
- Bray GA, Nielsen SJ, Popkin BM. Consumption of high-fructose corn syrup in beverages may play a role in the epidemic of obesity. Am J Clin Nutr 2004; 79: 537–543.
- Meyers AM, Mourra D, Beeler JA. High fructose corn syrup induces metabolic dysregulation and altered dopamine signaling in the absence of obesity. PLoS One 2017; 12: e0190206.
- Wang X, Zhu L, Li X, et al. Effects of high fructose corn syrup on intestinal microbiota structure and obesity in mice. npj Sci Food 2022 61 2022; 6: 1–4.
- Alcazar M, Escribano J, Ferré N, et al. Gut microbiota is associated with metabolic health in children with obesity. Clin Nutr 2022; 41: 1680–1688.
- Waters JL, Ley RE. The human gut bacteria Christensenellaceae are widespread, heritable, and associated with health. BMC Biol 2019 171 2019; 17: 1–11.
- Muriel P, López‐sánchez P, Ramos‐tovar E. Fructose and the Liver. Int J Mol Sci; 22. Epub ahead of print 1 July 2021. DOI: 10.3390/IJMS22136969.
- Penn Medicine. The Gut Shields the Liver from Fructose-Induced Damage, https://www.pennmedicine.org/news/news-releases/2020/june/the-gut-shields-the-liver-from-fructose-induced-damage (2020, accessed 3 November 2023).
- Endocrine Society. People who consume too much high fructose corn syrup could be at risk for NAFLD, https://www.endocrine.org/news-and-advocacy/news-room/2022/people-who-consume-too-much-high-fructose-corn-syrup-could-be-at-risk-for-nafld (2022, accessed 3 November 2023).
- Softic S, Cohen DE, Kahn CR. Role of Dietary Fructose and Hepatic De Novo Lipogenesis in Fatty Liver Disease. Dig Dis Sci 2016; 61: 1282–1293.
- Yu S, Li C, Ji G, et al. The Contribution of Dietary Fructose to Non-alcoholic Fatty Liver Disease. Front Pharmacol 2021; 12: 783393.
- National Institutes of Health. How high fructose intake may trigger fatty liver disease, https://www.nih.gov/news-events/nih-research-matters/how-high-fructose-intake-may-trigger-fatty-liver-disease (2020, accessed 3 November 2023).
- Sigala DM, Hieronimus B, Medici V, et al. Consuming Sucrose- or HFCS-sweetened Beverages Increases Hepatic Lipid and Decreases Insulin Sensitivity in Adults. J Clin Endocrinol Metab 2021; 106: 3248.
- Hattori H, Hanai Y, Oshima Y, et al. Excessive Intake of High-Fructose Corn Syrup Drinks Induces Impaired Glucose Tolerance. Biomed 2021, Vol 9, Page 541 2021; 9: 541.
- Aeberli I, Hochuli M, Gerber PA, et al. Moderate amounts of fructose consumption impair insulin sensitivity in healthy young men: a randomized controlled trial. Diabetes Care 2013; 36: 150–156.
- Goran MI, Ulijaszek SJ, Ventura EE. High fructose corn syrup and diabetes prevalence: a global perspective. Glob Public Health 2013; 8: 55–64.
