Puasa Ramadhan merupakan ibadah yang wajib dilakukan oleh umat muslim setiap tahunnya. Sebagaimana yang tertera dalam QS. Al-Baqarah ayat 183 yang artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
QS. Al-Baqarah ayat 183
Pada ayat berikutnya, tertuang firman bahwa “puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”
Arti QS. Al-Baqarah ayat 184:
“(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barang siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya,1 wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Tetapi barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan,2 maka itu lebih baik baginya, dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”
QS. Al-Baqarah ayat 184

Puasa tidak hanya memberi manfaat bagi keimanan, spiritualitas, dan jiwa kita, melainkan juga memberi beragam manfaat untuk kesehatan. Seperti hadits yang diriwayatkan Ath Thabrani dalam Mu’jam al Awsath, “dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: “Berpuasalah niscaya kalian akan sehat.” Berikut adalah rangkuman 7 manfaat puasa untuk kesehatan yang wajib kamu ketahui!
1. Meningkatkan kesehatan otak
Puasa meningkatkan produksi protein bernama brain-derived neurotrophic (BDNF).1,2 Protein tersebut dipercaya dapat melindungi dari penyakit Alzheimer (penyakit otak yang menurunakn daya ingat, kemampuan berpikir, dan fungsi mental lainnya). Hal tersebut karena protein itu dapat membantu otak memproduksi sel sehat yang baru dan memperkuat sel lama yang telah ada, sehingga meningkatkan kognisi.2 Selain itu, kadar BDNF yang tinggi juga berhubungan dengan tingkat depresi yang lebih rendah dan peningkatkan suasana hati (mood) serta motivasi.1
2. Menurunkan kadar gula darah
Puasa berkaitan erat dengan produksi dan tingkat sensitivitas hormon insulin, hormon yang bertugas mengubah glukosa dalam darah menjadi glikogen dalam sel. Ketika kita berpuasa maka otomatis hormon insulin tidak diproduksi, hal tersebut karena hormon insulin dilepaskan ketika makan. Puasa akan meningkatkan aksi hormon insulin, membuat sel lebih sensitif terhadap keberadaan hormon tersebut. Sensitivitas tubuh terhadap hormon insulin yang meningkat menyebabkan kadar hormon insulin dan kadar gula darah menurun.2 Sel tubuh yang sensitif terhadap insulin dan Kadar hormon insulin yang terjaga juga akan menurunkan kejadian peradangan dalam tubuh.3,4
3. Membantu penurunan berat badan
Saat puasa, waktu kita untuk makan dalam sehari berkurang. Jika kita menerapkan pola makan sehat dengan baik, maka asupan makan kita juga akan berkurang selama puasa (kalori masuk berkurang). Selain itu, puasa dapat menyebabkan perubahan kadar hormon-hormon dalam tubuh yang akan meningkatkan kecepatan metabolisme di dalam tubuh.2 Efek yang ditimbulkan dari puasa tidak sama dengan pengurangan asupan kalori biasa. Perubahan hormon yang akan menstabilkan atau bahkan meningkatkan metabolisme terjadi selama puasa, namun tidak pada pengurangan asupan kalori biasa.5 Peningkatan metabolisme yang terjadi akibat berpuasa akan meningkatkan energi yang digunakan oleh tubuh (peningkatan kalori keluar). Prinsip penurunan berat badan adalah defisit kalori, alias kalori yang masuk lebih rendah dibandingkan kalori keluar). Oleh karena itu, berpuasa dapat membantu terjadinya penurunan berat badan.2,6
4. Memicu penurunan lemak tubuh
Puasa akan meningkatkan produksi dan pelepasan hormon glukagon dan norepinefrin. Hormon glukagon meningkatkan pemecahan lemak tubuh untuk digunakan sebagai sumber energi.2 Sementara itu, hormon norepinefrin mendorong pemecahan lemak (lipolisis), sehingga menurunkan massa lemak.1,7 Selain itu, puasa akan menurunkan kadar hormon insulin. Kadar hormon insulin yang lebih rendah membuat simpanan lemak tubuh menjadi lebih mudah untuk dimanfaatkan (misalnya dipecah untuk menghasilkan energi).2
5. Meningkatkan kesehatan jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular)
Puasa dapat menurunkan tekanan darah, kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat), lemak dalam darah, gula darah, dan peradangan dalam tubuh (inflamasi) yang semuanya merupakan faktor risiko penyakit jantung.1,2 Puasa dapat menurunkan kadar kolesterol total hingga 20 persen.1
6. Menurunkan peradangan dalam tubuh (inflamasi)
Puasa meningkatkan ketahanan tubuh terhadap stres oksidatif (ketidakseimbangan antara radikal bebas dan antioksidan dalam tubuh).2 Penelitian juga menunjukkan bahwa puasa dapat menurunkan zat penanda adanya inflamasi dan zat penanda adanya stres oksidatif dalam tubuh.8 Selain itu, puasa dapat menguatkan fungsi imun dan meningkatkan kemampuan tubuh untuk memperbaiki sel dan DNA tubuh.2 Puasa juga menurunkan jumlah zat pendukung inflamasi, yaitu leukotrien dan sitokin jenis tertentu.1
7. Meningkatkan kesehatan mikroba usus
Puasa dapat meningkatkan kesehatan dan keragamanan mikroba usus dengan meningkatkan mikroba baik, meningkatkan toleransi terhadap mikroba yang buruk, dan meningkatkan kekuatan dinding usus.2,9
Itulah 7 manfaat puasa bagi kesehatan. Melihat banyaknya dampak baik dari puasa, maka sudah sepatutnya kita menjalankan ibadah tersebut dengan penuh ketaqwaan. Namun perlu diingat bahwa manfaat kesehatan dari puasa Ramadhan baru akan kita dapatkan jika kita mengonsumsi makanan dengan benar baik secara jumlah, variasi maupun waktu. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Ahli Gizi agar kamu bisa memaksimalkan potensi kesehatan selama Ramadhan!
Editor: Wahyu Kurnia Yusrin Putra, SKM, MKM
Artikel terkait:
Referensi:
- Boyers L. The everything guide to intermittent fasting : features 5:2, 16/8, and weekly 24-hour fast plans. Massachusetts: Adams Media, 2018.
- Brill JB. Intermittent fasting for dummies. New Jersey: John Wiley & Sons, Inc, 2021.
- Sun Q, Li J, Gao F. New insights into insulin: The anti-inflammatory effect and its clinical relevance. World J Diabetes 2014; 5: 89–96.
- Shimobayashi M, Albert V, Woelnerhanssen B, et al. Insulin resistance causes inflammation in adipose tissue. J Clin Invest 2018; 128: 1538–1550.
- Fung J, Moore J. The complete guide to fasting : heal your body through intermittent, alternate-day, and extended fasting. Nevada: Victory Belt Publishing Inc., 2016.
- Patterson RE, Laughlin GA, LaCroix AZ, et al. Intermittent Fasting And Human Metabolic Health. J Acad Nutr Diet 2015; 115: 1203.
- Wong W. Fat expansion through norepinephrine catabolism. Sci Signal; 10.
- Samudera WS, Fernandez GV, Fitriyah R, et al. The Benefits of Fasting to Improve Health Conditions and to Prevent Cardiovascular Disease. J Ners 2019; 14: 383–387.
- Rahman S. Ramadan Fasting and its Health Benefits: What’s New? Open Access Maced J Med Sci 2022; 10: 1329–1342.
