Pentingnya Support System untuk Keberhasilan Dietmu

Ketika melakukan diet, terkadang seseorang rasanya hanya berupaya sendiri untuk menyesuaikan pola makan dan/atau aktivitas fisiknya untuk mencapai target yang diharapkan. Namun, tahukah kamu, bahwa proses diet yang disertai support system (sistem dukungan) akan memberikan hasil yang lebih baik dan lebih tahan lama? Untuk mengetahui lebih lanjut dampak dari support system terhadap diet dan kesehatan, yuk, baca lebih lanjut artikel ini!

Sumber gambar: Freepik

Dampak Support System: Keluarga

Keluarga merupakan orang yang paling lekat hubungannya dengan diri kita, terlebih lagi jika keluarga tinggal di dalam satu rumah. Perilaku makan salah satu anggota keluarga dapat memengaruhi anggota lainnya.

Makanan keluarga sangat berpengaruh terhadap perilaku makan anak.1 Penelitian Delaney dan Byrd-Bredbenner memperlihatkan bahwa anak dalam keluarga yang rajin sarapan, membatasi minuman berpemanis, dan cukup tidur akan lebih besar kemungkinan mempraktikan perilaku-perilaku tersebut.3 Hasil penelitian Utter et al mendukung hal itu, anak remaja yang berhasil memperbaiki berat badan jangka panjang adalah yang memiliki dukungan orang tua terhadap perilaku makan dan aktivitas yang sehat.4

Perilaku kesehatan pasangan juga berhubungan signifikan dengan perilaku kesehatan pasangannya.2 Pada orang dewasa, penelitian Kiernan et al menunjukkan bahwa perempuan yang tidak pernah merasakan dukungan keluarga akan lebih kecil kemungkinan untuk menurunkan berat badan (45,7% perempuan saja yang berat badannya turun). Sementara, perempuan yang merasakan dukungan dari keluarga dan teman akan lebih besar kemungkinan untuk turun berat badan (71,6% perempuan yang berat badannya turun).5 Sebaliknya, keluarga yang meremehkan pola makan sehat ada hubungannya dengan adanya peningkatan berat badan dalam waktu 24 bulan.6

Dampak Support System: Teman atau Peer

Support system yang penting dalam mendukung perilaku sehat tidak hanya keluarga, tetapi juga teman. Teman dapat memengaruhi perilaku seseorang, salah satunya karena mereka menghabiskan cukup banyak waktu bersama. Selain itu, adanya dorongan agar dapat “diterima” dalam sebuah pertemanan juga dapat membuat seseorang merubah perilakunya. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa dukungan peer berhubungan dengan penurunan berat badan jangka pendek.7 Penelitian Okabe et al menunjukkan bahwa dukungan peer dapat meningkatkan perilaku sarapan pada remaja.8 Penelitian lainnya yang dilakukan oleh Sulistyana menunjukkan bahwa dukungan peer memiliki dampak terhadap kepatuhan pola makan diabetesi.9

Meskipun keluarga dan teman dapat memberi dampak baik bagi perubahan perilaku seseorang menjadi lebih baik. Namun, tidak dapat dipungkiri, justru keluarga dan teman juga dapat memengaruhi seseorang untuk memiliki mindset  kurang tepat dan melakukan perilaku yang tidak sehat. Selain itu, pengetahuan keluarga dan teman mengenai pola makan dan gaya hidup sehat mungkin terbatas jika mereka tidak memiliki latar belakang di bidang gizi dan kesehatan. Oleh karena itu, sebaiknya, proses perubahan perilaku sehat didampingi oleh tenaga ahli. Tenaga kesehatan yang fokus dalam penanganan pola makan adalah ahli gizi.

Dampak Support System: Ahli Gizi

Ahli gizi memainkan peran penting dalam mendukung proses diet. Ahli gizi berperan menyusun asupan makan untuk memenuhi kebutuhan gizi sesuai jenis kelamin, usia, komposisi tubuh, tingkat aktivitas fisik, dan faktor-faktor lainnya. Selain itu, rancangan pola makan (meal plan) yang disusun oleh ahli gizi juga akan disesuaikan dengan kesukaan (preferensi) masing-masing, sehingga tidak berat untuk dijalani dan dapat diterapkan dalam waktu yang lama.

Walaupun pengetahuan mengenai gizi dan makanan saat ini lebih mudah diakses dan dipelajari oleh banyak orang, namun ahli gizi sudah dibekali ketrampilan untuk memberi layanan gizi secara holistik (menyeluruh). Ahli gizi tidak hanya memberi meal plan saja, tetapi juga memberi pendampingan pada klien untuk melakukan diet sehat yang nyaman untuk dijalankan berdasarkan literatur ilmiah dengan cara mengedukasi, memberi dukungan, menyemangati, dan menghargai upaya perubahan perilaku sehat yang dilakukan olehmu. Maka dari itu, layanan yang diberikan oleh ahli gizi tentu saja berbeda dibandingkan saran gizi dari non ahli gizi, atau ketika mencoba-coba sendiri.

Seseorang yang mendapatkan layanan atau pendampingan dari ahli gizi dapat menurunkan berat badan sebanyak 1,03 kg dan indeks massa tubuh (IMT) sebanyak 0,43 kg/m2 lebih besar dibandingkan seseorang yang hanya mendapat layanan biasa (layanan dari tenaga kesehatan lain atau program kesehatan).10 Di Dietela, rata-rata klien berhasil menurunkan 2 kg dalam waktu 1 bulan, 4 hingga 12 kg dalam waktu 3 bulan, dan 1- hingga 18 kg dalam waktu 6 bulan. Hal tersebut tentu disertai dengan perbaikan pola hidup seperti konsumsi sayur dan buah yang cukup, menjadi rajin olahraga, bisa mengatur waktu istirahat dan menerapkan mindful eating.

Dalam jangka panjang, layanan gizi yang diberikan oleh ahli gizi juga membantu klien untuk mempertahankan hasil diet dan perbaikan kondisi kesehatan. Beberapa diantaranya:

  1. Penelitian Matsuzaki et al menunjukkan bahwa konseling gizi jangka panjang (1,5 tahun) secara signifikan menurunkan asupan garam dan tekanan darah pada pasien dengan penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular).11,13
  2. Penelitian pada diabetisi rawat jalan juga menunjukkan bahwa mereka yang mendapat edukasi dari ahli gizi mengalami penurunan asupan lemak, karbohidrat, kolesterol, dan garam secara signifikan, sedangkan asupan serat meningkat signifikan setelah 5 tahun. Selain itu, profil gula darah pada pasien yang mendapat edukasi ahli gizi tersebut juga menjadi lebih baik.12
  3. Penelitian Møller et al juga menunjukkan bahwa layanan gizi yang diberikan oleh ahli gizi menghasilkan penurunan profil gula darah, berat badan, dan kolesteral LDL (kolesterol jahat) yang lebih besar dibandingkan saran asupan makan yang diberi oleh tenaga kesehatan lain.14
  4. Tinjauan yang dilakukan Siopsis et al juga menyimpulkan bahwa layanan gizi oleh ahli gizi menghasilkan dampak klinis (profil gula darah, indeks massa tubuh, berat badan, kadar kolesterol LDL) yang lebih baik dibandingkan layanan oleh tenaga kesehatan lainnya.15

Pada intinya, support system penting untuk membantumu mencapai goal kesehatan. Pastikan kamu berada dalam keluarga, pertemanan dan lingkungan yang saling mendukung untuk menerapkan pola hidup sehat. Jika tidak, maka kamu dapat memulai untuk membangung suasana saling mendukung dalam keluarga, pertemanan dan lingkunganmu. Tidak kalah pentingnya, pastikan untuk mendapat pendampingan ahli gizi dalam menjalankan diet dan pola hidup sehat agar pola hidup yang kamu lakukan tepat, nyaman, dan bertahan lama.

Editor: Ulfa Teni Safira, S.Gz

Referensi

  1. Mahmood L, Flores-Barrantes P, Moreno LA, et al. The influence of parental dietary behaviors and practices on children’s eating habits. Nutrients; 13. Epub ahead of print 1 April 2021. DOI: 10.3390/NU13041138/S1.
  2. Perry B, Ciciurkaite G, Brady CF, et al. Partner Influence in Diet and Exercise Behaviors: Testing Behavior Modeling, Social Control, and Normative Body Size. PLoS One; 11. Epub ahead of print 1 December 2016. DOI: 10.1371/JOURNAL.PONE.0169193.
  3. Delaney CL, Byrd-Bredbenner C. Family Social Support and Weight-Related Behaviors of School-Age Children: An Exploratory Analysis. Int J Environ Res Public Health; 19. Epub ahead of print 1 July 2022. DOI: 10.3390/IJERPH19148501.
  4. Utter J, Denny S, Dixon R, et al. Family support and weight-loss strategies among adolescents reporting sustained weight loss. Public Health Nutr 2013; 16: 499–504.
  5. Kiernan M, Moore SD, Schoffman DE, et al. Social support for healthy behaviors: Scale psychometrics and prediction of weight loss among women in a behavioral program. Obesity (Silver Spring) 2012; 20: 756.
  6. Wang ML, Pbert L, Lemon SC. The influence of family, friend, and coworker social support and social undermining on weight gain prevention among adults. Obesity (Silver Spring) 2014; 22: 1973.
  7. Ufholz K. Peer Support Groups for Weight Loss. Curr Cardiovasc Risk Rep 2020; 14: 1–11.
  8. Okabe C, Sai A, Yamauchi T. Evaluation of a peer support intervention to improve the breakfast habits of Japanese college students. Health Educ J 2022; 81: 1028–1038.
  9. Sulistyana CS. Peer Support for Dietary Compliance Patients with Diabetes Mellitus. J Ners dan Kebidanan (Journal Ners Midwifery) 2020; 7: 432–438.
  10. Williams LT, Mitchell LJ, Barnes K, et al. How Effective Are Dietitians in Weight Management? A Systematic Review and Meta-Analysis of Randomized Controlled Trials. Healthcare; 7. Epub ahead of print 1 March 2019. DOI: 10.3390/HEALTHCARE7010020.
  11. Morgan-Bathke M, Baxter SD, Halliday TM, et al. Weight Management Interventions Provided by a Dietitian for Adults with Overweight or Obesity: An Evidence Analysis Center Systematic Review and Meta-Analysis. J Acad Nutr Diet. Epub ahead of print 1 July 2022. DOI: 10.1016/J.JAND.2022.03.014.
  12. Nitta A, Imai S, Kajiayama S, et al. Impact of Dietitian-Led Nutrition Therapy of Food Order on 5-Year Glycemic Control in Outpatients with Type 2 Diabetes at Primary Care Clinic: Retrospective Cohort Study. Nutrients; 14. Epub ahead of print 1 July 2022. DOI: 10.3390/NU14142865/S1.
  13. Matsuzaki K, Fukushima N, Saito Y, et al. The Effects of Long-Term Nutrition Counseling According to the Behavioral Modification Stages in Patients with Cardiovascular Disease. Nutr 2021, Vol 13, Page 414 2021; 13: 414.
  14. Møller G, Andersen HK, Snorgaard O. A systematic review and meta-analysis of nutrition therapy compared with dietary advice in patients with type 2 diabetes. Am J Clin Nutr 2017; 106: 1394–1400.
  15. Siopis G, Colagiuri S, Allman-Farinelli M. Efficacy of Nutrition Counseling by a Dietitian in Improving Clinical Outcomes for People with Type 2 Diabetes Mellitus: A Systematic Review and Meta-Analysis of RCTs. Curr Dev Nutr 2020; 4: 281–281.