Apakah kamu sering mendengar rekomendasi diet rendah karbo atau diet karbo untuk terapi diabetes mellitus? Atau, teman atau keluarga ada yang sedang menjalankan diet keto?. Hal ini menjadi popular karena konsumsi tinggi karbohidrat dianggap pencetus diabetes mellitus dan dapat meningkatkan berat badan dengan cepat dibanding protein atau lemak. Diet rendah karbo adalah salah satu diet popular yang menjanjikan mencegah atau mengobati diabetes dan obesitas. Diet rendah karbo sendiri adalah istilah yang dipakai untuk menggambarkan pola makan dengan mengurangi makanan pokok sumber karbohidrat seperti nasi, gula, tepung dan lain-lain. Pada artikel ini kita akan membahas mengenai pengertian diet rendah karbo, efektifitasnya pada kesehatan, dan dampaknya ke pola makan.

Jenis diet karbo dan Istilah lainnya
Diet karbohidrat secara umum memiliki perbedaan tingkat kadar karbohidrat yang harus dikonsumsi. Asupan karbohidrat pada diet karbo dapat rendah, moderat dan tinggi tergantung persen energi yang berasal dari zat karbohidrat. Pada tahun 2012, Diabetes Care membagi 4 jenis diet karbo sebagai berikut 1:
| Karbohidrat: gram/hari | Karbohidrat: %energi* | |
| Sangat rendah karbo atau Very low carbohydrate* | 20-70 | 6-10 |
| Rendah karbo sedang atau Low carbohydrate | <130 | 30-40 |
| Karbo sedang atau Moderate carbohydrate | 130-225 | 40-65 |
| Tinggi karbo atau High carbohydrate | >225 | 65 |
| *Berdasarkan kebutuhan energi 2000 kkal *Tipe diet rendah karbo ini serupa dengan anjuran batasan asupan karbohidrat pada diet keto atau ketogenic diet dengan asupan karbohidrat tidak melebihi 20, 30 atau 50 gram perhari2 | ||
Menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG), kebutuhan karbohirat untuk kelompok umur dewasa adalah 60-65% dari energi3. Rekomendasi ini jika diklasifikasikan sesuai table diatas adalah termasuk moderat atau sedang. Hal ini dapat memberikan persepsi penderita diabetes dan obesitas harus mengurangi karbohidrat dibawah angka yang dianjurkan untuk kelompok individu sehat, dengan tujuan mencegah kenaikan gula darah.
Perkumpulan dokter ahli endokrinlogi atau Perkeni merekomendasikan distribusi energi harus berasal dari 60% karbohidrat, 20% protein dan 20% lemak. Sumber karbohidrat yang dianjurkan harus karbohidrat kompleks seperti kentang, jagung, nasi merah dan lain-lain4. Hal ini sama dengan rekomendasi untuk individu dewasa yang juga diharuskan membatasi makanan tinggi gula seperti kue, pastri, dan minuman berpemanis. Makanan-makanan ini juga rendah serat dan zat gizi penting lainnya. Selain itu, pasien diabetes yang memiliki kelebihan berat badan direkomendasikan menurunkan berat badan minimal 5% dan mempertahankannya.
Diet karbo dapat membantu menurunkan glukosa darah dan berat badan
Penelitian tahun 2018 menyimpulkan diet rendah karbo dapat meningkatkan kontrol glukosa darah dan HbA1c dalam jangka waktu pendek. Setelah diikuti lebih dari 12 bulan, pengikut diet rendah karbo ini tidak memiliki perbedaan signifikan pada kadar HbA1c dibandingkan pengikut diet karbo moderat dan tinggi. Para pengikut diet karbo di studi tersebut tidak memperhatikan variasi sumber karbohidrat dan kalori defisit5. Hal ini berarti efektifitas penerapan diet karbo pada kontrol gula darah dalam waktu lama perlu diteliti lebih lanjut. Utamanya, pengaruh dari pemilihan sumber karbohidratnya juga yang mungkin mempunyai pengaruh besar Ketika diet karbo dilakukan dalam waktu lama.
Jika Anda menerapkan diet rendah karbo tanpa meningkatkan sumber protein dan lemak, asupan energi Anda akan cenderung rendah atau defisit energi. Selain itu, tujuan dari diet rendah karbo atau diet keto adalah meminimalisir ketersediaan gula darah sebagai sumber energi, sehingga tubuh akan menggunakan keton (hasil metabolisme asam lemak) sebagai sumber energi utama6. Hal ini jika diterapkan dalam jangka waktu lama akan mengurangi cadangan lemak dan membantu menurunkan berat badan.
Walaupun ada hasil penelitian-penelitian sebelumnya, hingga saat ini belum ada rekomendasi pasti tentang berapa persen distribusi energi dari karbohidrat yang dapat membantu kontrol gula darah. Distribusi energi dari lemak dan protein juga belum ada nilai ideal untuk mendukung manajem diabetes melitus. Selain itu, perlu adanya penelitian yang membuktikan diet karbo dan usaha penurunan berat badan pada individu dengan diabetes memberikan efek positif jika dilakukan bersama-sama atau terpisah. Maka dari itu, kebutuhan energi dari sumber karbohidrat, protein dan lemak harus disesuaikan dengan kebutuhan, pola makan sehari-hari, kesukaan makan dan tujuan metaboliknya pada individu diabetes
Dampak diet karbo pada pola makan
Terbatasnya jumlah karbohidrat yang dikonsumsi dapat mempengarusi terbatasnya variasi dan pilihan makanan sehari-hari, terutama diet sangat rendah karbo (<20-50 gram/hari). Pengikut diet karbo akan membatasi tepung-tepungan, nasi, roti, buah, sayur dan kacang-kacangan. Hal ini akan meningkatkan risiko terjadinya kekurangan asupan serat dan zat gizi penting lainnya seperti kalsium. Selain itu, pengikut diet karbo terutama diet keto cenderung memilih sumber makanan tinggi lemak jenuh seperti makanan goreng-gorengan6. Maka dari itu, diet karbo akan sulit diikuti dalam waktu lama.
Diet karbo memberikan efek baik dalam jangka waktu pendek, tetapi sulit diikuti dalam waktu lama. Keterbatasan sumber karbohidrat tidak cocok dengan budaya orang Indonesia yang konsumsi nasi dan tepung-tepungannya tinggi. Jumlah karbohidrat diet karbo terutama jenis diet sangat rendah karbo atau diet keto juga jauh dari rekomendasi asupan karbohidrat untuk dewasa sehat dan individu dengan diabetes. Individu yang mengikuti pola makan yang jauh dari kebiasaan dan tidak menyenangkan cenderung kembali ke pola makan biasanya7. Maka dari itu, kunci utama dalam mengontrol gula darah adalah gizi seimbang dengan makanan beranekaragam, gaya hidup sehat dan penurunan berat badan yang tetap. Diskusikan dengan Ahli Gizi tentang pengaturan asupan makan untuk manajem gula darah dan berat badanmu ya.
Editor: Wahyu Kurnia Yusrin Putra, SKM, MKM
Referensi
- Wheeler ML, Dunbar SA, Jaacks LM, et al. Macronutrients, food groups, and eating patterns in the management of diabetes: a systematic review of the literature, 2010. Diabetes Care. 2012;35(2):434-445.
- Feinman RD, et al (2015). Dietary carbohydrate restriction as the first approach in diabetes management: Critical review and evidence base. Nutrition, 31(1):1–13.
- Peraturan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 Tentang Angka Kecukupan Gizi Yang Dianjurkan Untuk Masyarakat Indonesia.
- Konsensus PERKENI 2021 Tata Laksana DMT2. Penerbit Perkeni Press
- Lean, M et al. (2018) Primary care-led weight management for remission of type 2 diabetes (DiRECT): an open-label, cluster-randomised trial. The Lancet , Volume 391, Issue 10120 , 541 – 551.
- Diet review: ketogenic diet for weight loss. Harvard T.H. Chan School of Public Health website. https://www.hsph.harvard.edu/nutritionsource/healthy-weight/diet-reviews/ketogenic-diet/. Accessed June 17, 2018.
- Sacks FM, Bray GA, Carey VJ, et al. Comparison of weight-loss diets with different compositions of fat, protein, and carbohydrates. N Eng J Med. 2009;360(9):859-873.
