Apa Benar Kombucha dapat Meningkatkan Kesehatan?

Di tengah maraknya minuman populer yang banyak mengandung gula, ada satu minuman sehat yang ikut viral pada saat yang sama, nih. Teman-teman pasti pernah dengar Kombucha, teh yang sempat populer tahun 2022. Kombucha ini memiliki banyak manfaat kesehatan lho seperti meningkatkan daya tahan tubuh dan menangkal radikal bebas. Rasa dari kombucha juga sangat khas dan menantang. Kita kenalan lebih jauh, yuk!

Sumber gambar: Freepik

Walaupun baru populer di Indonesia tahun 2022, kombucha merupakan salah satu jenis teh kuno yang berasal dari dataran Cina, lho. Seiring berjalannya waktu, kombucha tersebar ke Jepang dan Korea. Pada saat itu, kombucha dianggap memiliki kekuatan menyembuhkan penyakit karena pembuatannya dari bahan herbal dan proses pembuatannya yang unik. Berbeda dengan minuman berbahan dasar teh lainnya, kombucha dihasilkan dengan cara fermentasi jenis tumbuhan Camellia Sinensis seperti teh hitam dan teh hijau.1,2,3

Fermentasi dilakukan dengan menambahkan gula, bakteri, dan ragi yang dinamakan Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast (SCOBY) sehingga menghasilkan lapisan jamur pada permukaan cairan, sehingga disebut juga “teh jamur”.1,2,3 Saat ini SCOBY sudah banyak dijual di pasaran dan mudah ditemukan pada situs dan aplikasi jual beli online, jadi sangat mungkin sekali untuk membuat kombucha sendiri di rumah.

Proses fermentasi untuk membuat kombucha dilakukan selama kurang lebih 7 hari, maka itu kombucha mengandung sedikit alkohol dengan kadar 0,5-3%.4 Proses fermentasi tersebut membuat kombucha memiliki aroma dan rasa yang khas serta memunculkan manfaat kesehatan.

Rasa kombucha terdiri atas kombinasi beberapa rasa seperti manis, asam, pahit, serta alkohol dan karbonasi. Rasa manis berasal dari sisa gula yang tidak terfermentasi, sedangkan rasa asam pastinya berasal dari asam asetat hasil fermentasi. Bahan dasar kombucha adalah teh hijau atau the hitam, sehingga kandungan kafein dan polifenol dalam teh memunculkan sedikit rasa pahit pada kombucha.1,4 Dari segi aroma, kombucha digambarkan memiliki aroma seperti cuka karena kandungan asam asetat yang dihasilkan dari proses fermentasi.

Untuk sebagian orang, cita rasa kombucha kurang familiar dan cukup menantang. Namun, setelah membaca manfaat kombucha di bawah ini, kamu bisa mempertimbangkan untuk mencobanya juga.

Proses fermentasi kombucha adalah kunci yang membuat kombucha memiliki kandungan zat-zat yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Kandungan zat bermanfaat di dalam kombucha diantaranya adalah polifenol, asam glukuronat, asam asetat, dan asam glukonat serta senyawa fenolik lainnya. Berkat interaksi zat-zat tersebut kombucha memiliki potensi yang besar untuk memiliki manfaat sebagai antioksidan, antimikroba, dan pencegah obesitas. 6,8,9,10

Cara kerja kombucha sebagai minuman yang berpotensi untuk mengoptimalkan kesehatan

Berikut adalah cara kerja kombucha sebagai minuman yang berpotensi untuk mengoptimalkan kesehatan:

1. Menangkal radikal bebas

Radikal bebas merupakan ion, atom, atau molekul yang tidak stabil sehingga dapat menyebabkan kerusakan pada sel serta mempercepat penuaan. Radikal bebas ini bisa menumpuk bila tidak diatasi, salah satunya dengan antioksidan. Pada dasarnya, teh mengandung antioksidan berupa polifenol yang berfungsi untuk melindungi tubuh dari stres oksidatif dan segala kemungkinan kerusakan secara kimiawi termasuk sel kanker. Selain itu, pada salah satu penelitian ditemukan juga kandungan vitamin C yang kita kenal sebagai antioksidan dan dapat meningkatkan imunitas. 2,3,4,6

2. Memiliki fungsi prebiotik

Zat yang dapat mendukung pertumbuhan bakteri baik di dalam usus disebut dengan prebiotik. Polifenol di dalam kombucha dapat menutrisi bakteri baik dalam usus seperti Bifidobacterium dan Collinsella sehingga bakteri baik menjadi lebih optimal dalam menekan jumlah pertumbuhan bakteri-bakteri jahat yang masuk. 6

3. Mencegah obesitas

Bakteri baik yang semakin banyak dan berkembang dengan konsumsi kombucha berpotensi untuk meningkatkan pengeluaran hormon leptin. Sehingga munculnya sensasi rasa lapar berkurang dan penggunaan energi juga lebih optimal. Disamping itu, zat aktif di dalam kombucha diduga mampu untuk mengoptimalkan metabolisme lemak dengan cara mengatur ulang cara distribusi penyimpanan lemak di dalam tubuh. 9

Disamping banyaknya manfaat dari kombucha, dalam proses pembuatan dan untuk konsumsi kombucha harus dilakukan dengan cara yang tepat dan hati-hati ya. Pada dasarnya, dengan memasukkan bakteri ke dalam minuman atau makanan, akan meningkatkan risiko kontaminasi bakteri patogen atau bakteri penyebab penyakit. Selain itu, apabila kombucha dibiarkan terlalu lama, maka kadar keasamannya (pH) akan semakin meningkat. Pada pH yang terbilang wajar pun, kombucha akan sedikit memberikan rasa kurang nyaman pada penderita gastritis atau GERD. Terlebih lagi, bila pH tergolong sangat asam maka kombucha disarankan tidak disimpan dalam wadah logam untuk menghindari keracunan logam. Konsumsi kombucha yang disarankan yaitu tidak lebih dari 4 oz (118 ml) per harinya, ya. 7,10

Bagi yang sudah pernah mencoba kombucha tentunya sudah bisa menilai sendiri kesan-kesan rasa dan efek langsung yang dirasakan setelah konsumsi kombucha. Bagi yang belum pernah mencoba, tidak usah ragu ya, kombucha aman dan baik untuk dikonsumsi kok. Bagi yang muslim tentu perlu cek dulu kadar alkohol dalam produk kombucha yang ingin dibeli agar tetap aman untuk dikonsumsi.

Jika ingin coba untuk memanfaatkan kombucha untuk mendapatkan efek kesehatan tertentu atau untuk mengatur berat badanmu, yuk coba gunakan program di dietela agar Ahli Gizi Dietela bisa mengatur rekomendasi menu dan porsi makan yang tepat jika dikombinasikan dengan adanya konsumsi kombucha.

Editor: Rifqah Indri Amalia, S.Gz, M.Sc

Dietela Quiz

Referensi

  1. Bortolomedi BM, Paglarini CS, Brod FCA. Bioactive compounds in kombucha: A review of substrate effect and fermentation conditions. Food Chem. 2022;385:132719
  2. Leonarski E, Guimarães AC, Cesca K, Poletto P. Production process and characteristics of kombucha fermented from alternative raw materials. Food Bioscience. 2022;49:101841.
  3. Teixeira Oliveira J, Machado da Costa F, Gonçalvez da Silva T, Dotto Simões G, dos Santos Pereira E, Quevedo da Costa P, et al. Green tea and kombucha characterization: Phenolic composition, antioxidant capacity and enzymatic inhibition potential. Food Chemistry. 2023;408:135206. 
  4. Raman R. Does kombucha contain alcohol?  https://www.healthline.com/nutrition/kombucha-alcohol-content#concerns (accessed 2 Jan 2023)
  5. Bishop P, Pitts ER, Budner D, Thompson-Witrick KA. Kombucha: Biochemical and microbiological impacts on the chemical and flavor profile. Food Chemistry Advances. 2022;1:100025. 
  6. Vargas BK, Fabricio MF, Záchia Ayub MA. Health effects and probiotic and prebiotic potential of kombucha: A Bibliometric and systematic review. Food Bioscience. 2021;44:101332. 
  7. Permatasari HK, Firani NK, Prijadi B, Irnandi DF, Riawan W, Yusuf M, et al. Kombucha drink enriched with sea grapes (Caulerpa racemosa) as potential functional beverage to contrast obesity: An in vivo and in vitro approach. Clinical Nutrition ESPEN. 2022;49:232–40. 
  8. Leal JM, Suarez LV, Escalante-Aburto A, et al. A review on health benefits of kombucha nutritional compounds and metabolites. CyTA – Journal of Food. 2018; 16:1, 390-399, DOI: 10.1080/19476337.2017.1410499
  9. Campos Costa MA, Souza Vilela DL, Prado Martin JG, et al. Effect  of  kombucha  intake  on  the  gut  microbiota  and  obesity-related  comorbidities:  A  systematic  review. Critical Reviews in Food Science and Nutrition. 2021, DOI: 10.1080/10408398.2021.1995321
  10. Esatbeyoglu T, Capanoglu E, et al. Additional advances related to the health benefits associated with kombucha consumption. Critical Reviews in Food Science and Nutrition. 2023, DOI: 10.1080/10408398.2022.2163373