Pengetahuan Gizi Penting untuk Mendukung Keberhasilan Diet

Pernahkah kamu berpikir jika pengetahuan terkait gizi memiliki peranan penting terhadap keberhasilan diet? Saat ini banyak tersebar misinformasi dan hoaks terkait diet yang dampaknya mungkin saja membahayakan kesehatan. Lalu, apakah pengetahuan gizi memang mendukung keberhasilan diet? Dan bagaimana cara meningkatkan pengetahuan gizi? Simak selengkapnya di artikel ini ya!

Sumber gambar: Freepik

Diet populer belum tentu sesuai kaidah gizi

Diet perlu dijalankan dengan tepat agar tujuan yang diinginkan tercapai dengan optimal, misalnya mendapatkan berat badan ideal atau membantu perbaikan kadar gula darah (pada diabetisi). Menjalankan diet atau pengaturan makan yang tepat akan memberikan manfaat bagi kesehatan setiap orang seperti meningkatkan kualitas hidup, pencegahan munculnya penyakit tertentu hingga komplikasi. 1,2

Dewasa ini banyak berkembang berbagai macam program diet yang ditawarkan mulai dari jendela makan, menghindari sarapan, diet golongan darah, OCD, diet keto hingga diet lainnya. Namun, perlu diketahui bahwa diet populer belum tentu sesuai kaidah gizi. Selain itu, beberapa diet populer bisa saja tidak cocok untuk kita, sehingga dapat memberikan efek negatif terhadap kesehatan. Contohnya, melakukan diet dengan cara melewatkan sarapan dapat memicu asam lambung pada beberapa orang. Selain itu, sarapan sebenarnya memiliki manfaat bagi tubuh dalam memberikan kecupan energi untuk melakukan aktivitas seharian. Jika tidak sarapan maka dapat menurunkan kadar glukosa (gula darah) tubuh dan jika terus menurun dapat mengubah ritme sirkadian, pola, siklus makan serta pada saat makan makanan selingan akan lebih banyak dibandingkan dengan tidak melewatkan sarapan. Perubahan ini mengakibatkan seseorang akan makan makanan tinggi kalori lebih banyak pada siang dan malam hari. Asupan makanan yang disimpan saat malam hari akan meningkatkan glukosa darah yang kemudian disimpan dalam bentuk glikogen dan akibat aktivtas fisik yang rendah makan akan disimpan dalam bentuk lemak sehingga jika terlalu banyak yang disimpan didalam tubuh dapat mempengaruhi status gizi seseorang. 3

Contoh lainnya adalah diet keto. Diet keto yang diterapkan di Indonesia banyaknya tidak sesuai kaidah gizi. Bahkan, diet keto yang tidak tepat secara jangka panjang bisa membahayakan kesehatan, seperti menyebabkan perlemakkan hati. Baca lebih lanjut di Serba-serbi Diet Keto, Perlukah Kita Ikuti Diet Ini?

Hal tersebut terjadi karena tingkat pengetahuan gizi yang rendah. Untuk mencegah kita terjerumus dalam diet yang tidak tepat dan membahayakan kesehatan, kita perlu meningkatkan pengetahuan tentang diet, gizi, dan kesehatan. Penting bagi kita untuk bisa lebih mencari tahu tentang diet, pola makan, jenis makanan & minuman atau informasi terkait gizi lainnya dari sumber yang valid dan dapat dipercaya.

Apa itu pengetahuan gizi?

Pengetahuan gizi merupakan pengetahuan tentang makananan, zat gizi (makro dan mikro), makanan yang aman dikonsumsi, dan cara mengolah makanan yang baik, sehingga tidak menimbulkan penyakit tertentu maupun dampak negatif bagi kesehatan. 4

Pengetahuan gizi dan keberhasilan diet

Tingkat pengetahuan gizi seseorang berperan penting terhadap sikap dan perilaku dalam pemilihan makanan yang akhirnya akan mempengaruhi status gizi seseorang. Kurangnya pengetahuan terhadap diet tentunya dapat mengurangi peluang seseorang dalam meningkatkan kualitas hidupnya. Asupan dan perilaku makan dipengaruhi oleh kombinasi dari faktor individu, sosial dan lingkungan yang diperoleh dari keyakinan, motivasi, niat dan akhirnya menjadi sebuah perilaku. 5 Hasil uji korelasi spearman yang dilakukan oleh Beriawan & Rifsyina (2015) menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan diet dengan persepsi diet penurunan berat badan, OCD dan golongan darah dimana korelasi ini bersifat positif yaitu semakin baik pengetahuan maka akan semakin positif persepsi pada subjek.6

Penelitian menunjukkan bahwa  pengetahuan gizi teridentifikasi sebagai salah satu penentu asupan makanan sehat Misalkan pada seseorang yang berolahraga dengan tujuan untuk mendapatkan status gizi normal atau ideal tentunya perlu diimbangi dengan pemunuhhan asupan harian sesuai kebutuhan. Namun, jika orang tersebut kurang memahami tentang diet tentutnya dari hasil olahraga yang dilakukan akan menjadi kurang optimal. Selain itu untuk mengetahui kualitas hidup seseorang secara fisik yaitu salah satunya dengan mengetahui Indeks Masa Tubuh (IMT) yang berdasarkan pada berat badan menurut tinggi badan seseorang yang kemudian di interpretasikan ke dalam kategori kurus, normal, hingga obesitas. Tentunya untuk mendapatkan IMT kategori normal dibutuhkan pengetahuan terkait dengan diet yang tepat untuk mengatur penerapannya. Sehingga pengetahuan terkait dengan gizi suatu hal yang dibutuhkan oleh setiap orang. 1

Pada sebuah penelitian terkait dengan pengaruh pengetahuan gizi terhadap pemilihan jenis makanan yang lebih sehat menunjukkan hasil positif dan kuat dalam memengaruhi perilaku makan yang sehat  (Dickson-Spillmann & Siegrist, 2011; Wardle et al., 2000; Worsley, 2002). 7 Pengetauan gizi pada setiap orang dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam pola makan, life style hingga penentu status gizi. Hal ini berhubungan dengan pemilihan jenis makanan, menu yang akan disajikan, proses pengolahan makanan, pola konsumsi asupan hingga akhirnya akan berpengaruh pada keadaan status gizi seseorang. Penelitian lain yang melihat pengaruh positif pengetahuan gizi terhadap status gizi dan pola makan anak yaitu dengan ibu yang memiliki pengetahuan gizi baik akan memberikan asupan makan yang sesuai dengan menu seimbang dan akan mengupayakan memberikan makanan yang tepat bagi keluarga hingga anaknya dimulai dari prenatal, kehamilan sampai tumbuh kembang anak. Sehingga terciptanya pola makan yang baik.12 Hasil penelitian ini senada dengan pendapat beberapa ahli yaitu pola makan yang baik akan mengandung sumber energi (sumber zat pembangun dan pengatur untuk produktifitas kerja) dan dengan pola makan yang seimbang dapat mempertahankan status gizi dan ksehatan yang optimal. 8,9,10,11 Selain itu penelitian yang dilakukan di Provinsi Quebec, Kanada yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengetahuan gizi dikaitkan dengan kualitas diet yang menunjukkan bahwa pada ibu yang memiliki pengetahuan gizi yang baik memiliki korelasi yang signifikan terhadap kualitas pemberian asupan, preferensi makanan untuk anak dan keluarga dibandingkan dengan ibu yang tidak memiliki pengetahuan gizi yang baik. 13

Penelitian lainnya dilakukan pada penderita diabetes yang memiliki pengetahuan yang cukup baik serta memiliki sikap positif dapat membantu dalam pencegahan terjadinya komplikasi. Sehingga pengetahuan terhadap keberhasilan diet diabetes sangat penting untuk diterapkan dalam menjalankan pola hidup sehat dan mencegah terjadinya komplikasi. 14Pengetahuan yang kurang pada penderita diabetes juga akan menjadi sebuah penghambat kepatuhan dan menjadi penyulit untuk selalu mengikuti anjuran dari tenaga kesehatan. Namun, apabila pengetahuan penderita baik maka penderita diabetes mellitus akan patuh dalam melaksankan proses penyembuhan sehingga penyakit diabetes mellitus dapat terkendali. Odili et al (2011) menjelaskan bahwa pengetahuan terkait dengan manajemen diabetes merupakan component yang dibutuhkan dalam upaya pengelolan diabtes yang optimal. 15 Kepatuhan diet pada penderita diabetes melitus memiliki fungsi yang sangat penting yaitu untuk mempertahankan berat badan, menurunkan glukosa darah, menurunkan tekanan darah (sistolik dan diastolic), memperbaiki profil lipid, serta sensitivitas insulin dan memperbaiki sistem darah, sensitivitas reseptor insulin dan memperbaiki system darah.

Pada dasarnya keberhasilan diet dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah pengetahuan. Semakin baik pengetahuan seseorang akan kesehatan khususnya gizi maka semakin baik pula cara dalam menerapkan pada pola hidup sehat, pengaturan makan yang tepat dan berolahraga.  Jika pengetahuan baik maka diet dilakukan akan tepat dan meberikan hasil yang optimal, namun jika pengetahuan terkait dengan gizi rendah maka bisa saja dilakukan dengan sesuka hati yang dapat menimbulkan masalah kesehatan lainnya termasuk pada berat badan.

Tips mencari sumber informasi yang tepat untuk meningkatkan pengetahuan gizi

Saat ini, informasi mengenai gizi dan makanan tersebar dimana-mana. Namun, tidak semuanya berizi informasi yang tepat. Berikut beberapa tips mencari sumber informasi yang tepat untuk meningkatkan pengetahuan gizi:

  1. Melalui jurnal
    Untuk mendapat informasi gizi yang dapat dipertanggung-jawabkan, cari informasi di dalam jurnal, terutama jurnal internasional dan terbaru. Untuk melakukan penelitian dan kemudian dipublikasikan dalam jurnal, terdapat standar-standar yang perlu dipenuhi. Oleh karena itu, informasi gizi dari jurnal dapat lebih dipertanggungjawabkan.
  2. Melalui buku
    Kamu bisa mendapat informasi gizi terpercaya dari buku. Bacalah buku yang ditulis oleh tenaga kesehatan terkait yang terpercaya dan dipublikasikan oleh penerbit terkenal dan terpercaya. Tidak sedikit, buku yang ditulis oleh seseorang dan dipublikasikan mandiri untuk mendapat keuntungan saja, sehingga isinya belum tentu kredibel.
    Mungkin tidak semua dari kita mudah mencerna informasi dari buku dan jurnal, namun jangan khawatir, beberapa sumber informasi ini juga bisa membantumu meningkatkan pengetahuan gizi yang tepat.
  3. Melalui website
    Beberapa website lebih terpercaya dibandingkan yang lainnya. Berikut adalah beberapa website tersebut:
    – Website milik pemerintah yang memang sering memuat informasi gizi terpercaya, contoh: medlineplus.gov, www.nhs.uk, www.betterhealth.vic.gov.au, www.nih.gov, kemkes.go.id
    – Website universitas yang menyediakan informasi terpercaya, contoh: www.health.harvard.edu
    – Website pemberi layanan kesehatan yang menyediakan informasi yang ditulis oleh tenaga kesehatan terpercaya, contoh: blog.dietela.id
  4. Melalui sosial media
    Informasi gizi di sosial media perlu disaring, pastikan untuk mendengar informasi gizi dari ahlinya, jika terkait kesehatan maka dari tenaga kesehatan yang memberi info berdasarkan penelitian dan sebagainya.
  5. Bertanya pada ahli gizi
    Jika kamu mengikuti layanan Dietela, kamu dapat bertanya mengenai gizi, makanan, olahraga, dan kesehatan pada ahli gizi tersertifikasi.
  6. Melalui Panduan Diet di website-apps dietela.id.
    Saat ini, Dietela baru saja merilis Panduan Diet yang berisi materi harian dan target harian di website-apps yang dapat diakses secara spesial untuk kamu yang mengikuti program intensive. Di materi harian, kamu dapat mengakses materi seputar gizi, makanan, kesehatan dari sumber terpercaya namun dikemas dalam cara yang menarik dan lebih mudah dipahami. Di target harian, kamu akan menerima tantangan-tantangan untuk merubah pola hidup jadi lebih sehat dimulai dari cara yang sederhana tapi bermakna.

Editor: Wahyu Kurnia Yusrin Putra, SKM, MKM

Referensi

  1. Putra, A. I. 2013. Hubungan Tingkat Pengetahuan Diet Dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) Member Fitness Center di Gadjah Mada Medical Center (GMC) Health Center. Skripsi Program Studi Ilmu Keolahragaan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta.
  2. Barasi. 2011. At a Glance Ilmu Gizi. Terjemahan Hermin Halim. Jakarta: Erlangga
  3. Swari, Kadek Gyna Yadnya., Ni, Kadek Mulyantari., I Wayan, Putu Satria Yasa. Hubungan Melewatkan Sarapan Terhadap Kejadian Overweight Dan Obesitas Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. ISSN: 2597-8012 JURNAL MEDIKA UDAYANA, VOL. 11 NO.3,MARET, 2022 
  4. Paat, Stevani A.D.,, Marsella, D. Amisi, Afnal, Asrifuddin. Gambaran Pengetahuan Gizi Mahasiswa Semester Dua Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Saat Pembatasan Sosial Masa Pandemi Covid-19. Jurnal KESMAS, Vol. 10, No 1, Januari 2021
  5. Hassan, H.A., Tohid, H., Amin, R.M., Bidin, M.B.L., Muthupalaniappen, L., Omar, K. (2013). Factors Influencing Insulin Acceptance Among Type 2 Diabetes Mellitus Patients In A Primary Care Clinic: A Qualitative Exploration. BMC Family Practice, 14:164. Diakses tanggal 5 Desember 2015. http://www.biomedcentral.com/14 71-2296/14/164.
  6. Rifsyina, Nida Nadia., Dodik, Briawan. 2015. Pengetahuan, Persepsi, Dan Penerapan Diet Penurunan Berat Badan Pada Mahasiswa Gizi Putra. ISSN 1978-1059 J. Gizi Pangan, Juli 2015, 10(2): 109-116
  7. Miller LM, Cassady DL. The effects of nutrition knowledge on food label use. A review of the literature. Appetite. 2015 Sep;92:207-16. doi: 10.1016/j.appet.2015.05.029. Epub 2015 May 27. PMID: 26025086; PMCID: PMC4499482.
  8. McLeroy KR, Bibeau D, Steckler A, Glanz K. An ecological perspective on health promotion programs. Health Educ Quart. 1988;15(4):351-377.
  9. RaineKD.DeterminantsofhealthyeatinginCanada:anoverview and synthesis. Can J Public Health. 2005;96(suppl 3):S8-14, S18- 15.
  10. Zoellner J, Connell C, Bounds W, Crook L, Yadrick K. Nutrition literacy status and preferred nutrition communication channels among adults in the lower Mississippi delta. Prev Chronic Dis. 2009;6(4):A128.
  11. Carbonneau, et al. Associations Between Nutrition Knowledge and Overall Diet Quality: The Moderating Role of Sociodemographic Characteristics— Results From the PREDISE Study. American Journal of Health Promotion 2021, Vol. 35(1) 38-47.
  12. Myrnawati ; Anita. Pengaruh Pengethauuan Gizi, Status Sosial Ekonomi, Gaya Hidup dan Pola Makan Terhadap Status Gizi Anak). Jurnal Pendidikan Usia Dini. Vol 10, Edisi 2, November 2016.)
  13. Carbonneau, et al. Associations Between Nutrition Knowledge and Overall Diet Quality: The Moderating Role of Sociodemographic Characteristics— Results From the PREDISE Study. American Journal of Health Promotion 2021, Vol. 35(1) 38-47.
  14. Garcı´a-Pe´rez, L.E., A´lvarez, M., Dilla, T., Gil-Guille´n, V., OrozcoBeltra´n, D. (2013). Adherence to Therapies in Patients with Type 2 Diabetes. Diabetes Ther 4:175– 194. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/ articles/PMC3889324/pdf/13300_ 2013_Article_34.pdf .
  15. Odili Valentine, U., Isiboge Paul, D., Eregie Aihanuwa. (2011). Patients’ Knowledge of Diabetes mellitus in a Nigerian City. Tropical Journal of Pharmaceutical Research October 2011;10(5): 637-642. Diakses tanggal 6 Agustus 2023. http://www.bioline.org.br