Sering mencoba berbagai metode penurunan berat badan namun tak kunjung berhasil? Apa Anda juga pernah merasa “Kok dia pakai metode diet yang sama dengan saya, tapi dia berhasil saya kok engga yaa?” Mungkin kamu butuh metode diet yang disesuiakan dengan target, kebutuhan, dan kesukaanmu! Cara diet tersebut dinamakan personalized diet.

Apa itu personalized diet?
Personalized diet atau personalized nutrition merupakan kegiatan pendampingan yang dipersonalisasi/dikhususkan bagi seseorang dalam mencapai perubahan perilaku makan yang bertahan lama dan bermanfaat bagi kesehatan. Pendampingan gizi yang dipersonalisasi tersebut dapat memberi manfaat bagi orang sehat maupun yang telah didagnosa memiliki kondisi kesehatan tertentu. Personalized diet membuat saran kesehatan yang diberikan lebih relevan (sesuai) dengan kehidupan sehari-hari seseorang, sehingga saran perubahan pola makan menjadi lebih efektif dan bertahan lama.1
Tujuan umum dari personalized nutrition adalah untuk mempertahankan atau meningkatkan kesehatan menggunakan informasi gizi, medis, genetik, fenotip, daninformasi relevan lainnya tentang seseorang untuk memberikan panduan makan sehat, produk gizi, dan layanan yang lebih spesifik.2
Mengapa personalized diet penting?
Saat ini, saran diet yang diberikan seringkali menganggap semua orang sama rata (one-size-fits-all) tanpa memperhatikan karakteristik tiap orang yang berbeda. Di Indonesia, sudah ada pedoman pola makan sehat sejak 2014, yaitu Pedoman Gizi Seimbang. Dalam pedoman tersebut, masyarakat Indonesia disarankan mengonsumsi 3-4 porsi sayuran dan 2-3 porsi buah-buahan per hari.3 Namun nyatanya, data Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 menunjukkan bahwa 95,5% penduduk Indonesia berumur ≥5 tahun memiliki tingkat konsumsi buah/sayur yang kurang.4 Mengapa hal tersebut dapat terjadi?
Tidak jarang, pendekatan one-size-fits-all menyebabkan perubahan pola makan yang tidak terlalu signfikan. Mengetahui Pedoman Gizi Seimbang merupakan hal yang penting. Namun, bagaimana penerapan pedoman tersebut sangat bervariasi antar individu. Misalnya, tidak jarang sebenarnya orang sudah tahu berapa banyak buah dan sayur yang perlu dikonsumsi setiap hari, namun banyak tantangan yang harus dihadapi untuk bisa mengonsumsi sesuai anjuran. Contohnya keterbatasan akses, kesukaan, bosan, dan sebagainya. Oleh karena itu, pesan gizi dan kesehatan yang bersifat umum harus dipersonalisasi sesuai karakteristik dan kondisi individu agar lebih mungkin untuk diterapkan.
Sementara itu, personalized diet yang mempertimbangkan karakteristik seseorang dapat meningkatkan motivasi untuk merubah pola makan menjadi lebih baik. Untuk merancang edukasi dan intervensi gizi dan makanan yang efektif dan terpersonalisasi, maka hal yang memengaruhi pilihan makan yang kemudian memengaruhi pola makan perlu diperhatikan.5
Beberapa hal yang memengaruhi pilihan makan adalah preferensi (kesukaan), kepercayaan, akses terhadap makanan, tingkat sosioekonomi, kebiasaan, struktur sosial, tradisi, iklan makanan.
Apakah personalized diet terbukti efektif?
Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa personalized diet memiliki efek yang baik:
- Penelitian Celis-Morales et al. menunjukkan bahwa setelah 6 bulan, orang yang diberikan personalized nutrition mengalami perubahan perilaku makan yang lebih baik dibandingkan pendekatan biasa. Perubahan tersebut diantaranya adalah orang yang diberi personalized nutrition mengonsumsi lebih sedikit daging merah, garam, dan lemak jenuh sedangkan asupan folat meningkat, serta skor indeks pola makan sehat (Healthy Eating Index Scores) menjadi lebih tinggi.6
- Tinjauan sistematis yang dilakukan oleh Jinnette et al menunjukkan bahwa asupan makan meningkat lebih besar pada orang yang menerima personalized nutrition dibandingkan orang yang hanya mendapat saran pola makan umum.7
- Penelitian Hoevenaars et al. menunjukkan bahwa orang yang menerima saran gizi terpersonalisasi mengalami peningkatan status asupan buah, whole grain, ikan, dan lebih sedikit memilih makanan kurang sehat. Sementara itu, pada orang yang diberi saran gizi umum, tidak terjadi peningkatan tersebut. Orang yang diberi saran gizi terpersonalisasi didorong untuk menentukan goal terkait kelompok makanan tertentu. Penentuan goal tersebut menghasilkan perbaikan pola makan lebih besar. Ketika goal personal ditentukan, perilaku terkait gizi lebih mungkin untuk berubah.8
- Penelitian Kan et al. menunjukkan bahwa personalized nutrition secara signifikan memperbaiki hasil antropometri (misalnya indeks massa tubuh, persentase lemak tubuh, lingkar pinggang) dan hasil cek darah (misalnya kadar lemak darah, kadar asam urat) jika dibandingkan dengan pemberian panduan diet umum saja. Perbaikan tersebut dicapai melalui perubahan diet dan aktivitas fisik.9
- Penelitian Livingstone et al. menunjukkan bahwa saran gizi terpersonalisasi menghasilkan penurunan asupan makanan tinggi gula, garam, dan lemak yang lebih besar dibandingkan saran gizi umum.10
Hal penting dalam personalized diet
Untuk menyediakan edukasi gizi yang efektif, maka hal yang perlu dilakukan bukan hanya menyampaikan pengetahuan gizi dan makanan saja.5 Terdapat beberapa hal yang dapat memebuat edukasi gizi terpersonalisasi menjadi efektif, yaitu:
a. Pendekatan spesifik dan praktis
Tujuan (goal) yang spesifik dan praktis untuk merubah perilaku makan akan lebih memberi manfaat untuk meningkatkan kesehatan seseorang dalam jangka panjang. Misalnya, goal untuk menurunkan berat badan saja kurang spesifik. Goal tersebut berpotensi tidak dijalankan karena kurang jelasnya target yang perlu dicapai. Goal yang dibuat perlu lebih fokus pada perilaku meningkatkan asupan buah, sayur, biji padi-padian utuh (whole grain), dan mengurangi konsumsi makanan tinggi energi (misalnya gorengan, dessert, dsb). Tips menyusun dan mencapai goal kesehatan yang baik dapat dibaca di Tips Berhasil Membuat dan Mencapai Goal untuk Lebih Sehat
b. Faktor penentu perubahan perilaku makan
Edukasi gizi cenderung lebih berhasil jika faktor penentu perilaku makan diketahui. Kemudian, faktor penentu tersebut perlu diatasi. Faktor penentu perubahan perilaku makan adalah:
- Pengetahuan gizi dan literasi makanan
Contoh pengetahuan gizi dan makanan yang dasar adalah mengetahui kelompok makanan dan porsi makanan, komposisi energi atau gizi suatu makanan, memahami cara membaca label gizi, dan sebagainya. Pengetahuan tersebut merupakan dasar dari literasi makanan, yaitu kemampuan yang diperlukan untuk menciptakan perilaku gizi dan kesehatan yang baik melalui membaca, memahami, dan menilai kualitas informasi, serta mengumpulkan dan bertukar pengetahuan terkait gizi dan makanan. Literasi makanan penting untuk mendorong perilaku makan yang baik dan menyaring informasi tidak benar terkait gizi dan makanan yang saat ini banyak beredar di berbagai media, terutama media sosial. Literasi makanan juga menjadi dasar menerapkan pengetahuan menjadi praktik. Misalnya praktik menyusun daftar belanja bahan makanan, mengolah bahan makanan, atau menyimpan bahan makanan dengan benar.5
- Kepercayaan mengenai makanan
Kepercayaan mengenai makanan menggambarkan bagaimana seseorang mempersepsikan perilakunya terhadap sesuatu akan memberikan hasil tertentu. Contohnya, kepercayaan bahwa konsumsi sayur dan buah membantu menurunkan tekanan darah.5
- Sikap
Sikap merupakan tingkatan seseorang menilai suatu perilaku menguntungkan atau tidak, baik atau tidak.5 Misalnya, beberapa orang masih meberikan “label” pada makanan tertentu sebagai makanan baik (good food) atau makanan buruk (bad food).
- Cara informasi gizi disampaikan
Cara menyampaikan informasi gizi perlu diperhatikan. Informasi bisa menjadi powerful ketika disampaikan dengan cara yang membangkitkan motivasi, mempertimbangkan sisi rasional dan emosional seseorang, atau memicu pemikiran seseorang.5
c. Edukasi berlandaskan teori
Merancang dan menerapkan edukasi gizi yang berlandaskan teori dapat membantu mengubah perilaku dan mempertahankan perubahan perilaku. Faktor penentu berkaitan dengan perilaku dan membantu memahami mengapa seseorang melakukan apa yang mereka lakukan dan bagaimana perubahan perilaku dapat dilakukan. Teori dapat membantu memprediksi maupun menjelaskan berubahan perilaku. Faktor penentu perubahan perilaku diantaranya kepercayaan (beliefs), pengetahuan, persepsi risiko atau penyakit, kepercayaan diri, hambatan, kemampuan (skill).5
d. Strategi perubahan perilaku yang tepat
Edukasi gizi cenderung akan lebih berhasil ketika menggunakan strategi berdasarkan teori dan faktor penentu perubahan perilaku pada seseorang. Untuk melakukan hal tersebut, evaluasi perlu dilakukan untuk mengetahui informasi mengenai seseorang (berat badan, tinggi badan, pola makan, dan lain-lain), keinginan untuk mencapai target gizi atau kesehatan tertentu, dan kebutuhan yang dimiliki klien denagn mempertimbangkan faktor budaya, keluarga, dan masyarakat.5
Ternyata, personalized diet memiliki banyak aspek yang perlu diperhatikan. Namun tenang saja, kamu tidak perlu memikirkan penerapan personalized diet sendiri. Dietela menyediakan layanan personalized diet dimana kamu akan didampingi oleh ahli gizi dalam menjalankan diet yang telah dipersonalisasi sesuai karakteristikmu (berat badan, kondisi kesehatan, tingkat aktivitas fisik), kesukaanmu, pola makan saat ini, dan sebagainya.
Personalized diet di Dietela
Di Dietela, akan ada beberapa tahapan dalam layanan personalized diet yang diberikan.

Sebelum memulai pemberian layanan gizi, informasi mengenail klien akan digali, yaitu berat badan, tinggi badan, tingkat aktivitas fisik, kondisi kesehatan yang dimiliki, hasil cek lab (jika ada), kebiasaan makan saat ini, kesibukan saat ini, makanan yang disukai, makanan yang tidak disukai, alergi, dan sebagainya. Informasi tersebut digali untuk menyusun rencana makan (meal plan) dan edukasi gizi yang tepat bagi setiap klien. Hal tersebut akan mendorong perbaikan perilaku makan yang lebih mudah untuk dijalankan dan bertahan lama.
Setelah itu, dalam pendampingan gizi di Dietela, ahli gizi akan memberikan edukasi gizi, meal plan, dan mendampingi klien melalui online meeting dan aplikasi bertukar pesan untuk memberi saran diet, mengingatkan, dan mendiskusikan tantangan yang dihadapi klien dalam melakukan perubahan perilaku. Kemudian, di sepanjang program akan dilakukan monitoring dan evaluasi. Penerapan diet oleh klien dan hasil yang dirasakan akan dipantau dan dievaluasi untuk mengetahui tantangan dan kesempatan untuk terus meningkatkan perilaku sehat klien.
Di Dietela, rata-rata klien berhasil menurunkan 2 kg dalam waktu 1 bulan, 4 hingga 12 kg dalam waktu 3 bulan, dan 1- hingga 18 kg dalam waktu 6 bulan. Hal tersebut tentu disertai dengan perbaikan pola hidup seperti konsumsi sayur dan buah yang cukup, menjadi rajin olahraga, bisa mengatur waktu istirahat dan menerapkan mindful eating.
Editor: Wahyu Kurnia Yusrin Putra, SKM, MKM

Referensi
- Gibney M, Walsh M, Goosens J. Personalized nutrition: paving the way to better population health. In: Eggersdorfer M, Kraemer M, Vordaro J (eds) Good nutrition: perspectives for the 21st century. Basel: Karger Publishers, 2016, pp. 235–248.
- Ordovas JM, Ferguson LR, Tai ES, et al. Personalised nutrition and health. BMJ; 361. Epub ahead of print 13 June 2018. DOI: 10.1136/BMJ.K2173.
- Kementrian Kesehatan RI. Pedoman Gizi Seimbang. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI, 2014.
- Kementerian Kesehatan RI. Laporan Nasional Riskesdas 2018. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI, 2018.
- Galanakis CM (ed). Trends in Personalized Nutrition. Massachusetts: Academic Press, 2019.
- Celis-Morales C, Livingstone KM, Marsaux CFM, et al. Effect of personalized nutrition on health-related behaviour change: evidence from the Food4Me European randomized controlled trial. Int J Epidemiol 2017; 46: 578–588.
- Jinnette R, Narita A, Manning B, et al. Does Personalized Nutrition Advice Improve Dietary Intake in Healthy Adults? A Systematic Review of Randomized Controlled Trials. Adv Nutr 2021; 12: 657.
- Hoevenaars FPM, Berendsen CMM, Pasman WJ, et al. Evaluation of Food-Intake Behavior in a Healthy Population: Personalized vs. One-Size-Fits-All. Nutrients 2020; 12: 1–16.
- Kan J, Ni J, Xue K, et al. Personalized Nutrition Intervention Improves Health Status in Overweight/Obese Chinese Adults: A Randomized Controlled Trial. Front Nutr 2022; 9: 919882.
- Livingstone KM, Celis-Morales C, Navas-Carretero S, et al. Personalised nutrition advice reduces intake of discretionary foods and beverages: findings from the Food4Me randomised controlled trial. Int J Behav Nutr Phys Act 2021; 18: 1–12.
