Kenalan dengan Teh Kombucha Yuk!

Kombucha adalah salah satu minuman yang banyak disukai oleh banyak anak muda saat ini. Minuman tersebut dibuat dari teh yang difermentasi. Namun, apakah minuman tersebut memiliki manfaat? Lalu bagaimana cara membuatnya? Simak penjelasan berikut!

Sumber gambar: Freepik

Manfaat Kombucha

Minuman yang belum lama menjadi trending ini juga memiliki beragam manfaat 1,2,3,4,6,7, diantaranya adalah:

  1. Meningkatkan kekebalan tubuh
  2. Menangkal radikal bebas
  3. Memiliki fungsi prebiotik
  4. Menurunkan risiko penyakit kardiovaskuler
  5. Membantu manajemen diabetes
  6. Mencegah risiko obesitas

Pembuatan Kombucha

Pembuatan kombucha tergolong relatif mudah. Alat dan bahan yang diperlukan untuk membuat kombucha juga cenderung mudah untuk ditemukan. Membuat kombucha di rumah adalah hal yang sangat memungkinkan. Dengan membuat kombucha sendiri, maka kamu bisa mengupayakan cita rasa kombucha yang sesuai seleramu dan jumlah yang lebih banyak.

Sebelum membuat kombucha, kamu harus tahu faktor yang perlu diperhatikan di bawah ini agar kombucha yang kamu produksi aman dan tentunya enak untuk dikonsumsi 5,8:

  1. Teh hijau atau teh hitam lebih sering digunakan sebagai substrat atau bahan permukaan untuk fermentasi kombucha. Dalam penelitian, purple coneflower (Echinacea purpurea L.) dan golongan rempah/mint winter savoury (Satureja montana L.) juga bisa digunakan karena kedua tanaman bisa menjadi sumber nitrogen alternatif dan mempersingkat waktu fermentasi.
  2. Waktu fermentasi yang direkomendasikan agar kombucha tidak terlalu asam dan lebih aman untuk dikonsumsi adalah selama 10 – 15 hari. Kombucha yang difermentasi lebih dari itu mengalami peningkatan aktivitas bakteri dan kadar antioksidan yang terlalu tinggi, sehingga produk kombucha lebih besar kemungkinan untuk tidak bisa diterima dengan baik oleh tubuh.
  3. Suhu ruang penyimpanan kombucha mempengaruhi kualitas akhir kombucha dari segi pertumbuhan bakteri dan aktivitas enzim. Selain itu, suhu juga mempengaruhi lamanya waktu fermentasi. Secara umum, kombucha perlu disimpan pada suhu 22 – 30°C. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada suhu 37 – 43°C, kadar antioksidan dan vitamin C paling tinggi ditemukan pada suhu paling tinggi.
  4. Kadar keasaman (pH) kombucha sebaiknya tidak kurang dari 3, sehingga dapat diterima dengan baik oleh lambung. Kemudian, untuk memperoleh rasa asam yang dinilai paling enak yaitu bila total keasaman mencapai nilai optimal 4 – 5 g/L. Namun, untuk mencapai kadar tersebut mungkin memerlukan durasi yang bervariasi bergantung pada media bakteri dan ragi, serta kondisi fermentasi.
  5. Air yang digunakan untuk membuat kombucha sebaiknya mengandung mineral dalam jumlah sedikit untuk mengurangi gangguan pada pertumbuhan bakteri. Air sumur mengandung mineral yang cukup banyak, sehingga tidak disarankan untuk membuat kombucha. Sebaliknya, air keran yang telah diberi klorin dan zat antibakteri lebih aman untuk digunakan, karena tidak mengganggu pertumbuhan bakteri.
  6. Kebersihan wadah dan proses pembuatan kombucha merupakan faktor penting yang sering terlupakan. Karena pembuatan kombucha menggunakan bakteri, maka perlu dipastikan pertumbuhannya tidak terganggu oleh bakteri lain.

Cara pembuatan teh kombucha

Alat dan bahan:

  1. Teh yang diinginkan, seperti teh hijau, teh hitam, atau teh oolong
  2. Air
  3. Gula pasir
  4. Aroma atau perisa makanan (opsional)
  5. Wadah atau toples untuk fermentasi (disarankan berbahan kaca)
  6. SCOBY (Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast)
  7. Kain dan tali untuk menutup wadah

Cara pembuatan 9:

  1. Panaskan air hingga mendidih, kemudian tambahkan gula sesuai selera.
  2. Masukkan kantung teh atau daun teh yang akan diambil ekstraknya. Angkat kantung atau daun teh setelah air mencapai kepekatan yang diinginkan.
  3. Diamkan air teh hingga dingin, kemudian pindahkan dalam wadah atau toples.
  4. Masukkan SCOBY, kemudian tutup rapat dengan kain dan ikat menggunakan tali.
  5. Diamkan teh dalam suhu ruang selama durasi waktu yang diinginkan sesuai dengan penjelasan sebelumnya. Apabila sudah mempunyai kombucha yang sebelumnya dibuat, maka dapat ditambahkan ke dalam kombucha baru sebanyak 20% sebagai pemacu proses fermentasi.
  6. Buka tutup kombucha bila sudah mencapai durasi dan keasaman yang ditentukan.
  7. Tambahkan aroma atau perasa makanan yang diinginkan.
  8. Kombucha siap untuk dikonsumsi.

Jika kamu juga tertarik untuk membuatnya, perhatikan hal-hal yang sudah dijelaskan di atas, ya! Meskipun kombucha relatif mudah untuk dibuat dan memiliki banyak manfaat, pembuatan dan konsumsi kombucha harus dilakukan dengan cara yang tepat dan hati-hati, ya. Ingat juga untuk menambahkan gula seperlunya saja dan tidak berlebihan ke dalam kombucha agar total konsumsi gula  tetap  bisa sesuai dengan anjuran Kementerian Kesehatan RI, yaitu tidak lebih dari 50 gram per hari.10 Selamat mencoba!

Editor: Rifqah Indri Amalia, S.Gz, M.Sc

Dietela Quiz

Referensi

  1. Leonarski E, Guimarães AC, Cesca K, Poletto P. Production process and characteristics of kombucha fermented from alternative raw materials. Food Bioscience. 2022;49:101841.
  2. Teixeira Oliveira J, Machado da Costa F, Gonçalvez da Silva T, Dotto Simões G, dos Santos Pereira E, Quevedo da Costa P, et al. Green tea and kombucha characterization: Phenolic composition, antioxidant capacity and enzymatic inhibition potential. Food Chemistry. 2023;408:135206. 
  3. Leech C, Richter A. 8 Evidence-Based Health Benefits of Kombucha. https://www.healthline.com/nutrition/8-benefits-of-kombucha-tea (accessed 2 Jan 2023)
  4. Raman R. Does kombucha contain alcohol?  https://www.healthline.com/nutrition/kombucha-alcohol-content#concerns (accessed 2 Jan 2023)
  5. Bishop P, Pitts ER, Budner D, Thompson-Witrick KA. Kombucha: Biochemical and microbiological impacts on the chemical and flavor profile. Food Chemistry Advances. 2022;1:100025. 
  6. Vargas BK, Fabricio MF, Záchia Ayub MA. Health effects and probiotic and prebiotic potential of kombucha: A Bibliometric and systematic review. Food Bioscience. 2021;44:101332. 
  7. Permatasari HK, Firani NK, Prijadi B, Irnandi DF, Riawan W, Yusuf M, et al. Kombucha drink enriched with sea grapes (Caulerpa racemosa) as potential functional beverage to contrast obesity: An in vivo and in vitro approach. Clinical Nutrition ESPEN. 2022;49:232–40. 
  8. Villarreal-Soto SA, Beaufort S, Bouajila J, Souchard J-P, Taillandier P. Understanding kombucha tea fermentation: A Review. Journal of Food Science. 2018;83(3):580–8. 
  9. Júnior JC, Meireles Mafaldo Í, de Lima Brito I, Tribuzy de Magalhães Cordeiro AM. Kombucha: Formulation, chemical composition, and therapeutic potentialities. Current Research in Food Science. 2022;5:360–5. 
  10. Berapa Anjuran Konsumsi Gula, Garam, dan lemak per Harinya? [Internet]. Direktorat P2PTM. [cited 2023Jan13]. Available from: https://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/hipertensi-penyakit-jantung-dan-pembuluh-darah/page/31/berapa-anjuran-konsumsi-gula-garam-dan-lemak-per-harinya