Fenomena Ngidam pada Ibu Hamil

Kita sering mendengar ibu hamil mengeluhkan perubahan nafsu makan selama masa kehamilannya. Ada yang jadi tidak menyukai makanan yang sebelumnya biasa dimakan, namun ada juga yang tiba-tiba menginginkan makanan tertentu untuk dikonsumsi atau biasa kita sebut ngidam. Ngidam menurut KBBI adalah ingin sekali mengecap sesuatu (ketika hamil muda).22 Sebenarnya apa sih yang membuat kebanyakan ibu hamil mengalami fenomena ngidam ini? Apa saja yang perlu kita ketahui dan dampak yang mungkin terjadi dari fenomena ini? Yuk para bumil dan pakmil merapat! Kita bahas fenomena ngidam di bawah ini.

Sumber Gambar: Freepik

Kehamilan merupakan masa dimana tubuh seorang wanita mengalami perubahan-perubahan dalam tubuh yang drastis. Perubahan yang tak terhitung dari sisi fisiologis maupun perilaku akan terjadi untuk membantu dan mengakomodasi kehidupan baru yang sedang tumbuh di dalam perut ibu. Selain itu, perubahan-perubahan tersebut juga dibutuhkan untuk mempersiapkan ibu pada masa persalinan nanti.1,2 Namun, ada salah satu perubahan yang sering terjadi pada ibu hamil, yang sering disebut ‘ngidam’.

Ngidam atau food craving adalah keinginan yang intens untuk mengonsumsi suatu jenis makanan spesifik yang sulit untuk diabaikan.6 Pada sebuah penelitian, ibu hamil juga mengatakan bahwa ngidam muncul secara biologis sehingga tidak bisa dikontrol.8 Ngidam biasanya mulai muncul pada akhir trimester pertama, menjadi intens pada trimester kedua dan lama kelamaan akan berkurang.6 Beberapa jenis makanan yang biasanya menjadi makanan spesifik dari fenomena ngidam adalah coklat, buah-buahan, jus, makanan manis seperti es krim, desserts, makanan gurih, susu dan olahannya, hingga daging-dagingan.16

Penyebab Fenomena Ngidam

Banyak peneliti dari seluruh dunia yang telah meneliti fenomena ngidam selama beberapa dekade terakhir dan menemukan bahwa ngidam adalah hal yang umum terjadi selama masa kehamilan, dengan estimasi sebanyak 60-85% ibu hamil yang melaporkan pernah mengalami ngidam.3-5 Namun, meskipun fenomena ini sangat umum di seluruh dunia, penyebab terjadinya ngidam dan efeknya pada gizi ibu hamil belum diketahui dengan baik secara ilmiah. Pendapat yang sudah terdokumentasi sejauh ini adalah pendapat yang berupa teori-teori pemikiran, ada juga pendapat yang saling bertentangan, maupun pendapat yang belum meyakinkan. Adapun penyebab ngidam adalah sebagai berikut:

A. Perilaku yang dipelajari

Beberapa peneliti berargumentasi bahwa fenomena ngidam adalah sesuatu yang istimewa dan merupakan perilaku yang dipelajari. Sehingga dikategorikan sebagai fenomena ekstrinsik.9 Contohnya ketika perempuan sering mendengar dan melihat bahwa ketika hamil, banyak ibu hamil yang mengalami ngidam. Maka ketika hamil nanti, perempuan tersebut akan menimbulkan perilaku yang sama juga, yaitu ngidam.

B. Pencegahan defisiensi zat gizi

Tierson et al. menghubungkan fenomena ini kepada proses intrinsik fisiologis yang ditujukan untuk memastikan pertumbuhan dan perkembangan janin yang optimal.5 Peneliti yang percaya bahwa ngidam bagian dari proses fisiologis mengatakan bahwa ngidam adalah mekanisme yang terjadi untuk melindungi janin dan ibunya dari defisiensi zat gizi. Selain itu, peneliti berpendapat bahwa ngidam terjadi ketika tubuh mulai mengalami defisiensi pada satu atau lebih zat gizi .10 Pendapat ini didukung dengan observasi bahwa secara umum, ibu hamil sering mengalami ngidam makanan yang tergolong kurang dikonsumsi olehnya.

Contohnya seperti pada sebuah penelitian di Etiopia, sebanyak 43% ibu hamil ngidam susu dan daging. Jenis makanan tersebut adalah sumber zat besi dan protein yang dapat membantu ibu hamil terhindar dari defisiensi zat besi. Begitu pula di Amerika, sebanyak 47% responden ngidam buah dan 34% responden ngidam susu dan olahan yang merupakan sumber vitamin, mineral, maupun protein. Sehingga jenis makanan tersebut juga dapat membantu menghindarkan ibu hamil dari defisiensi zat gizi yang penting untuknya.11

C. Pengaruh lingkungan

Beberapa pendapat mengenai dua faktor dapat membantu menjelaskan fenomena ngidam yang dipengaruhi lingkungan. Ngidam bisa sangat dipengaruhi oleh ketersediaan makanan dan faktor geografis dari tempat tinggal ibu hamil tersebut.12 Sebagai contoh, sebuah penelitian menemukan bahwa dua per tiga dari sampel ibu hamil Skotlandia yang menjadi respondennya mengidamkan makanan yang memang tersedia di lingkungan mereka tinggal dan juga mengidamkan buah yang paling umum disana.12

D. Budaya dan tradisi

Latar belakang budaya juga bisa mempengaruhi makanan yang diidamkan oleh ibu hamil. Budaya dan tradisi biasanya sangat menentukan ketersediaan makanan dan preferensi makanan yang kemudian mempengaruhi kehidupan sehari-hari hingga mempengaruhi rasa ngidam.9 Contohnya, sejauh ini cokelat adalah makanan yang sangat umum diinginkan oleh ibu hamil yang sedang mengidam di Amerika, sementara di Mesir hampir tidak ada ibu hamil yang ngidam cokelat ataupun makanan manis.23 Berbeda lagi dengan di Jepang dimana nasi adalah makanan yang sangat umum diinginkan oleh ibu hamil yang sedang mengidam.24 Penemuan inilah yang menunjukkan adanya pengaruh kuat antara budaya dengan preferensi makanan pada ibu hamil.

E. Perubahan Hormon

Ngidam atau food craving sebenarnya biasa terjadi pada perempuan selama dua masa berikut, pada masa pra menstruasi dan selama masa kehamilan. Kemungkinan hal ini terjadi karena perubahan hormon yang sedang terjadi. Pada saat pra menstruasi biasanya perempuan mengalami peningkatan nafsu makan serta berkeinginan mengkonsumsi beberapa jenis makanan tertentu. Hal tersebut sama seperti ketika seseorang sedang hamil dimana nafsu makan meningkat dan menginginkan makanan yang spesifik. Hanya saja ketika sedang hamil, peningkatan nafsu makan dan kejadian ngidam ini lebih intens karena perubahan hormon yang juga meningkat tajam.18

Adanya peningkatan hormon estrogen pada pertengahan kehamilan dapat menyebabkan aliran glukosa ke janin jadi meningkat. Hal ini menyebabkan kebutuhan glukosa melalui plasenta menjadi meningkat juga. Akibatnya, peningkatan kebutuhan glukosa ini mungkin menjadi pemicu ibu hamil memiliki ngidam untuk konsumsi makanan manis yang mengandung banyak gula sederhana.15

F. Perubahan fisiologis dan psikologis

Perubahan fisiologis dan psikologis yang terjadi selama masa kehamilan juga bisa berdampak pada kemungkinan munculnya fenomena ngidam.13 Sebagai contoh perubahan fisiologis, kemampuan indera perasa pada ibu hamil telah diketahui mengalami penurunan selama hamil, sehingga beberapa ibu hamil mungkin akan memiliki makanan yang memiliki cita rasa lebih tinggi. Sedangkan untuk perubahan psikologis, dapat dijelaskan bahwa ngidam biasanya bermula dari keinginan sederhana yang lama-lama berkembang menjadi obsesi yang sulit untuk ditolak. 14

G. Kekhawatiran ibu hamil terhadap kebutuhan gizi janin

Faktor lainnya adalah fenomena ngidam mungkin terbentuk karena kekhawatiran ibu hamil kebutuhan gizi janin belum terpenuhi dari makanan sehari-hari sehingga ibu hamil berusaha konsumsi makanan tertentu. Seringkali ibu hamil mengkonsumsi makanan tertentu yang dipercayainya dapat memenuhi kebutuhan gizi janinnya.3,17

Dampak Ngidam

Kehamilan membutuhkan pola makan yang sehat yang dapat memenuhi kebutuhan energi, protein, vitamin dan mineral ibu dan janin untuk dapat menunjang perkembangan dan pertumbuhannya. Perubahan perilaku makan, baik itu perubahan dalam jumlah ataupun pilihan jenis makanan selama masa kehamilan dapat memengaruhi jumlah energi dan zat gizi yang tersedia untuk janin. Penelitian menunjukkan bahwa ngidam dapat membantu meningkatkan asupan dari zat gizi yang esensial selama kehamilan.3,6 Begitu juga dengan penelitian lain yang juga membuktikan bahwa ibu hamil yang mengalami fenomena ngidam memiliki rata-rata asupan energi dan peningkatan berat badan yang lebih banyak daripada ibu hamil yang tidak mengalami fenomena ngidam.7 Namun, berkebalikan dengan penjelasan sebelumnya, penelitian di Etiopia Selatan justru menemukan bahwa fenomena ngidam tidak berhubungan secara signifikan dengan status gizi ibu hamil.19, 20 Maka dari itu, efek ngidam selama kehamilan mungkin tergantung pada jumlah dan jenis makanan yang dikonsumsi oleh ibu hamil.

Strategi Menghadapi Fenomena Ngidam

Ngidam ternyata merupakan fenomena yang wajar dialami oleh ibu hamil. Faktor-faktor penyebab ngidam juga memperkuat keinginan ibu untuk konsumsi makanan tertentu. Walaupun dampak dari ngidam belum diketahui dengan jelas manfaatnya, ibu hamil dapat melakukan strategi berikut ketika mengalami ngidam agar tidak menimbulkan efek buruk.

1. Jika makanan yang sangat diinginkan termasuk makanan yang tinggi kalori dengan kualitas gizi yang kurang (seperti pizza, martabak, dan sebagainya), tetaplah makan dalam porsi sedikit-sedang.21
2. Pastikan ibu tetap melengkapi kebutuhan gizi harian dengan makan makanan yang bervariasi dan berkualitas gizi baik.
3. Tetap mengusahakan untuk menerapkan pola makan sedikit tapi sering, jika ibu memiliki kesulitan dalam memenuhi asupan harian seperti dikarenakan mual atau kurang nafsu makan. Strategi ini juga bisa mengsiasati agar ketika ngidam, perut tidak terlalu kosong dan bisa kenyang lebih cepat sebelum mengonsumsi makanan yang diinginkannya secara berlebihan.
4. Perhatikan jenis makanan yang muncul saat ibu ngidam. Pastikan makanan tersebut tidak termasuk makanan yang harus dihindari sementara oleh ibu hamil seperti sushi, daging-dagingan yang belum matang, telur setengah matang, dan sebagainya.
5. Apabila ibu hamil ngidam benda-benda yang bukan makanan (seperti lilin, sabun, debu, odol, sabun, kapur, bedak, dan sebagainya), hal ini disebut sebagai Pica. Sebuah penelitian menemukan bahwa ibu hamil yang mengalami pica berhubungan dengan keadaan ibu hamil yang sedang mengalami kekurangan gizi. Kondisi ini harus segera dikonsultasikan oleh tenaga kesahatan.22

Editor: Mayesti Akhriani, S.Gz, M.Sc

Referensi:

  1. Brown JE. Dietary Reference Intakes (DRIs): Recommended Intakes for Individuals, Vitamins Food and Nutrition Board, Institute of Medicine, National Academies. Fluoride. 2011. Available: www.nap.edu.%0Awww.cengage.com/wadswortth.
  2. Sharlin J, Edelstein S. Essentials of Life Cycle Nutrition. Jones and Bartlett Publishers. 2010. Available: https://books.google.co.id/books?id=La-OVIpbxSgC.
  3. Bayley, Tracy M., et al. Food cravings and aversions during pregnancy: relationships with nausea and vomiting. Appetite, 2002, 38.1: 45-51.
  4. Pope, Janet F.; SKINNER, Jean D.; CARRUTH, Betty Ruth. Cravings and aversions of pregnant adolescents. Journal of the American Dietetic Association, 1992, 92.12: 1479-1483.
  5. Tierson, Forrest D.; OLSEN, Carolyn L.; HOOK, Ernest B. Influence of cravings and aversions on diet in pregnancy. Ecology of Food and Nutrition, 1985, 17.2: 117-129.
  6. Poy, M. S.; LÓPEZ, L. B. What do we know about Food Cravings and Aversions during Pregnancy. Integr Gynecol Obstet J, 2019, 2.3: 1-7.
  7. Hill, A. J.; CAIRNDUFF, V.; MCCANCE, D. R. Nutritional and clinical associations of food cravings in pregnancy. Journal of Human Nutrition and Dietetics, 2016, 29.3: 281-289.
  8. Copelton, Denise A. “You are what you eat”: nutritional norms, maternal deviance, and neutralization of women’s prenatal diets. Deviant Behavior, 2007, 28.5: 467-494.
  9. Coronios‐vargas, Mary, et al. Cultural influences on food cravings and aversions during pregnancy. Ecology of food and nutrition, 1992, 27.1: 43-49.
  10. Canada Federal-Provincial Subcommittee on Nutrition. Nutrition in pregnancy: national guidelines. Ottawa: Ministry of National Health and Welfare, 1987.
  11. Hook, Ernest B. Dietary cravings and aversions during pregnancy. The American journal of clinical nutrition, 1978, 31.8: 1355-1362.
  12. Taggart, Nan. Food habits in pregnancy. Proceedings of the Nutrition Society, 1961, 20.1: 35-40.
  13. Wu, Rui. Dietary cravings and aversions in the postpartum period. Journal of the American Dietetic Association, 1989, 89.5: 647-648.
  14. Walker, A. R. P., et al. Nausea and vomiting and dietary cravings and aversions during pregnancy in South African women. BJOG: An International Journal of Obstetrics & Gynaecology, 1985, 92.5: 484-489.
  15. Boden, Guenther. Fuel metabolism in pregnancy and in gestational diabetes mellitus. Obstetrics and Gynecology Clinics, 1996, 23.1: 1-10.
  16. Hainutdzinava, Natallia; Weatherstone, Kensie; Worobey, John. Food cravings and aversions during pregnancy: a current snapshot. Journal of Pediatrics and Mother Care, 2017, 2.1: 110.
  17. Al-Kanhal, Mohammed Ahmed; Bani, Ibrahim Ahmed. Food habits during pregnancy among Saudi women. International Journal for Vitamin and Nutrition research. Internationale Zeitschrift fur Vitamin-und Ernahrungsforschung. Journal International de Vitaminologie et de Nutrition, 1995, 65.3: 206-210.
  18. Orloff, Natalia C.; Hormes, Julia M. Pickles and ice cream! Food cravings in pregnancy: hypotheses, preliminary evidence, and directions for future research. Frontiers in psychology, 2014, 5: 1076.
  19. Yoseph, Halala Handiso. Prevalence of food aversions, cravings and pica during pregnancy and their association with nutritional status of pregnant women in Dale Woreda, Sidama zone, SNNPRS, Ethiopia. International Journal of Nutrition and Metabolism, 2015, 7.1: 1-14.
  20. Demissie, Tsegaye; Muroki, N. M.; Kogi-Makau, Wambui. Food aversions and cravings during pregnancy: Prevalence and significance for maternal nutrition in Ethiopia. Food and Nutrition Bulletin, 1998, 19.1: 20-26.
  21. Michigan Medicine. Prenatal Nutrition. University of Michigan, 2017. Available: https://www.med.umich.edu/pfans/_pdf/hetm-2017/0417-prenatalnutrition.pdf
  22. “Kamus”. KBBI Daring, 2016. Web. 27 Nov 2022.
  23. Howie, Lajeana D.; Parker, Jennifer D.; Schoendorf, Kenneth C. Excessive maternal weight gain patterns in adolescents. Journal of the American Dietetic Association, 2003, 103.12: 1653-1657.
  24. Komatsu, Sakura. Rice and sushi cravings: a preliminary study of food craving among Japanese females. Appetite, 2008, 50.2-3: 353-358.