Apa Perbedaan Chia seed dengan Biji Selasih?

Sumber gambar: Freepik

Pasti sahabat Dietela pernah dengar atau bahkan mencoba chia seed. Lalu beberapa mungkin juga pernah mencoba membandingkan antara chia seed dengan biji selasih. Sekilas, chia seed terlihat mirip dengan biji selasih. Tapi ternyata, keduanya sangat berbeda lho! Bahkan, kedua biji tersebut berasal dari spesies pohon yang berbeda. Chia seed berasal dari tumbuhan Salvia hispanica L. yang berasal dari Mexico dan Guatemala.1 Sementara itu, biji selasih berasal dari tanaman Ocimum basilicum L. yang awalnya berasal dari daerah tropis dan hangat, seperti India, Afrika, dan Asia Selatan.2,3 Meskipun spesies kedua pohon tersebut berbeda, tetapi jika dirunut ke taksonomi induknya, keduanya berasal dari keluarga Labiatae.1,3

            Tidak hanya jenis tanaman keduanya yang berbeda, kandungan gizi dalam kedua biji tersebut juga memiliki perbedaan. Berikut adalah kandungan gizi dalam 100 g chia seed dan biji selasih:

Kandungan giziSatuanChia seed 4Biji selasih 3,5–8
Energikkal486442,4
Proteing16,517,3
Lemak totalg30,79,7
Asam palmitat (16:0)g2,174,9
Asam stearat (18:0)g0,9122,5
Asam oleat (18:1)g2,27,55
Asam linoleat (18:2)g5,8420,2
Asam α-linolenat (18:3)g17,863,8
Karbohidratg42,158
Serat pangan totalg34,47,11
Kalsiummg631636
Zat besimg7,728,73
Magnesiummg335293
Kaliummg407481
Sodiummg162,01
Zinkmg4,585,52

            Perbedaan yang paling mecolok diantara keduanya adalah kandungan asam α-linolenat yang merupakan salah satu omega-3 pada biji selasih lebih banyak 3 kali lipat dibandingkan chia seed. Sementara itu, kandungan serat pangan total chia seed lebih tinggi dibandingkan biji selasih. Tidak hanya mengandung zat gizi, kedua jenis biji-bijian tersebut juga merupakan sumber polifenol dan antioksidan, misalnya caffeic acid, myricetin, quercetin, dan sebagainya.9 Berdasarkan kandungan zat gizi dan fitokimia yang ada pada chia seed dan biji selasih,  yuk kita lihat apa saja manfaat kesehatan dari chia seed:

  1. Chia seed kaya kandungan senyawa fenol yang memiliki fungsi antioksidan (senyawa yang melindungi tubuh terhadap kerusakan akibat radikal bebas). Antioksidan dan senyawa fenol terlibat dalam perlindungan tubuh terhadap penyakit degeneratif (penyakit dengan perubahan fungsi atau struktur jaringan atau organ terdampak memburuk seiring waktu 10), seperti penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular), tumor, dan tekanan darah tinggi.9 kandingan asam klorogenat, caffeic acid, myricetin, quercetin, dan kaempferol pada chia seed memang dipercaya memiliki efek melindungi jantung dan hati, anti-penuaan, dan anti-karsinogenik (anti zat yang dapat memicu kanker).1
  2. Chia seed merupakan sumber serta pangan yang baik yang bermanfaat bagi sistem perncernaan dan mengendalikan diabetes mellitus.1 Peran mengendalikan diabetes mellitus tersebut karena kandungan serat dalam chia seed dapat memperlambat pencernaan yang kemudian mencegah peningkatan gula darah drastis pasma makan dan mendorong rasa kenyang. Serat pada chia seed sebagian besar adalah serat larut air  juga dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (kolesterol LDL).11
  3. Chia seed bebas gluten sehingga aman bagi orang yang tubuhnya tidak dapat mencerna gluten (gluten adalah jenis protein yang dapat ditemukan pada biji-bijian).12
  4. Chia seed merupakan sumber protein. Biji tersebut mengandung 18 dari 22 jenis asam amino dalam tubuh manusia. Konsumsi makanan kaya protein dapat membantu dalam penurunan berat badan karena mengurangi lemak dalam tubuh.13
  5. Chia seed dapat menghambat aktivitas cholinesterase (ChE), sehingga mencegah kejadian penyakit neurodegeneratif.12
  6. Kandungan mineral, omega-3, serat, protein, dan antioksidan dalam chia seed bermanfaat dalam meningkatkan sensitivitas insulin (hormon yang membantu gula darah masuk ke sel untuk diubah menjadi energi) dan meningkatkan metabolisme lemak di otot rangka.12

Sementara itu, berikut adalah manfaat kesehatan dari biji selasih:

  1. Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa suplementasi ekstrak biji selasih (40 mg/kg/hari) dapat menurunkan kadar kolesterol plasma dan trigliserida (salah satu bentuk lemak dalam tubuh).14
  2. Biji selasih juga kayak akan kandungan antioksidan yang bermanfaat bagi tubuh. Penelitian menunjukkan bahwa biji selasih mengandung fenol total yang tinggi.15 Biji selasih juga mengandung antioksidan jenis lain, yaitu tocol dan fitosterol.7
  3. Biji selasih memiliki zat yang dapat melawan bakteri penyebab penyakit, yaitu Staphylococcus aureus, Eschericha coli, Salmonella sp., Shigella dysenteriae, Klebsiella pneumonia, Serratia marcescens, Enterobacter sp., Pseudomonas aeruginosa, dan Proteus mirabilis.16
  4. Biji selasih juga memiliki efek anti-kanker.16

Jadi baik chia seed maupun biji selasih sama-sama memiliki kebaikan untuk menjaga kesehatan. Namun untuk menjaga kesehatan tidak bisa hanya mengandalkan chia seed dan biji selasih. Tetap jalankan pola makan berGizi Seimbang, aktivitas fisik teratur & terukur serta kelola emosi dan pikiran.

Editor: Wahyu Kurnia Yusrin Putra, SKM, MKM

Referensi:

1         Ullah R, Nadeem M, Khalique A, Imran M, Mehmood S, Javid A et al. Nutritional and therapeutic perspectives of Chia (Salvia hispanica L.): a review. J Food Sci Technol 2016; 53: 1750.

2         Putievsky E, Galambosi B. Production systems of sweet basil. In Basil: The Genus Ocimum; Hiltunen, R., Holm, Y., Eds.; Medicinal and Aromatic Plants—Industrial Profiles. Taylor and Francis: Amsterdam, 2005.

3         Bravo HC, Céspedes NV, Zura-Bravo L, Muñoz LA. Basil Seeds as a Novel Food, Source of Nutrients and Functional Ingredients with Beneficial Properties: A Review. Foods 2021, Vol 10, Page 1467 2021; 10: 1467.

4         United States Department of Agriculture. Seeds, chia seeds, dried. FoodData Cent. . 2019.https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/170554/nutrients (accessed 5 Apr2022).

5         Munir M, Qayyum A, Raza S, Siddiqui NR, Mumtaz A, Safdar N et al. Nutritional Assessment of Basil Seed and its Utilization in Development of Value Added Beverage. Pakistan J Agric Res 2017; 30. doi:10.17582/JOURNAL.PJAR/2017.30.3.266.271.

6         Ziemichód A, Wójcik M, Różyło R. Ocimum tenuiflorum seeds and Salvia hispanica seeds: mineral and amino acid composition, physical properties, and use in gluten-free bread. http://mc.manuscriptcentral.com/tcyt 2019; 17: 804–813.

7         Zamani Ghaleshahi A, Ezzatpanah H, Rajabzadeh G, Ghavami M. Comparison and analysis characteristics of flax, perilla and basil seed oils cultivated in Iran. J Food Sci Technol 2019 574 2019; 57: 1258–1268.

8         Khaliq R, Tita O, Sava CS. A Comparative Study Between Seeds Of Sweet Basil And Psyllium On The Basis Of Proximate Analysis. Sci Pap Ser Manag Econ Eng Agric Rural Dev 2017; 17.

9         Hawaldar AS, Ballal S. Review on Antioxidant and Hemagglutination Properties of Chia and Basil Seeds. J Pharm Res Int 2021; 33: 44–52.

10       National Cancer Institute. Definition of degenerative disease . https://www.cancer.gov/publications/dictionaries/cancer-terms/def/degenerative-disease (accessed 24 Mar2022).

11       Harvard T.H. Chan School of Public Health. Chia Seeds. https://www.hsph.harvard.edu/nutritionsource/food-features/chia-seeds/ (accessed 5 Apr2022).

12       Din Z, Alam M, Ullah H, Shi D, Xu B, Li H et al. Nutritional, phytochemical and therapeutic potential of chia seed (Salvia hispanica L.). A mini-review. Food Hydrocoll Heal 2021; 1: 100010.

13       Katunzi-Kilewela A, Kaale LD, Kibazohi O, Rweyemamu LMP. African Journal of Food Science Review Nutritional, health benefits and usage of chia seeds (Salvia hispanica): A review. 2021; 15: 48–59.

14       Munir S, Khurshid S, Iqbal QJ, Iqbal N, Masood Z. Effect of Basil Seed and Chia SeedExtracts on Blood Lipid Profile. Pakistan J Med Heal Sci 2021; 15: 1368–1371.

15       Mabood F, Gilani SA, Hussain J, Alshidani S, Alghawi S, Albroumi M et al. New design of experiment combined with UV–Vis spectroscopy for extraction and estimation of polyphenols from Basil seeds, Red seeds, Sesame seeds and Ajwan seeds. Spectrochim Acta Part A Mol Biomol Spectrosc 2017; 178: 14–18.

16       Gajendiran A, Thangaraman V, Thangamani S, Ravi D, Abraham J. Antimicrobial, Antioxidant and Anticancer Screening Of Ocimum Basilicum Seeds. Bull Pharm Res 2016; 6. doi:10.21276/bpr.2016.6.3.5.