5 Fakta Air Yang Penting Kamu Ketahui

Manfaat minum air

 

Sumber gambar: Freepik

Seringkali ahli gizi atau tenaga kesehatan lain berpesan bahwa mencukupi air sangat penting. Dampak kekurangan air yang paling umum diketahui adalah dapat menyebabkan dehidrasi. Namun, tahukah Anda, ternyata air juga memiliki kaitan dengan gizi dan makanan.

Fakta 1: Air membantu pencernaan dan metabolisme makanan

Pencernaan makanan pertama kali terjadi di mulut. Saliva atau yang biasa kita sebut air ludah berperan penting dalam pencernaan makanan di mulut. Cairan tersebut berfungsi melembapkan mulut dan makanan, mengikat partikel makanan, dan memulai pencernaan karbohidrat.1 Tahukah Anda, 99% saliva manusia tersusun oleh air.2 Tanpa saliva, kita tidak dapat merasakan makanan yang kita konsumsi karena proses pengecapan rasa terjadi saat zat kimia yang larut di dalam saliva berikatan dengan reseptor (penerima sinyal) kimiawi yang terletak pada kuncup rasa di lidah. Saliva juga memulai pencernaan kimiawi karbohidrat karena mengandung enzim amilase (enzim untuk memecah karbohidrat).1

Fakta 2: Air menyusun sebagian besar mukus sebagai salah satu pelindung tubuh manusia

Di dalam tubuh manusia terdapat lapisan mukus yang berperan melindungi bagian dalam organ dari zat asing (misal debu, kuman, zat kimia) yang masuk ke dalam tubuh. Mukus juga melindungi organ pencernaan dari asam yang dapat mengikis saluran pencernaan, misalnya asam klorida yang diproduksi dalam lambung.3

Mukus di dalam tubuh sebagian besar tersusun atas air, yaitu 98%. Bahkan, mukus yang mengandung 98% air akan sangat berbeda dengan mukus yang mengandung 92%. Meskipun perbedaan kandungan airnya sedikit, namun mukus tidak dapat bergerak maupun melapisi permukaan tubuh dengan maksimal.4 Mukus dalam tubuh kita akan melapisi berbagai organ tubuh, termasuk lambung, usus halus, dan usus besar yang merupakan organ pencernaan.5–8 Tidak cukupnya konsumsi air dapat menjadi penyebab mukus menjadi kering sehingga kerja mukus dalam melindungi tubuh pun bisa kurang optimal. Oleh karena itu, mencukupi kebutuhan air sangat penting agar mukus tetap sehat.4

Fakta 3: Air juga terkandung dalam makanan

Mencukupi kebutuhan cairan ternyata bukan hanya dari minuman, melainkan juga bisa dari makanan. Bahkan, 20% asupan cairan kita berasal dari makanan yang kaya akan cairan, seperti selada, sayuran berdaun hijau, mentimun, paprika, buah beri, dan melon.9 Makanan yang terlihat kering pun juga mengandung air.10

Fakta 4: Proses pencernaan makanan menghasilkan air

Kebutuhan air tubuh tidak hanya dipenuhi dari makanan dan minuman, tetapi juga dari proses pencernaan makanan. Proses tersebut akan menghasilkan sedikit air sebagai produk sampingan. Air tersebut dapat digunakan oleh tubuh. Bahkan, air hasil proses pencernaan makanan dapat menyediakan 10% kebutuhan cairan tubuh.10

Fakta 5: Air penting untuk metabolisme dan penyaluran zat gizi

Air juga membantu proses setelah pencernaan yaitu pada proses pengangkutan zat gizi ke bagian tubuh yang membutuhkan. Untuk membuang produk sisa pencernaan (zat-zat yang tidak dibutuhkan oleh tubuh) juga ditransportasikan oleh air. Air juga berperan sebagai pelarut mineral, vitamin, asam amino, glukosa, dan berbagai molekul lainnya agar dapat berpartisipasi dalam aktivitas metabolisme tubuh.1,11 Sifat air sebagai pelarut yang baik, sangat penting untuk terjadinya reaksi kimia dalam tubuh yang mendukung kehidupan.1

Ternyata, air memiliki peran lebih dari sekedar menghilangkan dahaga. Meskipun penting, tapi sayangnya tubuh kita tidak memiliki mekanisme penyimpanan air, sehingga air harus selalu disuplai (dikonsumsi) setiap hari.10 Tidak heran jika ahli gizi dan tenaga kesehatan lain menekankan pentingnya mencukupi kebutuhan air setiap hari. Berikut beberapa tips untuk mencukupi kebutuhan air 12:

  1. Bawa botol minum dan terus isi ketika kamu bepergian
  2. Pilih air putih dibandingkan air yang berpemanis (misalnya teh manis, the dalam kemasan, minuman rasa jeruk, air jeruk bubuk, soda).
  3. Siapkan air di dalam gelas ketika kamu makan.
  4. Jika ingin memberi rasa pada air, tambahkan potongan jeruk nipis atau lemon.
  5. Konsumsi makanan yang mengandung banyak air, misalnya semangka, buah pir, melon, pepaya, nanas.
  6. Makan hidangan berkuah dan konsumsi juga kuahnya, misalnya sayur bayam, sayur asem, sayur sop, sayur lodeh, bakso, soto.
  7.  
  8. Editor: Rifqah Indri Amalia, S.Gz, M.Sc

Referensi:

  1. Thompson JL, Manore MM, Vaughan LA. The science of nutrition. 4th ed. Pearson: New York, 2017.
  2. The European Food Information Council. Saliva: What Does It Do and What Is Made Of? 2010.https://www.eufic.org/en/healthy-living/article/saliva-more-than-just-water-in-your-mouth (accessed 8 Jun2022).
  3. Herath M, Hosie S, Bornstein JC, Franks AE, Hill-Yardin EL. The Role of the Gastrointestinal Mucus System in Intestinal Homeostasis: Implications for Neurological Disorders. Front Cell Infect Microbiol 2020; 10: 248.
  4. University of North Carolina Health Talk. Mucus, Our Body’s Silent Defender. 2019.https://healthtalk.unchealthcare.org/mucus-our-bodys-silent-defender/ (accessed 9 Jun2022).
  5. De Bolós C, Garrido M, Real FX. MUC6 apomucin shows a distinct normal tissue distribution that correlates with Lewis antigen expression in the human stomach. Gastroenterology 1995; 109: 723–734.
  6. Gum JR, Hicks JW, Toribara NW, Siddiki B, Kim YS. Molecular cloning of human intestinal mucin (MUC2) cDNA. Identification of the amino terminus and overall sequence similarity to prepro-von Willebrand factor. Biol Chem 1994; 269: 2440–2446.
  7. Ho SB, Roberton AM, Shekels LL, Lyftogt CT, Niehans GA, Toribara NW. Expression cloning of gastric mucin complementary DNA and localization of mucin gene expression. Gastroenterology 1995; 109: 735–747.
  8. Atuma C, Strugala V, Allen A, Holm L. The adherent gastrointestinal mucus gel layer: Thickness and physical state in vivo. Am J Physiol – Gastrointest Liver Physiol 2001; 280. doi:10.1152/AJPGI.2001.280.5.G922/ASSET/IMAGES/LARGE/H30510348004.JPEG.
  9. Harvard T.H. Chan School of Public Health. Water. https://www.hsph.harvard.edu/nutritionsource/water/ (accessed 8 Jun2022).
  10. The State of Victoria and the Department of Health. Water – a vital nutrient. 2021.https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/water-a-vital-nutrient (accessed 8 Jun2022).
  11. Whitney E, Rolfes SR. Understanding nutrition. 15th ed. Cengage Learning: Boston, 2019.12 Centers for Disease Control and Prevention. Water and Healthier Drinks. 2022.https://www.cdc.gov/healthyweight/healthy_eating/water-and-healthier-drinks.html (accessed 9 Jun2022).